Sahabatku Suami Muhallilku

Sahabatku Suami Muhallilku
Sudah Tahu


__ADS_3

Setelah beberapa saat Ameera keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah luar. Namun, saat dia baru mau membuka pintu, suara Farhan menghentikannya. "Meera, mau ke mana?" tanya laki-laki itu yang sejak tadi sudah terheran-heran dengan sikap Ameera.


"Ke bawah, Mas. Cari pembalut." Ameera menjawab sekenanya.


"Pembalut? Apakah Ameera ... sedang...?" gumam Farhan.


Farhan segera turun dari ranjang, meraih bajunya secara asal dan mengikuti arah Ameera.


"Meera...?" suara Farhan memanggil Ameera menggelegar seisi rumah. Matanya sibuk melihat ke sana-sini mencoba mencari Ameera.


"Kenapa, Mas?" tanya Ameera dengan wajah bingungnya.


"Kamu dari mana saja?"


"Meera menemui Bi Asih menanyakan pembalut. Tapi, tidak ada," ucapnya dengan raut wajah pasrah dan bingung yang berpadu.


"Kalau begitu tunggu sebentar, biar Mas yang belikan!" Farhan sudah membalikan tubuhnya, namun langkahnya tertahan karena Ameera mencekal tangannya.


"Jangan, Mas. Ka-kamu pasti ma-lu nanti."


"Tidak apa-apa, hanya membelikan pembalut saja. Kenapa mesti malu?"


Mendengar ucapan Farhan barusan, Ameera berusaha menahan senyumannya. Hatinya merasa tergelitik, seperti ada ribuan kupu-kupu yang sedang berebut terbang keluar dan mengelilingi dirinya.


Perlahan Ameera juga mengendurkan pegangannya pada lengan Farhan.


Farhan langsung naik ke atas. Hanya beberapa saat kemudian dia kembali turun dengan mengenakan jaketnya dan mengambil kunci mobil miliknya.


Di dalam mobil, Farhan mengendarai mobilnya dengan pikiran yang menjalar ke segala arah. Mendengar Ameera yang telah kedatangan tamu bulanannya, rasa kecewa begitu pekat terasa. Harapannya hanya satu, yaitu memiliki buah cinta dalam hubungan pernikahan mereka ini. Tapi, kenapa rasanya susah sekali untuk mewujudkan hal yang terbilang sederhana itu?


"Astaghfirullah Ya Allah, jangan sampai aku dihasut oleh Jin tibbir." cepat-cepat Farhan mengenyahkan pikiran-pikiran aneh yang menggelayuti pikiran dan membuat hatinya gundah.

__ADS_1


Jin Tibbir.


Jin ini memiliki tugas untuk menghasut manusia menjadi mudah emosi. Seseorang yang terkena hasutan tersebut ditandai dengan mudah tersulut emosi dan amarahnya. Selain itu, jin Tibbir juga sering menghasut manusia untuk melakukan kemaksiatan dan membuat perpecahan antar manusia.


Namun, bagaimana mungkin dia mengutarakan kekecewaan itu, karena memang sudah seperti inilah takdir yang telah digariskan Allah SWT untuknya.


...*****...


Farhan sedang bingung karena dihadapkan di depan banyak merek pembalut wanita yang membuatnya pusing.


"Kenapa ini bisa ada sayapnya? Dan ini, apakah hanya khusus untuk malam?" gumamnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah pembalut yang berbagai macam merk dan warna.


"Ahhhh, lebih baik aku beli semua saja," imbuhnya mengambil jalan tengah.


Farhan memanggil pegawai supermarket, "Ada apa, Tuan?" tanya pegawai itu yang ikut bingung.


"Aku mau semua merk ini...." Farhan menunjuk ke arah pembalut yang masih tersusun rapi. "Aku mau masing-masing dua dari merk yang berbeda," lanjutnya.


Pegawai itu berusaha menahan senyum, bukan karena melihat Farhan yang malu membelikan keperluan wanita, namun merasa lucu karena Farhan tidak tahu pembalut mana yang dibutuhkan dan malah mau membeli semua merk.


Ponsel Farhan berbunyi, melihat ini adalah nomor telepon dari rumahnya, Farhan langsung menjawabnya.


"Assalamualaikum, Tuan?" sapa Bi Jum di balik telepon.


"Waalaikumsalam, ada apa?" tanya Farhan.


"Tuan Kenzo meminta Anda segera pulang. Ada suatu hal penting yang ingin dibicarakan," ucap Bi Jum menyampaikan amanah.


"Baiklah, katakan pada Papa tunggu aku, sebentar lagi aku akan pulang."


Setelah pesanannya selesai dikemas dan membayar semua pesanannya, Farhan langsung mengemudikan mobilnya pulang ke rumah. Jalanan yang lenggang membuat Farhan semakin leluasa dalam mengemudikan mobilnya dengan kencang.

__ADS_1


Saat tiba di rumah, Farhan mengerutkan keningnya kala melihat ada beberapa mobil yang terparkir di garasi rumahnya. Dan keningnya semakin mengkerut dalam saat melihat mobil yang tak asing baginya.


Mobil itu, kenapa bisa berada di sini?


Buru-buru Farhan turun dan segera masuk, ada banyak orang yang sudah berkumpul di ruang tamu.


"Assalamualaikum!" ucap Farhan sambil mengedarkan pandangannya.


Orang yang pertama kali dia cari adalah Ameera, dan terlihat wanita itu sedang duduk di sebelah Alisa dengan wajah tertunduk.


"Farhan, duduk!" titah Kenzo dengan suara datarnya dan wajah beringas.


Farhan melihat ke arah Safa, namun wanita itu hanya diam tak bergeming tidak menunjukkan sesuatu yang berarti. Di sana juga ada Arman, pria itu juga duduk di kursi rodanya dengan menghela nafas panjang berulang kali. Namun, diantara mereka semua, yang paling tak terduga adalah kehadiran Dion dan Erlin yang ikut bergabung di sana dengan wajah mereka yang menunjukkan kemenangan dan kesenangan. Seperti sudah tak sabar menanti pertunjukan yang sangat menarik.


Farhan semakin menebak apa yang sebenarnya sedang terjadi. Perlahan dia mendudukkan bokongnya dengan tak fokus, matanya terus mengamati Ameera yang sejak tadi tertunduk, tak sekalipun melihat ke arahnya.


Ada apa sebenarnya ini?


Farhan melihat ke arah Alisa berusaha meminta penjelasan dengan keadaan yang sedang mengukung mereka. Tapi, setiap raut wajah yang ditunjukan oleh adik iparnya itu juga sukar diketahui maksudnya.


"Farhan, Papa sudah tahu semuanya!" ucap Kenzo yang akhirnya memecah keheningan yang sejak tadi tercipta diantara mereka.


"Tahu, apa, Pa?" Farhan masih bertanya dengan raut wajah kebingungannya.


"Huh!" Kenzo mendengus kesal. "Kamu masih berniat menyembunyikan ini dari Papa dan pura-pura tidak tahu apapun?" cela Kenzo.


"Tapi, Farhan memang tidak tahu apa-apa, Pa!" sangkalnya.


"Sampai kapan kamu mau seperti ini terus? Papa sudah tahu tentang pernikahan kamu dan Ameera ini. Dan Papa tau dari orang lain. Jujur saja, Papa sangat kecewa terhadap kamu!" hardik Kenzo yang memang terlihat sangat kesal dan memendam amarah.


Dukung karya ini dengan berikan like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Berikan juga rate 5 ya guys ❤️❤️❤️


Terima kasih sudah bersedia mampir ❤️❤️❤️


__ADS_2