
"Aku baik-baik saja," jawab Senja datar.
"Syukurlah jika begitu, apa sekarang sudah bisa pulang?" tanya Guntur.
"Ya dia sudah bisa pulang, itu semua gara kau penyebabnya," omel Ari sambil marah-marah dan melihat pintu UGD miliknya di banting oleh Guntur.
"Syukurlah kalau begitu, aku akan mengendong mu," ucap Guntur merangkul pundak Senja.
"Tidak, aku bisa sendiri," tolak Senja. Ia berdiri dengan sendirinya.
"Terima kasih Dokter Ari," ucap Senja.
"Iya, sama-sama, jangan lupa yang aku bilang tadi," ucap Ari mengingatkan.
"Iya, aku pasti ingat," jawab Senja mengangguk dan keluar dari UGD.
"Memangnya apa yang kalian bicarakan?" tanya Guntur penasaran campur curiga.
"Bukan urusanmu, cepat sana kamu pergi atau rumah sakit ku ini berakhir dengan buruk, hu pintu UGD ku yang malang," ucap Ari meratapi.
Guntur mengejar Senja dan ia membukakan pintu mobil untuk Senja.
Senja masuk ke dalam mobil dan Guntur pun segera melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Katakan pada ku, kau tadi kenapa?" tanya Guntur khawatir.
"Aku tidak apa-apa, hanya pusing sedikit saja," jawab Senja datar.
"Hm … benar juga, aku melupakan sesuatu," ucap Guntur melajukan mobilnya dan seketika ia berhenti di salah satu restoran.
"Tadi aku ingin mengajakmu makan kan, tiba-tiba saja mengajak mu ke kapal pesiar dan itu membuatmu mabuk laut," ucap Guntur. Ia keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Senja.
Senja pun keluar. Guntur memegang tangan Senja dan membawanya masuk ke dalam restoran.
"Selamat datang Tuan, Nona silakan duduk," ucap pegawai restoran ramah.
Guntur dan Senja duduk di kursi dengan meja nomor 20.
Guntur dan Senja menerima buku menu. "Aku mau pesan steak daging sapi premium, dessert puding mangga dan jus jeruk peras," ucap Guntur menutup buku menu dan menyerah kembali kepada pegawai itu, sedangkan Senja, masih melihat isi buku menu.
"Hm … makanan apa ya?" tanya Senja dalam hati, karena terlalu banyak makanan ia binggung mau pilih yang mana, dan juga semua makanan itu terlihat lezat.
Beberapa menit kemudian.
"Senja kamu pilih makanan yang mana?" tanya Guntur lembut.
"Sama dengan mu saja," jawab Senja menutup buku menu itu. Terlihat wajah pegawai itu manyun, sudah beberapa menit melihat buku menu pada akhirnya ia tetap tak punya pilihan dan memilih samaan dengan Guntur.
__ADS_1
"Baik Tuan, Nona, harap menunggu," ucap pegawai itu menundukkan kepala dan ia pun kembali ke dapur untuk memesan makanan yang di pesan Guntur.
"Kamu tunggu sebentar ya," ucap Guntur mengambil ponselnya dan menelpon asistennya.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Jeff.
"Di mana sekretaris Yessy?" tanya Guntur.
"Saya melihat dia keluar dari kantor terburu-buru pergi entah kemana, ada apa Tuan?" tanya Jeff.
"Pergi cari dia sampai dapat, bawa dia kembali ke kantor, jangan pulang sebelum kau dapat menemukan dia!" perintah Guntur.
"Eh, baik Tuan," angguk Jeff.
Guntur memutuskan panggilannya, melihat ke arah Senja yang sedang menunggu di meja.
Guntur tersenyum melihat Senja dan ia pun kembali duduk di kursi.
__ADS_1
"Oh ya, setiap hari aku akan menjemput mu berangkat ke kampus, kamu tidak keberatan kan?" tanya Guntur menatap lekat Senja.