
"Tidak perlu, aku bisa mengobati sendiri," ujar Senja datar.
"Tapi tetap harus di obati dulu, jika kelamaan ini bisa infeksi," sarannya.
"Aku akan akan mengobatinya segera nanti," ucap Senja kembali membalikkan badannya.
"Astaga Wanita ini sangat keras kepala," ujar Guntur geram, ia segera mengendong tubuh mungil Senja dan memeluknya erat, seketika Senja terdiam.
"Kenapa jantungku berdetak kencang? Apa sebelumnya tubuh asli ini punya penyakit jantung?" tanya dalam hati.
Guntur mendudukkan Senja ke sofa kembali dan mengambil kotak P3K dan pelan-pelan membersihkan luka Senja denga alkohol agar bakterinya mati.
"Apa kamu suka bergelut?" tanya Guntur sambil menghembus pelan-pelan luka Senja.
Wajah Senja langsung memerah. "Astaga pria ini apa yang dia lakukan?" tanyanya mengulum bibirnya.
"Kenapa diam, aku bertanya padamu?" tanya Guntur lagi.
"Ya tiap hari aku berantam tak hanya dengan orang dewasa, dengan anak kecil umur 3 tahun pun aku mengajaknya berantam, jadi bagaimana? Aku gadis yang anehkan? Jadi jangan menyukaiku!" tukas Senja.
"Aku tetap menyukainya, aku suka yang aneh-aneh, karena yang aneh itu unik," jawab Guntur sambil membuka obat merah.
Senja KO
__ADS_1
Guntur meletakkan obat merah tersebut di luka Senja, dan itu terasa sedikit perih, Senja sempat ingin menarik tangannya tapi Guntur menahannya.
"Sudah tidak apa-apa ini nanti tidak akan sakit lagi, kau yang bergelut setiap hati apa tidak sakit?" tanya Guntur meperbankan tangan Senja.
"Bukan urusanmu!" ujar Senja ketus dan membuangnya kesamping.
"Oke selesai," ucap Guntur tersenyum.
"Hey... tanganku hanya terluka sedikit, kenapa kau membungkusnya seolah-olah tanganku patah!" teriak Senja tak terima karena tangannya di bungkus seperti kado dan di atasnya malah di ikat seperti pita.
"Sssttttt... ini juga untuk kebaikanmu," ujar Guntur dan ia malah mendendong Senja dan membawanya keluar ruangan.
"Turunkan aku!" perintah Senja dengan tatapan membunuh.
"Hey! Yang sakit itu tanganku, bukan kakiku!" teriak Senja, ia meronta-ronta dan akhirnya Guntur menurunkannya juga.
Senja langsung berlari terbirit-birit seperti kelinci di kejar harimau.
"Master!" teriak Momo dari kejauhan. Senja langsung berlari ke arah Momo.
"Gadis itu sangat lucu," ujar Guntur tersenyum melihat kepergian Senja.
"Ayo Master, aku sudah pesan ayam panggang online untukmu dan itu sudah ada di sana," ujar Momo menarik tangan Senja.
__ADS_1
Ada dua box di samping tas Momo dan Momo membukanya untuk Senja, tempat itu lumayan sepi yaitu di balik kampus.
Senja menyantap langsung 2 ekor ayam tersebut, ia seperti orang kelaparan. Ya karena ia sangat lapar sehabis bertanding tadi.
"Master, makan pelan-pelan saja, nanti Master tersedak," saran Momo.
Tapi Senja tidak memperdulikannya ia melahap makanan tersebut.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Akhirnya Senja tersedak.
"Tu kan baru saja di bilang," ujar Momo membuka botol minum tapi seseorang sudah menyodorkan botol minum yang sudah terbuka Senja mengambilnya tanpa melihat siapa yang memberikannya.
Ia meneguk air tersebut sambil mendonggakkan kepalanya, seketika ia melihat pria di hadapannya ternyata adalah Guntur, air tersebut menyembur keluar dari mulutnya.
Senja melihat kesamping ternyata Momo masih ingin membuka botol tersebut.
"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Senja geram.
"Aku tidak mengikutimu, tapi kakiku yang ingin berjalan ke sini," ucapnya tanpa bersalah.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih