SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 45


__ADS_3

"Dia sudah mengambil uangnya pak, mungkin ada di dalam dompetnya," ucap Senja.


Warga itu pun memeriksa dompet pria itu dan menemukan beberapa lembar uang.


"Nah benar, ini duitnya," ucap Senja.


"Kurang ajar! Itu uangku kembalikan!" teriak pria itu tak terima. Warga itu menyerahkan uang itu kepada Senja.


"Ini uangnya dek," ucap seorang bapak-bapak.


"Terima kasih," jawab Senja menerima.


"Hey! Kalian jangan percaya padanya, dia sudah membunuh dua temanku lainnya," ucap pria itu.


"Kamu jangan membela diri lagi, ayo kita bawa ke kantor polisi," ucap warga itu.


Senja pun pergi meninggalkan kerumunan itu. "Heh! Seharusnya dia sudah tahu jika melakukan kejahatan harus ada sesuatu yang di bayar, bahkan itu harus membayar 2x lipat," ucap Senja.


Terlihat wanita itu ada di samping Momo dan ia tidak menangis lagi.


"Terima kasih banyak ya, bila tidak ada kamu aku benar-benar sudah habis oleh mereka," ucap wanita itu menghampiri Senja.


"Ini," ucap Senja menyodorkan uang kepada wanita itu.


"Uang? Untuk apa?" tanya Wanita itu heran.


"Punya mu," ucap Senja.


"Tidak, uang ku baik-baik saja, mereka belum sempat mencurinya," ucap wanita itu menggeleng.


"Ini adalah uang mereka, bayaran atas apa yang mereka perbuat pada mu tadi, ambil saja ini rezeki mu," ucap Senja.


"Terima kasih," ucap wanita itu menerimanya.


"Kamu habis dari mana?" tanya Senja.

__ADS_1


"Dari kerja," ucap wanita itu. Mendengar itu Senja jadi bersemangat.


"Kerja apa?" tanya Senja dengan mata berbinar.


"Kerja di tempat sebuah karaokean."


"Apa ada lowongan di sana?"


"Hm… sepertinya tidak," jawab wanita itu mengingat-ingat.


"Begitu ya," ucap Senja terlihat kecewa.


"Kamu ingin bekerja?" tanya wanita itu.


"Iya, aku membutuhkan pekerjaan," jawab Senja.


"Mungkin aku bisa bantu untuk memasukkan kamu ke sana," ucap wanita itu.


"Benarkah?" tanya Senja terlihat sedikit senang.


"Iya, ayo kita ke sana sekarang, karena kamu sudah bantu aku, aku pasti akan berusaha bantu kamu," ucap wanita itu.


"Tidak perlu seperti itu, siapa nama mu?" tanya wanita itu.


"Senja."


"Nama ku adalah Yeti," ucap wanita itu. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan meluncur pergi ke tempat karaoke itu.


Sesampainya di sana sesuai petunjuk Yeti, mereka pun keluar dari mobil dan menghampiri tempat tersebut.


"Ayo masuk, aku akan mempertemukan langsung kamu dengan pemiliknya," ucap Yeti.


Mereka pun masuk ke dalam dan dari luar Yeti mengetuk pintu di sebuah ruangan.


Tok!

__ADS_1


Tok!


Tok!


"Siapa?" terdengar suara pria dari dalam ruangan.


"Ini Yeti bos," jawab Yeti.


"Ada apa?" tanya pria itu.


"Ada teman Yeti yang ingin melamar kerja di sini," ucap Yeti.


"Aku tidak membutuhkan pekerja lagi," jawab pria itu.


"Yeti mohon bos, tolong terima teman Yeti, mereka membutuhkan pekerjaan," ucap Yeti memohon.


"Kamu tidak perlu seperti ini, jika tidak ada ya sudah," ucap Senja.


Cklek!


Pintu terbuka


"Bos," lirih Yeti saat melihat pria yang di sebut bis itu keluar.


Pria itu menatap Senja. "Jadi siapa yang ingin melamar?" tanya pria itu.


"Mereka berdua," ucap Yeti.


"Jika dia aku terima, yang pria itu aku tidak terima," ucap bos itu.


"Jika begitu kami tidak jadi," ucap Senja berbalik badan.


"Tunggu dulu! Baiklah, aku terima," ucap pria itu terpesona melihat Senja.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan


Terima kasih


__ADS_2