
"He… he… he…" dengan senyum yang terpaksa.
"Ya sudah, kamu istirahatlah, besok Guntur akan menjemputmu, maaf jika nenek mengganggu mu malam-malam seperti ini ucap nenek
"Oh tidak apa-apa nek," jawab Senja mengangguk.
"Baiklah kalau gitu nenek pulang dulu atau malam ini kamu tidur saja di rumah nenek," tawar nenek.
"Tidak Nek, aku tidur di sini saja terima kasih," ucap Senja.
"Haish … sebenarnya nenek sangat ingin tidur dengan mu tapi ya sudahlah, akan ada lain waktu lagi," ucap nenek memegang tangan Senja.
Nenek pun melepaskan tangan Senja dan Guntur menuntun nenek masuk ke dalam mobil.
"Selamat malam Senja," ucap Guntur sebelum ia masuk ke dalam mobil, Senja menatapnya tajam namun Guntur membalasnya dengan senyuman ia melambaikan tangan lalu masuk ke dalam mobil, mobil itu pun meninggalkan rumah Momo.
"Oh my God Master ditawari kerja oleh ceo langsung, Master sangat beruntung," ucap Momo terbelalak.
"Beruntung? Petaka untuk ku," ucap Senja membalikkan badan dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Master kuncinya!" panggil Momo, Senja melempar kunci mobil itu kepada Momo dan Momo kembali ke mobil untuk memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.
Senja terlebih dahulu masuk dalam kamar iya baring telungkup
"Kenapa sih Guntur itu ikut campur dengan urusanku? Apa dia tidak punya pekerjaan dan malah menggangguku, seperti ini sesuatu bagian yang menyenangkan baginya? Aku benar-benar kesal dengannya, apa aku harus mematahkan lehernya dan juga membuatnya cacat agar ia tidak mengganggu lagi," gerutu Senja.
Momo pun masuk ke dalam kamar. "Master, bagaimana? Apa kau sangat senang hingga tak bisa berkata-kata?" tanya Momo.
"Aku kesal sampai tak bisa berkata-kata," ucap Senja manyun.
"He-he-he, kenapa Master kesal, jangankan bisa bekerja di perusahaannya, melihat isi dalam gedungnya saja aku senang, memikirkannya saja aku sudah tak sabar," ucap Momo menatap ke langit-langit rumahnya dengan tatapan berbinar.
"Haishh … sayangnya aku pria, jika wanita mungkin aku tidak menolaknya. Master, jangan menolaknya, sangat di sayangkan jika melepaskannya," ucap Momo mengelayut di lengan Senja.
"Kau saja nikah dengannya," ucap Senja.
"Aku kan pria, mana bisa menikah dengannya," ucap Momo.
"Sana kamu operasi jenis kelamin," ucap Senja datar.
__ADS_1
"Jika gagal bagaimana?" tanya Momo.
"Kalo gagal ya berati kamu nggak punya jenis kelamin lagi," jawab Senja enteng sambil menyengir.
"Ayolah Master, kau harus menerimanya, bagaimana jika dia di ambil orang tiba-tiba Master menyukainya dan pada akhirnya Master menyesal," ucap Momo.
"Penganggu seperti dia, aku tidak membutuhkannya, jika boleh dia pergi jauh-jauh," ucap Senja mengambil selimut dan menutup seluruh tubuhnya.
"Master," ucap Momo memeluk Senja.
"Hey Momo, apa kau tidak sadar dengan jenis kelamin mu kah?" tanya Senja.
"Ikh... biasa aja kali," ucap Momo manyun dan ia pun kembali baring.
Senja berusaha menutup matanya untuk melepaskan lelah di tubuhnya.
"Aku pasti akan membunuh Donal dan Miska itu, mereka benar-benar keterlaluan, aku akan mencabik-cabik habis tubuhnya," ucap Senja sebelum ia tidur.
xxx
__ADS_1
Tak terasa sudah pagi, Senja melirik di jam dinding milik Momo sudah menunjukkan pukul 07:00 pagi.