
"Kampus itu setengahnya adalah saham nenek, jadi kamu bebas keluar masuk di sana," ucap Nenek.
"What, sekaya apa mereka?" tanya Senja dalam hati.
"Baiklah jika begitu. Terima kasih Nenek," ucap Senja. Mereka pun pergi berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Senja terlihat modis, tubuhnya yang langsing, kulitnya yang putih, dia sungguh cocok dengan baju kantor yang di berikan oleh nenek.
"Ya ampun Senja, kamu sangat cantik," ucap Nenek terpesona.
"Terima kasih Nek," ucap Senja.
"Ya sudah, jika begitu kalian pergilah berangkat ke perusahaan, di sana nenek sudah telpon seseorang untuk mengajari kalian berdua," ucap nenek.
"Baik nek terima kasih," ucap Senja.
"Ayo, masuk mobil," ajak Guntur.
Mereka pun masuk Mobil Guntur, perjalan yang tidak jauh itu, hanya 3 menit saja sudah sampai di perusahaan.
Senja dan Momo terpukau dengan perusahaan yang sangat besar dan tinggi.
__ADS_1
"Ayo masuk," ajak Guntur. Mereka pun masuk ke dalam.
"Untuk Senja di bagian kiri dan Momo di bagian kanan," ucap Guntur.
"Kenapa kami di pisahkan?" tanya Senja.
"Itu nenek yang memilihnya tadi, karena nenek bilang Momo lebih cocok dengan manager pemasaran dan kamu di bidang manager teknologi informasi, jadi ruangan kalian berbeda," jawab Guntur tersenyum.
"Ayo aku antar," ajak Guntur memegang bahu Senja dan mendorongnya pergi ke ruangannya.
Momo masuk ke dalam ruang sebelah kiri dan Senja masuk ke ruang kanan, ternyata di sana masih kosong.
"Di mana pekerja mu?" tanya Senja.
"Aku tidak lapar," jawab Senja datar.
Krucuk!
Krucuk!
Suara perut Senja seketika berbunyi, sepertinya dia mengerti ucapan Guntur.
__ADS_1
Guntur tersenyum. "Sepertinya dia sangat lapar, kasihan jika tidak segera di isi, itu akan terus berbunyi sepanjang waktu dan akan mengganggu pekerjaan lain," ucap Guntur.
Iya, Senja juga merasa lapar, pagi-pagi sudah bangun dan mereka tidak sempat sarapan.
"Tunggu dulu, Momo juga belum sarapan," ucap Senja.
"Oh, dia ya, sebentar," ucap Guntur meninggalkan Senja sendirian di dalam ruangan itu dan pergi ke ruangan Momo.
"Momo, ke sini dulu," panggil Guntur.
"Ya Tuan," jawab Momo menghampiri Guntur, Guntur merangkul Momo dan membawanya pergi ke tempat sepi.
"Di dalam kartu ini ada sejumlah uang, gunakan untuk kebutuhan mu dan Senja, jika aku memberikan secara langsung kepadanya, dia pasti akan menolaknya, oh iya mulai sekarang, Senja akan sarapan denganku, kamu sarapan dengan teman kantormu," ucap Guntur.
"Siap Tuan, terima kasih banyak Tuan," ucap Momo Senang.
Seseorang masuk ke dalam ruangan dan melihat Senja ada di dalam, pria itu terpukau melihat kecantikan Senja.
"Kamu kerja di sini?" tanya pria itu mendekati Senja.
Senja diam tanpa menjawabnya.
__ADS_1
"Dih sombongnya, orang sombong seperti ini harus melakukan sesuatu baru kapok," ucap pria itu berpura-pura lewat di samping Senja lalu ia menepuk pantat Senja.
"Kurang ajar!" teriak Senja menarik tangan pria itu lalu memutarnya ke atas, Ia lalu menendang punggung pria itu dengan kuat lalu menghempaskan ke lantai, setelah itu Senja meninju wajah pria itu beberapa kali, meskipun wajah pria itu sudah berdarah, akan tetapi Senja tidak berhenti, bahkan pria itu meminta ampunan, Senja tidak mempedulikannya sebelum emosinya hilang.