
"Kamu ingin makan apa?" tanya Guntur.
"Apa saja?" jawab Senja singkat.
"Guntur pun menelpon Yessi.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo tuan," jawab Yessi di balik tembok sambil melihat Guntur yang menelpon.
"Kamu belikan sarapan dua porsi sekarang jangan pakai lama," perintah Guntur.
"Baik Tuan," jawab Yessy dan Guntur pun memutuskan panggilannya.
"Kurang ajar Tuan CEO saja sudah terpengaruh olehnya, bahkan Tuan CEO memesankan makanan untuknya, dia benar-benar tidak bisa di anggap remeh," ucap Yessi geram.
"Ah, aku punya ide, makanan untuknya aku akan meletakkan sesuatu untuk memberinya pelajaran," ucap Yessi tersenyum sinis. Ia pun pergi keluar dari perusahaan itu dan mencari makanan untuk Senja dan Guntur.
"Apa aku harus melakukan pekerjaan ini setiap hari? Sedangkan aku dalam masa kuliah," ucap Senja.
__ADS_1
"Kamu boleh datang ke sini setelah pulang kuliah," ucap Guntur duduk di depan Senja.
"Lalu apa yang harus aku kerjakan?" tanya Senja.
"Sarapan terlebih dahulu nanti aku akan menyuruh seseorang untuk mengajarimu," jawab Guntur.
"Bukan seperti pria mesum itu tadi kan?" tanya Senja berdelik.
"Jika dia mesum kamu bisa mengajarnya seperti tadi," jawab Guntur menopang Gadu dengan tangannya.
"Ini bukan masalah menghajarnya, seberapa harga diriku Jika bertemu orang seperti mereka lagi," ucap Senja tegas.
"Kamu benar, jika begitu aku sendiri yang akan mengajarimu," jawab Guntur membuat keputusan dan ia berdiri menuju rak berkas.
"Lihat saja wanita ******! Aku akan membuat kau kapok datang ke sini lagi," ucap Yesi setelah membeli makanan ia menaburkan obat pencahar dan itu sudah di luar dosis.
"Bagus, dengan begini dia akan kapok datang ke perusahaan dan tidak menggoda Tuan lagi," ucap Yessy tersenyum Ia pun membawa makanan itu ke perusahaan.
"Ini adalah berkas-berkas yang harus kamu pelajari untuk satu minggu ini kamu cukup mempelajari berkas ini saja dulu," ucap Guntur memberikan setumpuk berkas.
"Jika dia serius seperti ini, aku rasa aku tidak membencinya," ucap Senja dalam hati.
"Kenapa kau menatapku? Apa kau sudah jatuh cinta padaku?" goda Guntur.
__ADS_1
"Jangan membuat aku meringankan tanganku untuk memukulmu," ucap Senja dengan tatapan membunuh.
"Ha-ha-ha, kamu lihat saja dulu berkasnya," ucap Guntur tertawa.
Tok!
Tok!
Tok!
Tuan saya membawakan makanannya," ucap Yessi di luar pintu.
"Masuklah pintu itu tidak terkunci," jawab Guntur dari dalam ruangan.
Yessi pun masuk ke dalam ruangan dan menatap Senja dengan tatapan yang tidak menyenangkan ia meletakkan makanan satu di hadapan Guntur dan satu lagi di hadapan Senja.
"Silakan di nikmati Tuan," ucap Yessi tersenyum ramah.
"Iya terima kasih," jawab Guntur mengangguk dan Guntur pun mengambil makanan dan membukanya.
"Kamu kenapa masih ada di sini apa ada sesuatu lagi"? tanya Guntur kepada Yessi yang berdiri di sampingnya.
"Eh tidak ada apa-apa Tuan jika begitu saya permisi dulu," ucap Yessi membungkukkan badan lalu meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang sangat kesal.
__ADS_1
"Ini pasti gara-gara wanita ****** itu! Lihat saja nanti aku ingin melihat bagaimana kamu akan kesakitan merasakan sakit yang sangat hebat," ucap Yessi tersenyum sinis. Ia berdiri di balik tembok sambil mengintip Guntur dan Senja dari kaca.