
"Karena kau adalah karyawan ku, aku memperlakukan mu sama dengan yang lain, kenapa kau memintanya lebih," ucap Guntur.
"Aku menyukaimu sejak lama, aku sangat ingin terus di dekat mu, aku sudah melakukan semua yang ku bisa agar bisa Tuan memperhatikan ku, tapi kenapa Tuan hanya menganggap aku hanya karyawan mu, aku yang sudah banyak menemani Anda dan Melakukan semua yang Anda pinta, kenapa sedikit pun Taun tidak melihatku," ucap Yessy mendonggakkan kepala melihat ke arah Guntur dengan terurai air mata berharap jika Guntur tersentuh.
"Aku tidak pernah berpikir untuk menyukai mu, bagiku kau hanya karyawan, karena kau melakukan hal yang di luar batas, maka aku memecat mu," ucap Guntur.
"Apa! Tidak Tuan, aku mohon jangan pecat aku, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku janji Tuan," ucap Yessy memeluk erat kaki Guntur.
"Lepaskan! Aku tidak ingin lagi melihat kau di perusahaan ku," ucap Guntur. Ia melihat ke arah Senja.
Karena sekarang ia bekerja sebagai pengawal Guntur, jadi Senja dengan manyun menarik tangan Yessy.
"Hey lepaskan! Kau siapa yang berani menarik tanganku! Lepaskan tangan kotor mu!" teriak Yessy.
__ADS_1
Senja melepaskanya dan Yessy langsung terjembab, ia merasakan sakit di bagian bokongnya yang terhentak di lantai.
"Aduuuhhh! Sakit bodoh, dasar sialan! Beraninya kau melepaskan ku! Aduh sakit sekali, Lihat lah Tuan, kau malah mempekerjakan wanita kasar sepertinya dan membuang aku wanita lembut ini," ucap Yessy.
"Dia memang kasar," jawab Guntur. Senja menatap tajam ke arah Guntur dan siap ingin menghajarnya.
"Tapi itu hanya di luar saja, dia sebenarnya sangat lembut dan tidak punya niat jahat seperti mu, kau yang terlihat lembut dan hampir saja menghilangkan nyawaku," ucap Guntur.
Ya, Senja memang kasar, ia menyelesaikan masalah hanya dengan baku hantam, tapi jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat baik dan tidak pernah berpikir berbuat kejahatan seperti yang dilakukan Yessy, ia tipe wanita yang terang-terangan, tidak suka pengkhianatan, dan tidak suka main belakang. Itulah yang di sukai Guntur, ia terlihat kejam, tapi sangat polos.
"Dengan senang hati," ucap Senja menarik baju bagian belakang Yessy lalu menyeretnya.
Di sepanjang jalan menuju pintu utama, para karyawan melihat Senja menyeret Yessy yang menjerit-jerit kesakitan dan malu yang luar biasa,
__ADS_1
"Astaga? Apa yang di lakukan wanita itu? berani sekali dia melakukan hal kasar di perusahaan ini bahkan dia sangat berani dengan sekretaris Yessy yang mana tidak ada satu pun Berani dengannya," bisik pegawai yang lain.
"Tapi Sekretaris Yessy kena batunya juga atas kesombongannya, tapi kesalahan apa yang di lakukan Sekretaris Yessy sampai dia di perlukan seperti itu?" tanya mereka.
Guntur keluar dan berdiri di tangga, karena perusahaannya ini bukan seperti kantor, melain seperti hotel mewah agar pegawainya nyaman bekerja.
Para karyawan melihat ke arah Guntur dan memberi hormat.
"Kenapa Tuan Guntur membiarkan wanita itu menyeret sekretaris Yessy ya?" tanya mereka heran.
Setelah sampai di pintu utama, Senja melemparnya keluar.
Bukkk!
__ADS_1
Ini kedua kalinya Sekretaris Yessy terjembab ke lantai.
"Kurang ajar! Aku tidak akan memaafkan mu! Aku sumpahin kau mati mengenaskan!" teriak Yessy.