Sahabatku Suami Muhallilku

Sahabatku Suami Muhallilku
Pindah Ke rumah Baru


__ADS_3

"Kalau alasan Mas adalah agar Dion tidak pernah menemui kamu lagi, bagaimana?" ucap Farhan.


Ameera masih terdiam, tak berani menjawab apapun karena melihat wajah serius Farhan saat mengucapkan kata-kata itu.


Ameera masih bungkam, memilih tak menjawab ucapan Farhan yang membuatnya tergagu. Sekejap suasana terasa hening karena mereka berdua sama-sama melihat ke lain arah.


Sepertinya ucapanku tadi menyinggungnya. batin Farhan


Ya Allah, apa yang harus aku katakan padanya? Jika aku mengatakan tidak apa-apa, bukankah itu berarti aku tidak lagi memikirkan Mas Dion. Sama saja dengan memberikan harapan pada Mas Farhan bukan? Aku takut dengan ucapanku sendiri....


Ameera menghela nafas panjang nan berat. Tertangkap di telinga Farhan.


"Meera, kamu sakit?" tanya Farhan yang telah mengalihkan perhatiannya pada sang Istri.


"Tidak, Mas. Hanya tidak sengaja menghela nafas seberat itu," jawabnya sambil tersenyum kikuk. Merutuki dirinya karena telah menghela nafas seberat beban hidup itu.


Tapi, setiap tarikan nafas panjang yang kita keluarkan kan memang mewakili perasaan tersendiri. Meringankan beban pikiran, dan membuang segala kecemasan dan kekhawatiran yang terlalu berlebihan.


"Mas, kita sudah berjalan sekitar empat puluh lima menit, kan? Tapi belum juga sampai. Apakah masih sangat jauh?" tanya Ameera yang memang sangat penasaran.


"Sudah tidak jauh lagi. Kalau kamu merasa kantuk bisa istirahat saja," usul Farhan.


Ameera hanya diam, tak menjawab dan juga tidak melakukan apa yang diucapkan oleh Farhan.


Ameera hanya menatap jalanan yang mulai lenggang karena sudah mulai masuk jam kerja. Jadi, sebagian besar orang-orang yang berlalu lalang di jalanan karena pekerjaan sudah mulai menyurut. Membuat Farhan semakin leluasa mengemudikan mobilnya dengan lumayan kencang.


Setelah beberapa waktu kemudian, mobil yang mereka tumpangi mulai membelokan diri ke dalam sebuah pekarangan yang terlihat mewah dan megah.


Saat satpam masih membukakan pintu pagar utama untuk mereka masuki, dari dalam mobil saja Ameera sudah dapat melihat kemegahan rumah yang akan mereka singgahi itu. Tapi, dia tidak berpikir kalau itu adalah rumah yang akan mereka tempati nanti.


Dia begitu takjub dengan semua interior yang menghiasi dan terukir di setiap sudut yang terlihat sangat detail.


"Masha Allah, rumahnya sangat bagus," ucapnya sembari terkagum-kagum dengan apa yang terlihat oleh matanya.


Farhan hanya melirik sekilas ke arah Ameera yang masih kagum dengan calon rumah mereka, namun dia tetap tidak mengatakan apa-apa.


Pagar besi berwarna putih yang menjulang tinggi itu terlihat seperti pagar istana kerajaan, pilar-pilar berwarna cream susu yang pasti berdiri kokoh membuat rumah semakin terlihat megah saat mata memandangnya. Dan ukiran di setiap sudut membuat rumah tampak sangat indah.

__ADS_1


"Ini rumah siapa, Mas? Kenapa kita singgah di sini?" tanya Ameera pada Farhan yang sedari tadi diam sambil mendengar kalimat-kalimat pujiannya.


"Nanti kamu akan tahu," jawab Farhan sambil mengelus kepala Ameera yang tertutup jilbab.


"Apa ini rumah rekan Mas Farhan? Kamu merasa kelelahan, Mas?" tanya Ameera bertubi-tubi. Begitulah dia, akan semakin cerewet jika satu pertanyaan yang dia utarakan tidak terjawab.


"Dosis cerewetmu semakin bertambah ya, Meera?"


Wajah Ameera semakin ditekuk. Cemberut dengan bibir yang dikerucutkan. Merasa kesal karena banyak pertanyaan yang diajukan tak satupun dijawab. Padahal, dia sangat penasaran.


Farhan kembali melajukan mobilnya. Sepanjang jalanan yang mereka lalui, di samping kiri dan kanan terdapat hamparan taman. Ada banyak jenis-jenis bunga yang disukai oleh Ameera. Terdapat berbagai macam jenis bunga yang berwarna-warni sudah tersusun rapi.


Semakin lama, pemandangan yang disuguhkan semakin memanjakan mata Ameera. Membut Ameera susah untuk berpaling. Dia hanya memperhatikan hamparan kembang-kembang dan pepohonan yang menambah keasrian jalanan yang mereka lalui itu.


Rasa penasarannya pun semakin menjadi-jadi, namun dia memilih bersabar untuk menunggu. Sesuai dengan perkataan suaminya tadi, sebentar lagi dia juga akan tahu itu rumah milik siapa.


Setelah sampai di depan pintu utama, sudah ada beberapa orang yang menyambut kedatangan Ameera dan Farhan.


Ameera turun dari mobil sambil terus memperhatikan sekelilingnya. Ada banyak ART yang menyambut mereka, lalu di mana sang pemilik rumah ini. Kenapa tidak ikut menyambut mereka, pikirnya.


"Selamat datang Tuan Farhan dan Nyonya Ameera," seru mereka serempak. Kebingungan jelas terlihat dari wajah Ameera.


"Bukankah kalimat itu sangat ambigu? Apakah dia tidak bisa mengatakan letak jelasnya? Sangat tidak sopan seperti itu,"gerutu Ameera berbicara sendiri.


"Maksudnya berada di dalam bagasi mobil," ucap Ameera membantu menjelaskan ucapan Farhan yang terdengar ambigu. Takut kalau para ART itu tidak dapat mengerti maksud dari ucapan Farhan.


Padahal, mereka sudah sangat mengerti dengan perangai Farhan yang terkesan dingin dan tidak neko-neko. Jadi, mereka pasti tahu apa yang dimaksud oleh Tuannya itu tanpa diperjelas sekalipun.


Para ART itu tersenyum ramah menanggapi ucapan Ameera. Mereka mengangguk dan membungkukkan badan saat Farhan dan Ameera melalui mereka.


Saat masuk ke dalam rumah, Ameera semakin takjub dengan interior dan desain rumah yang sangat mewah dan rapi. Bisa diperkirakan kalau barang-barang di sana pasti harganya selangit.


"Furniture nya sangat bagus, Mas." Ameera masih setia mengelilingi area rumah itu. Dia berdiri di tempatnya, hanya matanya yang berkeliling melihat kemewahan yang membuatnya berdecak kagum sedari tadi.


"Ya. Semua furniture ini dipesan secara khusus oleh Mama. Sebagian didapatkan dari lelang dan banyak juga barang-barang antik di sini," jelas Farhan.


"Bagaimana, kamu suka dengan rumah baru kita?" tanya Farhan, membuat mata Ameera membola karena kaget. Merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

__ADS_1


" Ini rumah kita, Mas?" tanya Ameera memastikan. Takut kalau dia salah dengar.


Namun, satu anggukan dari Farhan membuat dia langsung percaya kalau ini memanglah rumah yang akan mereka tempati.


Pantas saja Mas Farhan tidak mengizinkan aku membawa barang apapun kecuali pakaian. Aku masih berpikir kalau rumah kami sangat kecil. Ternyata, Masya Allah sekali.


"Mas, Meera minta maaf," ucap Ameera.


"Kenapa?"


"Tadi Meera sempat berburuk sangka terhadap kamu," akunya.


"Kamu pasti mengira rumah kita sangat kecil, kan? Karena Mas tidak membolehkan kamu membawa apapun," terka Farhan dan mendapat jawaban anggukan dari Ameera.


Saat mereka sedang berbicara, ada beberapa ART masuk dan berbaris di dekat Ameera.


"Meera, ini Bi Asih. Beliau yang akan membantu kamu memasak. Jika kamu menginginkan sesuatu, bisa katakan langsung padanya," terang Farhan.


"Dan yang ini adalah Bi Jum. Beliau yang akan membantu kamu membersihkan rumah ini," jelas Farhan lagi. Kemudian dia beralih pada wanita muda yang juga memakai seragam pelayan di dekat Bi Jum. "Mereka juga akan membantu Bi Jum membersihkan rumah. Jika ada yang kamu butuhkan, kamu bisa memanggil mereka."


"Yang itu Mang Kardi, beliau adalah supir pribadi yang telah Mas siapkan khusus untuk kamu. Kalau kamu akan bepergian ke manapun boleh meminta Mang Kardi untuk mengantar kamu," Farhan menunjuk ke arah pria yang belum terlalu tua yang mengenakan seragam khusus supir.


Ameera pun membaca nametag yang bertuliskan nama Kardi.


"Yang ini Mang Ujang, beliau ketua satpam di rumah ini. Dan yang dua orang itu penjaga yang juga bertugas menjaga keamanan rumah ini dan juga kamu," ujar Farhan.


Ameera tersenyum pada semua orang yang berada di situ.


"Mohon bantuan kalian semua untuk kedepannya," ucap Ameera.


"Nyonya, barang-barang ini akan ditaruh di mana?" tanya seorang ART yang membawa tas berisi pakaian Ameera.


"Bawa ke kamar utama," titah Farhan.


"Ayo, kita masuk ke kamar." dengan merangkul sang Istri, Farhan dan Ameera melangkah ke kamar dengan menggunakan lift.


Dukung karya ini dengan berikan like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Berikan juga rate 5 agar Author tambah semangat untuk update.


Terima kasih ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2