SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 48


__ADS_3

Senja mengikuti bos itu masuk ke dalam ruangan tersebut.


Bos itu duduk di kursinya." Silakan duduk," ucap Bos itu menyuruh Senja duduk di kursi depannya.


Entah apa yang dilakukan Bos itu membuat Senja harus menunggu.


"Maaf pekerjaan saya apa ya?" tanya Senja setelah sekian lama menunggu.


"Begini, kamu mau nggak kerja per jamnya saya bayar mahal," tawar Bos itu.


"Kerja apa dulu?" tanya Senja datar.


"Ya jawab saja dulu mau atau tidak," ucap Bos itu misteri.


"Berapa bayarannya per jam?" tanya Senja lagi.


"5 juta per jam," jawab bos itu meletakkan kedua tangannya di meja menopang dagunya sambil menatap senja lekat.


"Pekerjaan apa itu?" tanya Senja penasaran.


"Melayani ku," jawab pria itu dengan senyum mesumnya.

__ADS_1


"Maaf saya tidak mau melakukan pekerjaan kotor seperti itu, jika tidak ada pekerjaan untuk saya maka tidak perlu lagi saya berada di sini lagi," ucap Senja, ia berdiri dan ingin pergi.


Saat ingin membuka pintu, pria itu menahan pintu yang di pegang Senja.


"Gaji yang mahal begitu kenapa kau tolak, aku bisa memberikan lebih daripada itu," ucap pria itu mendekati tubuhnya ke arah Senja.


"Sudah aku katakan aku tolak! Aku tidak tertarik dengan pekerjaan semacam itu sekalipun gajinya mahal," ucap senja menatap tajam pria itu.


"Ayolah manis, akan aku berikan 20 juta per jam," tawar pria itu dengan suara sedikit memelas dengan suaranya yang menggoda. Ia memegang tangan Senja.


"Lepaskan!" ucapkan dengan nada mulai tinggi.


Pria itu langsung menarik tangan Senja dan membawanya ke dalam kamarnya lalu menghempas Senja ke atas ranjang.


"Beraninya kau melakukan ini padaku! Jika begitu jangan salahkan aku yang akan menyakitimu," ucap Senja berdiri.


Pria itu tersenyum mesum melihat Senja dan memegang tangan Senja, Senja langsung menarik tangan pria itu lalu hempasnya ke lantai.


"Aaaaaaaa....!" jerit pria itu kesakitan, ia berusaha berdiri Kembali, dengan tatapan yang tajam ia mendekati Senja.


"Beraninya kau menyakitiku! Akan ku buat kau merasakan sakitnya," ucap pria itu geram dan kembali ingin menerkam tubuh Senja.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi, Senja langsung melancarkan aksinya ia menendang pria itu dengan kuat hingga pria itu tersungkur ia menarik kerah bajunya lalu menghantam wajah pria itu hingga bonyok, ia kembali menarik pria itu lalu menghempasnya Senja menginjak dada pria itu hingga pria itu kesulitan bernapas dan serangan terakhir, Senja menendang anunya dengan kuat membuat pria itu langsung pingsan.


"Rasakan akibatnya karena kau masih berani macam-macam denganku," ucap Senja. Ia pun meninggalkan ruangan itu dan mencari Momo.


"Momo! Momo di mana kamu!" panggil Senja


"Aku di sini Master," jawab Momo berlari ke arah Senja.


Momo melihat dari raut wajah Senja sepertinya ia sedang tidak senang. "Ada apa dengan Master?" tanya Momo dalam hati.


"Ayo kita pergi," ajak Senja.


"Apa ada masalah Master?" tanya Momo


"Tidak, aku hanya merasa tidak cocok saja kerja di sini," ucap Senja berjalan terlebih dahulu Momo pun mengikuti Senja dan mereka masuk ke dalam mobil.


Sesaat Senja termenung, Momo hanya melihat Senja saat ini dia tidak berani untuk bertanya.


"Momo apa mencari pekerjaan itu sesulit ini?" tanya Senja menatap kosong di hadapannya.


"Aku tidak tahu Master Aku tidak pernah mencari pekerjaan," jawab Momo seadanya.

__ADS_1


Karena dulunya Lora hidup dengan gurunya yang serba berkecukupan itu, jadi ia tidak pernah merasakan bagaimana cara untuk mencari kerja, setelah pindah ke tubuh ini, ia harus merasakan pengalaman yang berbeda.


"Ya sudah, kita pulang saja dulu, masalah pekerjaan kita pikirkan saja nanti," ucap Senja menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.


__ADS_2