SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 25


__ADS_3

Mereka menarik tangan Senja masuk ke dalam mobilnya dan mereka pun melajukan mobilnya di jalanan.


"Berhenti!" teriak Senja.


"He-he-he, jangan teriak seperti itu, kita kan bersenang-senang nanti," ucap pria itu tertawa, sedangkan kedua temannya memegang tangan Senja.


"Benar, kau juga akan merasa puas," ucap temannya itu membuat Senja menjadi jijik.


Sampailah di suatu tempat yang sepi, yaitu gedung tua yang sudah lama terbengkalai.


"Ayo keluar," ucap mereka membawa Senja masuk ke dalam gedung terbengkalai itu.


"Mari kita bersenang-senang sayang," ucap mereka yang sudah tak sabar lagi.


"Heh! Kalian menganggap aku wanita lemah ya, aku dari tadi tidak melawan karena untuk memukul kalian aku tidak ingin di keramaian, ternyata kalian tau tempat yang cocok untuk aku memukul kalian," ucap Senja menyengir.


"Apa yang dia katakan?" tanya mereka yang sibuk membuka celananya.


Senja menendang bagian utama pria yang ada di depannya.


Duak!


Hantaman keras ke bagian utama itu membuat pria itu terdiam dan seketika pingsan.


Kedua temannya terkejut dan langsung menangkap Senja. Dengan sigap Senja menghindarinya lalu menangkap ujung baju pria itu lalu menghempasnya ke lantai, tak habis di situ, ia menarik kedua pria itu ke atas lalu memutarnya dan membantingnya ke tembok. Senja mendekatinya lalu menginjak kepala pria itu dan temannya, Senja menendangnya hingga pria itu terguling lalu ia meninjunya. Ke tiga pria itu seketika pingsan semua.


"Sangat mudah, berani mengganggu ku, itu akibatnya," ucap Senja keluar dari gedung itu dan ia melihat ke arah mobil pria itu.


"Hm… lebih baik aku pulang dengan mobil mereka," ucap Senja naik ke dalam mobil lalu memutar kunci mobilnya dan menghidupkan mobilnya.


Senja pun melajukan mobilnya di jalanan menuju tempat tadi ia berada.


"Eh di mana guru ya bukannya tadi dia mengirim lokasinya di sini tanya Momo melihat ke kiri dan ke kanan mencari Senja


Momo pun menghubungi Senja

__ADS_1


Tuuut


Tuuut


Tuuut


Triring


Triring


Triring


Ponsel milik Senja berbunyi dan ia pun segera mengangkatnya.


"Halo Momo," jawab Senja.


"Guru di mana?" tanya Momo.


"Aku sedang menuju ke sana, kamu tetaplah di sana," ucap Senja.


"Baik Guru," ucap Momo memutuskan panggilannya.


"Wow... guru dapat mobil dari mana?" tanya Momo melihat mobil sport yang di bawa Senja.


"Ayo ikut aku," ucap Senja.


"Ke mana?" tanya Momo.


"Ayo cepat masuk mobil, dan ikut aku," ucap Senja.


"Baik Guru," ucap Momo masuk ke dalam mobilnya. Senja terlebih dahulu melaju dan di ikuti Momo dari belakang.


"Hm… kira-kira ke mana guru akan pergi ya?" tanya Momo berpikir.


Sesampainya mereka di tempat sepi, Senja memberhentikan mobilnya. Momo juga berhenti di belakangnya.

__ADS_1


Mereka secara bersamaan keluar dari mobil. Senja menuju ke belakang mobil dan mendorongnya dengan kuat hingga mobil itu terjun ke jurang.


"Oh My God, apa yang guru lakukan!" teriak Momo.


"Kau lihat sendiri jika aku membuangnya," ucap Senja mengangkat bahunya.


"Maksudnya, kenapa guru membuang mobil keren itu ke jurang, kenapa tidak guru gunakan untuk kendaraan Guru saja," jawab Momo tak percaya apa yang di lakukan Senja.


"Itu bukan milikku, aku tidak ingin memakai yang bukan milikku," jawab Senja melihat mobil itu yang sudah jatuh.


"Jika itu bukan milik guru kenapa guru membuangnya?" tanya Momo.


"Itu karena mereka sudah berani menggangguku, aku tidak akan berbaik hati kepada mereka karena sudah kurang ajar padaku, bersyukur jika mereka tidak mati di tanganku," ucap Senja.


"Guru sangat kejam, tapi aku suka," ucap Momo tersenyum dan mengacungkan jempolnya.


"Ya sudah, ayo kita pergi," ucap Senja.


"Kemana?" tanya Momo.


"Kembali ke kampus, ayam tadi aku belum sempat memakannya," ucap Senja.


"He-he-he, tenang, ada di dalam mobilku, Guru bisa memakan sepuasnya," ucap Momo.


Mereka pun naik mobil dan Momo mengendarainya, sedangkan Senja melahap ayam panggang itu di dalam mobil.


Mobil terus melaju di jalanan menuju kampus, karena pertandingan kampus itu belum selesai.


"Aaaakkkkk..." Senja kekenyangan dan ia menyambar sebotol mineral dan meminumnya.


"Sini, biar aku yang bawa, jika seperti ini mungkin tahun depan baru akan sampai," ucap Senja.


"Guru saja meledekku," ucap Momo keluar dari mobil dan berganti dengan Senja.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2