SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 51


__ADS_3

"Momo, ayo bangun," ujar Senja dengan mata yang masih sayup, ia menggoyang-goyangkan tubuh Momo.


"Hm… sebentar lagi," ucap Momo menepis tangan Senja dengan mata yang masih terpejam.


Bruuum saat


Bruuum


Bruuum


Suara mobil yang memasukkan pekarangan rumah Momo.


"Hm … suara mobil apa itu?" tanya Momo dengan mata terpejam.


Senja berdiri dan mendekati Jendela dan melihat mobil Guntur.


"Ngapain dia ke sini?" tanya Senja. Ia pun kembali baring ke ranjang dan menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.


"Master, kenapa Master kembali tidur?" tanya Momo yang giliran dia yang bangun.


"Aku tiba-tiba merasa sakit perut, hari ini aku libur dulu," ucap Senja.


"Begitu ya, ya udah aku kuliah sendirian saja," ucap Momo bangun dari tempat tidurnya dan berdiri ingin ke kamar mandi.


"Eh tunggu dulu, tadi mobil siapa?" tanya Momo balik badan dan menuju jendela kamarnya dan melihat keluar.

__ADS_1


"Oh my God, ternyata mobil Tuan Guntur, oh iya, dia bilang ingin mengajak kita pergi ke kerja di rumahnya," ucap Momo melihat ke arah Senja. "Hm … aku tau kenapa Master begini, bukan karena tidak ingin pergi kuliah, tapi tidak ingin di bawa bekerja ke perusahaan Tuan Guntur," tebak Momo.


Momo keluar dari kamar dan ia menuju keluar rumahnya, terlihat Guntur dan neneknya keluar dari mobil.


"Tuan, Nyonya, apa kabar?" tanya Momo menundukkan kepala memberi hormat.


"Baik, di mana Senja?" tanya nenek.


"Dia … dia ada di dalam, sebenar Nyonya, saya panggilkan," ucap Momo berlari ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar.


"Master! Master! Ayo bangun, itu Tuan Guntur datang," ucap Momo menggoyang tubuh Senja.


"Sudah aku bilang, aku sakit perut," ucap Senja.


"Masalahnya Guntur datang bersama neneknya mana mungkin aku berani berbohong dengan Neneknya," ucap Momo.


Dengan loyo, Senja terpaksa berdiri dengan lemas menuju keluar. Dengan rambut yang masih acak kadul dan masih memakai baju tidur.


"Senja, kamu baru bangun?" tanya Nenek tersenyum.


"Eh Iya nek," jawab Senja mengangguk.


"Ya sudah ayo berangkat," ajak Nenek.


"Ha? Seperti ini?" tanya Senja.

__ADS_1


"Iya," angguk Nenek.


"Tapi …." ucap Senja terhenti, tidak mungkinkan wanita tua ini beneran mengajak dia dengan wajah semberaut dan rambut acak-acakan?


"Sudah tidak apa-apa, nggak perlu kamu pikirkan, ayo saja, pulang ke rumah nenek dan ganti baju di sana saja," ucap Nenek tak sabar dan menarik tangan Senja.


Dengan terpaksa Senja mengikuti nenek masuk ke dalam mobil, Momo pun mengikuti Senja dan naik ke dalam mobil Guntur.


Nenek duduk di samping Senja dan Momo duduk di kursi penumpang depan.


Mobil pun perlahan-lahan meninggalkan rumah Momo.


"Setelah Nenek pikirkan, nenek dan Guntur memutusakan menepatkan kamu dan temanmu itu menjadi manajer, apa kamu suka?" tanya nenek.


"Hm … suka." terpaksa Senja mengangguk, ia sendiri tidak tahu apa pekerjaan di perusahaan itu.


"Baguslah jika begitu," ucap Nenek mengambil ponsel lalu menelpon asistennya.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo Nyonya," jawab asistennya.

__ADS_1


"Tolong kamu belikan baju kantor untuk wanita dan jas ukuran L," ucap nenek.


"Baik Nyonya," jawab asistennya. Nenek pun memutuskan Panggilannya.


__ADS_2