SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 63


__ADS_3

"Kenapa harus menjemput ku? Apa kau tidak sibuk? Aku bisa pergi bersama Momo," ucap Senja.


"Tidak apa, aku juga sekian bisa memantau kampusku," ucap Guntur.


Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan pun datang.


"Silakan di nikmati Tuan, Nona," ucap pegawai Tiu tersenyum ramah meletakkan makanan itu di hadapan mereka.


"Terima kasih," ucap Guntur.


Guntur mengambil piring yang berisi daging lalu memotongnya dengan elegan. Senja juga memotong steak daging untuknya.


"Nih untuk kamu," ucap Guntur menyerahkan piring yang berisi potongan steak.


"Terima kasih," ucap Senja menerimanya dan Guntur mengambil piring milik Senja.


"Ini apa maksud dia? Ingin mengambil hatiku kah?" tanya Senja dalam hati sambil melihat Guntur yang sedang memasukkan steak ke dalam mulutnya.


Ow … itu menyilaukan, karena ke eleganan Guntur makan membuat setiap yang memandangnya terpukau, bukan hanya cara makannya yang sopan bak raja, wajahnya sangat mempesona, yang melihat ke arahnya mereka saling bertabrakan satu sama lain karena gagal fokus.

__ADS_1


Senja menancapkan garpu di potongan daging itu, ia melihat seorang pria diam-diam mengambil dompet di salah satu tas wanita.


"Ada apa Senja?" tanya Guntur. Senja berdiri dan ia berjalan mendekati pria itu.


Pria itu menyadari jika Senja mendekatinya, ia ingin berlari dengan sigap, Senja menarik baju bagian belakang.


Pria itu berusaha melepaskan diri. "Hey! Lepaskan!" teriak pria itu.


"Berikan barang yang kamu curi tadi," ucap Senja.


"Yang mana?" tanya pria itu pura-pura tidak tahu.


"Aku tidak mencurinya," ucap pria itu berusaha melepaskan pegangan Senja, saat Senja lengah pria itu pun lari, Senja mengejarnya sampai pintu utama.


"Karena kau masih berdalih, jika begitu aku yang ambil sendiri," ucap Senja menghantam wajah pria itu, lalu memukul perutnya beberapa kali, lalu menghempasnya ke lantai, ia tak membiarkan lawannya berkesempatan untuk menyentuhnya.


Setelah pria itu tak sanggup bergerak, Senja memeriksa seluruh tubuh pria itu dan mendapati 3 buah dompet dan Senja mengambilnya.


"Kau bahkan sudah mengambil beberapa dompet orang-orang," ucap Senja menendang keluar pria itu hingga berguling-guling di jalanan.

__ADS_1


Pria itu menggulung tubuhnya karena menahan sakit, para pengaman restoran itu segera menangkap pencuri itu dan segera menghubungi polisi.


"Ini punya kalian," ucap Senja meletakkan dompet itu di atas meja, mereka yang merasa kehilangan itu segera mengambilnya.


"Terima kasih Nona, ini ada uang sebagai tanda terima kasih untuk Nona," ucap wanita berbaju kuning itu membuka dompetnya dan mengulurkan beberapa lembar uang berwarna merah.


Jika di pikir, Senja saat ini sangat membutuhkan uang, namun ia hanya niat membantu dan tidak menerima pembayaran apa pun.


"Tidak, aku tidak tidak menerimanya," tolak Senja kembali ke tempat duduknya dan kembali memakan steak dagingnya.


Guntur tersenyum. "Lebih baik kau menjadi pengawal ku saja, hanya dirimu saja, aku tidak butuh pengawal puluhan orang," ucap Guntur.


"Berapa bayaran ku?" tanya Senja.


"50 juta perbulan," ucap Guntur.


"Deal," jawab Senja langsung setuju.


"He-he-he, ini adalah kesempatan ku untuk terus mendekati Senja👹," ucap Guntur dalam hati sambil meyengir.

__ADS_1


__ADS_2