
"Ayo Momo, kita pindah saja," ajak Senja memandang Guntur kesal.
Momo mengikuti Senja dan berpindah ke tempat lain. Tapi Guntur tetap mengikutinya.
Senja berhenti dan meletakkan ayam panggangnya di tangan Momo. Ia menghampiri Guntur dan menyerangnya. Guntur menhindar dan menangkap tangan Senja dan memutar memeluknya.
Guntur tak sengaja memegang dada Senja dan membuat Senja panik.
"Kurang ajar!" teriak Senja yang langsung melayangkan tinjunya dan itu mengenai kepala Guntur dan Guntur langsung jatuh dan pingsan.
Para pengawal berdatangan dan segera menghampiri Tuannya.
"Tuan, apa Anda baik-baik saja," tanya pengawal tersebut menguncang bahu Guntur.
Guntur hanya pura-pura pingsan, meskipun tidak pingsan tapi kepalanya puyeng, Guntur memberi kode kepada pengawalnya agar Senja harus bertanggung jawab.
"Nona Senja, apa yang kau lakukan kepada Tuan kami?" tanya pengawal itu pake drama.
"Siapa suruh dia mengikutiku," ucap Senja melipat tangannya sambil nmemutar bola matanya.
"Nona harus bertanggung jawab, jika tidak..." pengawal tersebut mencari ide.
"Kalau tidak apa?" tanya Senja ketus.
__ADS_1
"Kalau tidak, saya akan melapor ke pada orang tuanya dan meminta langsung kepada orang tuanya datang ke rumah Anda untuk melamar Anda," ucap pengawal itu ngasal. Guntur langsung tersenyum mendengar ucapan pengawalnya itu.
"Bagus, akan aku naik gajimu," ujarnya dalam hati.
"Apaaa? Hey... dia kan tidak mati," ucap Senja marah.
"Justru itu, bagaimana jika dia menjadi bodoh setelah Nona memukulnya? Huhuhu... Tuanku yang malang, kau adalah pria yang sempurna gara-gara Nona Senja memukulmu kau malah jadi pria bodoh," tangis drama dari pengawal tersebut.
"Kurang ajar! Aku malah di katakan bodoh, potong gaji," ujar Guntur dalam hati dalam keadaan mata merem.
Senja menatap Guntur sayup, akhirnya ia jadi tak berdaya.
"Ya sudah, aku ikut ke rumah sakit," jawab Senja melemah.
Guntur kembali tersenyum. "Naik gaji 2x lipat," batin Guntur.
"Momo, aku tinggal dulu ya, aku pergi untuk mengantarnya sebentar," ucap Senja.
"Baik guru, aku akan menunggumu di sini," ucap Momo.
Senja pun menuju mobil Guntur dan supir itu membukakan pintu mobil untuk Senja
"Mari masuk Nona," ucap Supir itu dan Senja masuk ke dalam mobil, ia duduk di samping Guntur.
__ADS_1
Sopir itu pun melajukan mobilnya untuk menuju rumah sakit.
"Aduh!" Teriak Guntur. Senja melihat ke arah Guntur yang memegang dadanya.
"Hm… aku bukannya tadi memukul kepalanya, kenapa dia memegang dadanya, memukul kepalanya tidak mungkin langsung ke hatinya kan dan membuatnya bodoh hingga salah memegang yang mana sakit?" Tanya Senja dalam hati sambil berpikir.
"Tuan, apa Anda baik-baik saja? Saya akan melajukan mobilnya agar cepat sampai," ucap sang supir.
"Iya, tapi jangan terlalu laju," ucap Guntur.
"Baik Tuan," angguk sang supir.
"Kau… apa tidak ingin membantu ku memegang dadaku?" Tanya Guntur.
"Untuk apa? Apa yang bisa aku lakukan jika hanya memegang dadaku?" Tanya Senja menekuk alisnya.
"Bantu pegang, mungkin dengan begini akan sedikit mengurangi rasa sakitnya," ucap Guntur.
"Benar Nona, jika Nona menekan sedikit kuat, itu bisa membantu menahan sedikit sakitnya," ucap sang sopir melihat Tuannya dari cermin depan.
"Itu tidak akan membantu apa pun, aku malah khawatir jika akan menyakitinya," ucap Senja melihat ke luar jendela.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih