SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 40


__ADS_3

Guntur menatap kepergian Senja dengan tersenyum.


"Hm… aku tidak akan menyerah Senja, aku akan terus mengejar mu hingga kau jatuh cinta padaku," ucap Guntur.


"Setelah dia jatuh cinta..." sang supir di belakang sedang meletakkan tangannya di dagu sambil berpikir sambil melihat ke arah langit. Guntur melihat kebelakang menatap supirnya


"Setelah jatuh cinta aku akan menikahinya," sahut Guntur.


"Cepat masuk mobil," perintah Guntur.


"Baik Tuan," angguk supir itu. Mobil Guntur pun meluncur ke jalanan menuju kampus.


Sesampainya senja di kampus, mereka langsung menuju kantin kampus untuk sarapan.


Beberapa pria datang mendekat dan duduk di depan Senja.


"Boleh kami duduk di sini?" tanya pria itu tersenyum.


Senja menatap pria itu dengan tatapan dingin. "Kalian lebih baik menjauh, aku sedang tidak suka saat makan di ganggu," ucap Senja datar.


"Kami ke sini hanya ingin berteman saja, tidak punya niat jahat," ucap Pria itu.


"Aku yang pergi atau kalian yang pergi," ucap Senja menatap tajam mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba saja mereka berlutut di depan Senja. "Master, tolong terima kami menjadi murid mu, kami mohon," ucap mereka sambil mengatup kedua tangannya memohon.


Senja menatap mereka sayup. "Aku tidak menerima murid," ucap Senja.


"Kami mohon Master, terima kami menjadi murid," ucap mereka memohon sambil memegang kaki Senja.


Tiba-tiba Guntur datang ke kantin itu, karena ia tahu di mana pun Senja berada, karena ia sudah memasang GPS di kalung tersebut.


Senja melihat kedatangan Guntur dan ia menyengir.


"Baiklah, aku akan terima kalian menjadi murid ku, dengan syarat kalian harus bisa mengalahkan dia," ucap Senja menunjuk ke arah Guntur.


"Tuan Ceo? Tapi bagaimana mungkin kami menyerang orang penting itu, bisa-bisanya kamu malah di penjara seumur hidup," ucap mereka panik.


"Jika kalian tidak bisa, jadi tidak ada yang perlu kita bicarakan," ucap Senja.


"Permainan atau bukan, kau seharusnya sudah tau Tuan Ceo yang terhormat," balas Senja.


"Aku ikut saja permainan mu sampai kau jenuh," ucap Guntur.


"Maaf ya Tuan Ceo, kami harus melakukannya," ucap para pria itu menundukkan kepala ke arah Guntur, sedangkan Guntur terus menatap Senja.


Para pria itu menyerang Guntur saling bergantian, dan tentu saja Guntur menghindarinya dan melawan mereka.

__ADS_1


"Ayo kita pergi, aku tidak tertarik tontonan yang membosankan ini," ajak Senja dan mereka pun keluar dari pintu belakang.


"Master, sepertinya tuan Ceo sangat menyukai mu," ucap Momo.


"Tapi aku tidak menyukainya," jawab Senja berjalan cepat.


"Kenapa Master tidak menyukainya, dia itu tampan, kaya, sungguh pria yang sempurna," ucap Momo.


"Momo, aku harap kau tidak mendukung pria itu untuk menyukai ku, kita di perahu yang berbeda," ucap Senja.


"Maaf Master," ucap Momo merasa bersalah.


"Benar apa kata Master, kita harus punya prinsip," ucap Momo dalam hati.


Mereka pun masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursinya.


Tak la kemudian para pria itu datang ke ruangan di mana Senja berada.


"Master! Master! Dia sangat kuat, lihatlah kami semuanya babak belur, sepertinya kami tidak mampu untuk mengalahkannya," ucap pria itu.


"Jika kalian atau salah satu dari kalian bisa memukulnya, maka aku akan menerima kalian menjadi murid ku," ucap Senja.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan


Terima kasih


__ADS_2