
Momo membawa masuk ke dalam kotak kaca itu ke dalam rumah, sedangkan Guntur pergi meninggalkan rumah Momo.
"Astaga! Orang kaya mah beda hadiahnya," ucap Momo dengan mata berkilau-kilau melihat berlian di dalam kotak kaca itu.
"Ngomong-ngomong Master sudah tidur belum ya?" tanya Momo. Ia menutup pintu dan kemudian lari kecil masuk ke dalam kamar dan mendapati Senja sudah tidur.
"Astaga Master, ini baju mahal kenapa di campakan begini, ya Ampun," ucap Momo memungut baju ungu Violet yang penuh dengan blink itu di tong sampah di dalam kamarnya.
Momo mengambil baju itu dan mengantungkan dengan anger baju.
"Baju ini harus ku cuci besok, sangat sayang jika di buang begitu saja, kenapa Master membuangnya baju secantik ini," ucap Momo.
xxx
Keesokan paginya, Senja bangun dan melihat kotak kaca di atas meja ruang tamu.
__ADS_1
"Kenapa kotak ini ada di sini?" tanya Senja menatap kotak itu manyun.
"Eh, Master sudah bangun, hoamm..." ucap Momo yang baru saja bangun dan masih mengantuk.
"Kotak itu… kenapa di sini?" tanya Senja m menunjuk ke arah 4 buah kotak kaca itu.
"Itu kata Tuan pemberian dari nenek, katanya nenek akan sangat marah jika Master tidak menerimanya," ucap Momo.
"Ukhhh… ya sudah, ambil saja barang itu untuk mu, aku tidak membutuhkan itu semua," ucap Senja kesal.
"Ayolah Master, mana mungkin aku memakai baju perempuan, aku kan pria," ucap Momo mengidip-ngidipkan matanya.
"Mana mungkin aku mengambilnya, Tuan itu memberikannya kepada Master, bukan padaku, ya sudahlah, aku simpan saja, suatu saat nanti Master pasti akan membutuhkannya," ucap Momo mengangkat kotak itu ke dalam kamarnya lalu menyimpannya di dalam lemari.
"Wah... isinya sangat mewah dan mahal, sayangnya bukan milikku," ucap Momo tak rela.
__ADS_1
Senja bersiap-siap memakai baju untuk berangkat kuliah bersama Momo, saat mereka sedang memakai sepatu, Sebuah mobil mewah datang dan berhenti di depan rumah Momo.
Senja menatap mobil itu dengan wajah datarnya tanpa ekspresi. Guntur keluar dari mobilnya dan menghampiri Senja.
"Ayo aku antar ke kampus, aku juga ada urusan di kampus," ajak Guntur.
"Kau… sudah aku katakan, jangan mengikuti ku lagi, berhenti mengikuti ku seperti seorang penguntit, apa kau tidak punya pekerjaan?" tanya Senja dengan tatapan tajam.
"Bukan begitu, aku datang hanya ingin mengajak mu berangkat bersama karena menurutku tidak salahnya jika aku menjemput mu," ucap Guntur.
Senja mendekati Guntur dan menatap mata Guntur dengan lekat, ia menatapnya beberapa saat.
"Jangan membuatku tidak nyaman, jangan menganggap kita seolah-olah kenal dekat, aku tidak mengenalmu Tuan Ceo yang terhormat, dan kau… katakan saja pada nenekmu yang sebenarnya bahwa kita adalah orang asing, aku tidak mau membuat perkara ini semakin berlarut-larut, jujur adalah hal yang harus kau lakukan, dan barang-barang mu aku akan kembalikan lagi, jika kau tidak mau aku akan datang sendiri untuk untuk mengantarnya dan mengatakan yang sebenarnya," ucap Senja meninggalkan Guntur dan masuk ke dalam mobil Momo.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih