Sahabatku Suami Muhallilku

Sahabatku Suami Muhallilku
Curahan Hati


__ADS_3

"Bisakah Anda mulai menceritakan masalah yang sedang Anda hadapi?" tanya Mayang dengan suara lembutnya, bagi Ameera suara itu sangat menenangkan untuknya.


Ameera menarik nafas panjang sebelum mulai menceritakan apa yang mengganjal di hatinya dan menjadi beban untuknya. Sejak kepergian sang Ibu, baru kali lah dia menceritakan semua masalahnya pada seseorang.


Biasanya dia akan menangis dalam do'a yang ia panjatkan. Dia selalu mengadu apapun pada Rab-Nya.


"Sa-saya, saya...." Ameera ingin bercerita namun semua suaranya terasa tercekat di tenggorokan.


"Tenanglah, tidak apa-apa. Di sini ada aku, aku ini temanmu. Jika kamu mempunyai sebuah masalah yang membuatmu merasa bingung, kamu bisa menuangkannya padaku," ucap Mayang menenangkan, dia mengusap-usap punggung Ameera berusaha membuat Ameera menjadi jauh lebih tenang.


Ameera mengangguk dan tersenyum. Jiwanya terasa lebih tenang dan kini dia sudah benar-benar siap untuk berbagi cerita pada Mayang.


Ameera mulai menceritakan dai awal saat dia dipertemukan dengan Wenda dan Wenda tak menyetujui hubungannya dan Dion. Mereka menikah, Wenda selalu menghasut Dion dengan berbagai macam alasan, dan sikap Dion yang dingin setelah mereka menikah.


Dan pada akhirnya Dion menjatuhkan talak ketiga pada usia pernikahan mereka yang masih dua Minggu, bahkan kebahagiaan yang selama ini terpikirkan belum terukir di sana.


Hingga Dion mengajak Ameera kembali rujuk, namun ada kaidah agama yang harus mereka lakukan jika mau kembali bersama.


Dan sahabatnya mengajukan diri untuk menjadi suami Muhallil Ameera. Dia juga mengatakan dia sendiri tidak tahu maksud dari Farhan yang bersedia untuk menjadi suaminya itu.


"Jadi, apakah suami kamu yang sekarang juga bersikap sama dengan mantan suami kamu?" tanya Mayang dan mendapat gelengan kepala dari Ameera.


"Tidak, bahkan perbedaan sikap mereka sangat jauh. Mas Farhan bersikap sangat baik pada saya," ujar Ameera sembari tersenyum lembut.


"Selama kalian menikah, apakah dia pernah bertindak dan berkata kasar padamu?" tanya Mayang lagi.


"Tidak, saat kami masih menjadi sahabat dan setelah kami menjalani kehidupan rumah tangga, sikapnya masih sama," ucap Ameera.


"Tapi, yang saya bingungkan sebenarnya sikap yang dia tunjukan itu rasa cintanya atau hanya sekedar kedekatan biasa yang telah lama kami jalani?" Ameera benar-benar mencurahkan isi hatinya, tak ada lagi yang ia tutupi. Karena menurutnya semakin dia mengatakan semuanya, maka inti permasalahannya akan cepat terpecahkan.


"Sebenarnya, kamu sendiri dapat membedakannya. Karena rasa suka dan rasa cinta tetap memiliki perbedaan yang signifikan," ujar Mayang.


"Caranya, bagaimana?" tanya Ameeera dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Saat kamu mencintai seseorang, maka pasanganmu akan terlihat rupawan di momen apapun. Namun, jika rasa itu hanya sebatas suka, dia hanya akan terlihat baik di saat-saat tertentu saja," ujar Mayang.


"Sekarang, tinggal kamu amati sendiri bagaimana perasaanmu terhadap suamimu yang sekarang," imbuh Mayang.


"Lalu, ketidaksukaan pada diri seseorang dan risih padanya, apakah bisa kita artikan sebagai pudarnya rasa cinta?" ujar Ameera dengan wajah datar.


"Apakah rasa ketidaksukaan itu untuk mantan suamimu?" tanya Mayang.


Ameera menganggukkan kepalanya, Mayang tersenyum.


"Benar, karena rasa cinta kepada pasangan tidak bisa terbagi. Jika kamu telah mencintai pasanganmu yang baru, rasa yang pernah ada untuk sang mantan seiring berjalannya waktu pasti akan memudar perlahan kemudian menghilang," cetus Mayang.


"Namun, jika kamu masih belum bisa yakin dengan perasaanmu sendiri, kamu bisa memastikannya dengan beberapa cara," imbuh Mayang.


"Rasakan apakah kamu merasa senang bila berada di dekatnya, lebih sering tersenyum, merasa cemburu dan tanyakan pada diri sendiri apakah ada momen yang membuatmu tak sabar untuk segera bertemu dengannya? Jika kamu benar-benar menginginkan kehadirannya setiap saat, mungkin kamu sedang jatuh cinta," ucap Mayang menjelaskan.


"Terima untuk konsultasinya hari ini, saya akan mencoba langkah-langkah yang telah Anda beritahukan pada saya tadi," ucap Ameera.


"Sama-sama. Jika kamu membutuhkan teman bicara, kita bisa berkomunikasi via chat kapan saja," ujar Mayang.


"Mang Kardi, jika Mas Farhan bertanya ke mana hari ini kita pergi, jangan katakan kalau kita datang ke sini, ya!" ucap Ameera.


"Jadu, saya harus katakan kita pergi ke mana, Nya?" tanya Mang Kardi sambil melihat Ameera dari spion tengah.


"Katakan saja kalau kita pergi menemui Lisa, adik saya!"


"Baik," ucap Mang Kardi menurut.


...*****...


"Kenapa sikap Ameera dalam dua hari ini begitu berbeda?" Farhan bertanya-tanya sendiri.


Sebuah ide terlintas begitu saja di kepalanya. Dia mengambil ponsel dan mencari nomor telepon Safa, kemudian mendial Mamanya itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Ma!" ucap Farhan.


"Waalaikumsalam, apa kabar kamu, Farhan?" tanya Safa.


"Baik, Ma. Ada papa di samping Mama?" tanya Farhan dengan berbisik.


"Tidak ada, kenapa?" Safa bertanya balik. "Bukankah ini sedang jam kerja, kenapa kamu tiba-tiba menghubungi Mama?" tanya Safa lagi.


"A-ada yang ingin Farhan bi-bicarakan, Ma," cicitnya.


"Katakan saja, kenapa kamu terlihat takut begitu?"


"Ini menyangkut Ameera. Farhan hanya takut Papa mendengar percakapan kita," ujarnya kemudian menghela nafas.


"Ameera kenapa, Nak?" Ameera mulai serius mendengarkan.


"Farhan heran dengan sikap Ameera yang tiba-tiba berubah dalam dua hari ini, Ma. Perubahannya begitu besar hingga Farhan kadang tak mengenalnya," ucap Farhan mulai bercerita.


"Berbeda? Bagaimana maksud kamu? Katakanlah dengan lebih jelas, Farhan!" dengus Safa yang kesal dengan penjelasannya Anaknya yang terlalu ambigu.


"Dalam dua hari ini Ameera begitu manja pada Farhan, Ma. Tidak ingin lama-lama berjauhan dengan Farhan. Bahkan, selama Farhan di kantor terkadang dia juga sering menghubungi Farhan. Dan yang lebih mengherankan lagi, sekarang Ameera ingin makan yang aneh-aneh dan tak menentu, Ma." Farhan menjelaskan dengan menghela nafas dan memejamkan matanya. Jujur saja, dia takut dengan kepribadian Ameera yang sekarang.


"Benarkah dia berprilaku seperti itu?" tanya Safa memastikan.


"Benar, Ma. Apakah Ameera dirasuki oleh roh lain, Ma? Ataupun ada roh reinkarnasi orang lain yang masuk ke tubuhnya?" Farhan menerka-nerka ngawur.


"Farhan, reinkarnasi itu tidak ada dalam agama kita. Itu kepercayaan Hindu," tukas Safa.


"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada Ameera, Ma?" Farhan bertanya frustasi.


"Apakah Ameera sedang hamil?" tutur Safa.


Dukung karya ini dengan berikan like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Berikan juga rate 5 ya guys ❤️❤️❤️


Terima kasih karena sudah mau mampir ❤️❤️❤️


__ADS_2