
"Siapa yang peduli dengan ucapanmu, jika kau melakukan hal di luar batas lagi, aku tidak akan segan-segan memotong tubuhmu yang indah itu," ancam Senja dengan tatapan membunuh.
Nyali Yessy seketika menciut melihat tatapan Senja, jika di Bandung Guntur, Senja lebih menakutkan.
Senja kembali ke dalam. Terlihat dari kejauhan, Guntur tersenyum, ia mendekati Senja.
"Semuanya, aku perkenalkan, dia adalah Senja, mulai hari ini dia adalah pengawal pribadiku, jadi jika kalian tidak mau berakhir seperti wanita tadi, jadi jangan membuat perilaku di luar batas. Apa kalian mengerti?" tanya Guntur.
"Mengerti," jawab para karyawannya.
"Baiklah, kalian semua kembali bekerja," ucap Guntur.
"Baik Tuan," jawab mereka menurut. Para karyawan kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"Aku ingin berbicara pada mu sesuatu," ucap Senja serius.
"Ya sudah, ayo kembali ke ruangan ku," ajak Guntur yang terlebih dahulu berjalan menuju ruang utama.
__ADS_1
Senja mengikutinya dari belakang dan kemudian menutup pintu. Guntur duduk di sofa sambil melihat Senja.
"Katakan kau mau apa?" tanya Guntur.
"Aku ingin bayaran ku separuhnya di bayar di muka," jawab Senja terus terang, saat ini ia sangat membutuhkan uang untuk makan dan tempat tinggal.
Ia sudah banyak merepotkan Momo meskipun Momo sangat senang, setelah ia punya pekerjaan, ia bisa tinggal sendirian.
"Aku akan membayar mu penuh, asalkan kau katakan untuk apa kau minta di muka," ucap Guntur meletakkan tangan kirinya di sandaran sofa dan menaikkan kakinya sebelah.
"Itu … aku gunakan untuk makan dan sewa tempat tinggal, aku tidak mungkin terus makan dan tinggal gratis di rumahnya sekalipun dia tidak mempermasalahkannya," jawab Senja jujur.
"Aku ingin tunai, aku tidak punya ATM," jawab Senja datar.
"Jeff, ambilkan uang di bank 20 juta, karena 30 jutanya lagi ada di ATM-ku, aku akan memberikan padamu agar nanti tidak hilang," ucap Guntur.
"He-he-he itu juga bagus jika dia tinggal sendiri, tinggal bersama seorang pria juga tidak bagus meskipun pria itu pria kaleng, jika wanita dan pria satu rumah, mereka pasti akan melakukan sesuatu," ucap Guntur dalam hati sambil menyengir.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Senja pelan.
"Hm?"
"Tidak ada," jawab Senja membuang wajahnya ke samping.
"Haish … tidak menyangka ada hari ini, aku berterima kasih kepada pria yang menyebalkan ini," gerutu Senja dalam hati sambil melihat tembok.
"Aku yakin dia mengatakan sesuatu, tapi apa?" tanya Guntur dalam hati menatap Senja lekat.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Senja menekuk alisnya.
"Eh bukan apa-apa, oh ya, aku akan ada perjalanan bisnis keluar negeri, jadi kau harus ikut aku. Tempat yang akan aku datangi ini adalah di mana negara akan di adakan kompetisi internasional, jadi aku sekalian membawa kau untuk melihat tempatnya, kita akan tinggal di sana beberapa hari agar kau bisa menguasai tempat itu," ucap Guntur.
"Di mana?" tanya Senja penasaran.
"Di negara B," jawab Guntur.
__ADS_1
"Ayolah, negara B itu ada tempat aku sering ikut kompetisi di kehidupan ku dulu, tentu saja itu tidak asing, jika dia ingin membawaku ya sudahlah, mana tau aku bisa bertemu teman lama di sana," ucap Senja dalam hati.
"Iya, aku akan ikut," jawab Senja setuju.