SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 37


__ADS_3

"Katakan seperti ini saja, kau membawaku ke situasi yang sangat tidak menyenangkan bagiku hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa, apa lagi di depan nenekmu, aku tadi akan berjanji akan menghabisi mu, jangan harap aku akan memaafkan mu," ucap Senja membalas dendam.


"Senja, lepaskan aku dulu, mari kita bicara baik-baik, akan aku jelaskan kenapa seperti ini," ucap Guntur melemah. Senja terdiam dan tak bergeming.


"Aku mohon Senja, aku juga di posisi sulit, jika aku tidak merahasiakannya maka kau pasti tidak akan membantu ku, aku mohon Senja," ucap Guntur melemah.


Senja tetap tidak melepaskannya, namun ia sedikit melonggarkan cengkramannya.


"He-he-he, kesempatan," ucap Guntur dalam hati, ia mengangkat kepalanya dan dengan sigap memegang tangan Senja lalu memutarnya dan memeluk Senja dari belakang.


Senja terbelalak tak percaya, ia bisa-bisanya melepaskan kewaspadaannya di hadapan pria licik ini, di tambah pria itu berani memeluknya.

__ADS_1


"Hey, diam lah, aku ingin berbicara denganmu," ucap Guntur memeluk erat Senja, dan membanggongkan Senja menurut dan ia diam seperti di hipnotis, apa pria ini punya kekuatan khusus hanya dengan melihat wajahnya bisa terhipnotis.


"Sebenarnya, nenek ku sangat ingin aku menikah, di antara calon yang ia pilih, satu pun aku tidak ada yang menyukai, setiap para artis berdatangan ke rumah aku sungguh tak tertarik, aku tau sekretaris ku juga menyukai ku, tapi aku tidak suka dengannya, hingga sampailah aku bertemu dengan mu di acara pertandingan bela diri itu, aku buka hanya terkesima dengan kecantikan mu, aku juga sangat suka dengan sifat sombong mu itu dan sifat sombong mu itu tidak main-main, kau berkata begitu karena kau mampu, aku sangat menyukai wanita tangguh, sorenya aku di telpon oleh nenek ku karena ada acara kumpul keluarga dan mendesak ku untuk membawakan cucu menantunya karena dari awal aku berjanji ingin membawakan di hadapannya, karena menurutku kau adalah wanita yang pantas, jadi tentu saja aku membawamu, dan juga agar bisa menyenangkan hati nenek, nenek ku sudah tua, hanya dia yang paling baik denganku antara bibi dan paman ku yang lain, jadi dengan terpaksa aku membawamu demi nenek, aku harap kau memaafkan ku demi nenek, karena dia adalah wanita yang sangat penting bagi ku," ucap Guntur panjang lebar.


Senja menunjal kepala Guntur kebelakang. "Kali ini aku memaafkan mu, jika lain kali aku benar-benar akan mematahkan lehermu," ucap Senja.


Senja ingin membuka pintu. "Tunggu dulu!" ucap Guntur.


"Ada apa lagi?" tanya Senja.


"Aku tidak membutuhkan semua hadiah itu, berikan saja itu kepada wanita yang kau suka," ucap Senja membuka pintu. Guntur mendekati dan menutup kembali pintu itu.

__ADS_1


"Wanita yang aku suka itu adalah kamu," ucap Guntur mengunci pintu itu agar Senja tak bisa keluar.


"Tapi aku tidak menyukaimu dan aku tidak mengizinkan kau menyukaiku," ucap Senja ketus.


"Aku tak perlu izin darimu, karena cinta ini datang dengan sendirinya," ucap Guntur.


"Dasar menyebalkan! Buka kunci pintu mobil itu!" ucap Senja kesal.


"Sudah aku katakan aku akan mengantarkan mu pulang," ucap Guntur menginjak pedal gas mobil melajukan di jalanan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan


Terima kasih


__ADS_2