SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 18


__ADS_3

"Kita lihat saja pertandingannya dan kamu harus belajar banyak, jangan tau hanya mengagumi orang saja," nasehat Senja.


"Siap Master, laksanakan," kata Momo hormat grak.


iuaia


Dimas vs Ruda


**DIMAS WINS


RUDA.K.O**


(Authornya terlalu lelah untuk menuliskan pertarungan mereka)


Kini tinggal DIMAS, EKO, EKA, MORGAN, HENDRI, FINO, ZIKO, TEMI, GANO, JEKI, WARDI, LIANO, VIKO, KIANO, GILANG, TENIS dan DERI.


"Baiklah itu nama pemenang sementara, dan mereka harus melawan satu sama lain untuk menentukan 3 orang pemenang selanjutnya, mari kita saksikan kembali pertandingan merebut juara 1 2 dan 3, pertandingan di mulai," tariak pembawa acara itu kembali.


Pertandingan di mulai.


xxx


"Kini sudah kita ketahui ketiga orang itu adalah Dimas, Eka dan Ziko, dan untuk penantang perempuan silakan naik ke atas panggung untuk memeilih siapa yang mereka tantang."

__ADS_1


"Di mulai dari Senja, kamu ingin menantang siapa?"


"Dimas," jawab Senja.


"Baiklah yang bernama Dimas segara naik ke panggung," panggil pembawa acara.


Dimas turun dengan senyum liciknya, sepertinya dia sangat percaya diri jika dia bisa menang.


SENJA vs DIMAS


Memberi hormat.


Mulai.


Kalung itu jatuh ke lantai, Senja terdiam sesaat kalungnya jatuh dan ketika ia mau mengambil kalung tersebut Dimas menendang tangan Senja dan kalung itu terpelanting ketepi panggung.


"Ini yang kau inginkan, bahkan kau tidak membiarkanku mengambil kalungku," ujar Senja geram.


Guntur berdiri dari kursinya, kenapa ia sangat familiar dengan kalung itu meski tampat dari jauh, ia mendekati kalaung tersebut, dan ternyata ia sangat mengenali kalung tersebut. Ia mengengamnya erat-erat.


Senja menarik nafas dalam-dalam dan menyimpannya di perut biar dia ada tenaga melawan Dimas.


Senja menendang perut Dimas dengan gampangnya Dimas memegang kaki Senja, kesempatan, kaki yang satunya lagi Senja menedangnya di dada Dimas hingga Dimas mundur.

__ADS_1


"Aku tak menyangka kau punya tak-tik yang tidak kumengerti," puji Dimas.


"Orang yang banyak bicara biasanya akan mati lebih cepat," balas Senja. Sedangkan Guntur kembali melihat pertandingan sambil mengengam kalung Senja.


Mereka berdua langsung melakukan penyerangan bertubi-tubi. Senja menghantam leher Dimas dan Dimas menendang kaki Senja, tapi Senja tahan dengan kaki sebelahnya lagi, membuat Senja jatuh kebelakang, mereka kira Senja kalah, sebenar inilah kesempatan Senja. Senja memegang tangan Dimas dan menendang perut Dimas dengan kedua kakinya kemudian gerakan berguling, kini Senja di atas tubuh Dimas dan Senja menghantam dada Dimas tiada henti hingga wasit turun tangan memberhentikan Senja.


"Cukup dia sudah tidak sadarkan diri," teriak wasit memeluk tubuh Senja dari belakang.


"Saya tau kamu sangat marah karena dia telah memutuskan kalungmu dan dia tidak memberimu kesempatan untuk mengambilnya, tapi jika dia mati di pertandingan kita akan kena masalah," kata wasit kepada Senja.


"Jika kamu sudah tau aku marah karena kalungku, kenapa kamu tidak memberhentikannya dulu dan membiarkanku mengambil kalungku," ujar Senja marah.


"Bukan begitu, ini adalah pertandingan, jika kamu teralihkan oleh suatu benda kamu akan kalah," jelas wasit itu.


"Tidak peduli aku teralihkan atau tidak, barang milikku jangan sampai di sentuh orang lain, apa lagi orang itu tidak bertanggung jawab," tukas Senja marah.


Wasit terdiam mendengar ucapan Senja


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2