
"Senja, tunggu dulu!" teriak Candra. Namun Senja dan Momo sudah masuk ke dalam mobil dan ia pun melajukan mobilnya tanpa peduli teriakan Candra.
"Sial! Ini pasti gara-gara Guntur!" teriak Candra kesal sambil membuang baju itu dengan keras ke tanah.
"Kita cari kerjaan yang baru tidak apa-apa kan?" tanya Senja.
"Tidak apa-apa Master," ucap Momo.
Sampailah di suatu tempat, sayup-sayup terdengar suara seorang wanita minta tolong, Senja pun memberhentikan mobilnya.
"Momo, kamu tunggu di sini dulu ya, jangan kemana-mana," ucap Senja keluar dari mobil dan menutup kembali pintu mobil itu dan mencari arah suara tersebut.
Tak lama kemudian, suara itu semakin lama semakin kuat dan Senja melihat seorang wanita di mana ia sedang di kelilingi oleh 4 orang pria, pria itu merampas tas miliknya dan kedua orang pria sedang memegang tangannya.
"Jangan, kembalikan uang ku!" teriak wanita itu dengan berurai air mata.
"Lepaskan dia," ucap Senja. Mendengar suara dari belakang, mereka pun berbalik badan.
"Waaaaaw... ini sangat tidak terduga, seorang gadis cantik datang menjadi pahlawan, kita benar-benar sangat beruntung," ucap para lelaki hidung belang itu.
__ADS_1
"Berhenti bergumam yang tidak penting, kembalikan uang itu secara baik-baik padanya atau aku yang akan merampasnya dari kalian," ucap Senja membuat pilihan.
"Ha-ha-ha, seorang gadis cantik ingin menjadi pahlawan, cepat tangkap dia, sepertinya ini adalah santapan yang sangat lezat," ucap salah satu pria itu.
Mereka menggerak-gerakkan tangannya menuju ke arah Senja.
Senja langsung menangkap tangan seorang pria yang terlebih dahulu ke arahnya dan Senja langsung mematahkannya.
Krak!
Mereka sangat terkejut karena terdengar suara patahan.
"Aaaaaaauuu!" teriak pria itu memegang tangannya kesakitan hingga berguling-guling.
"Tidak! Kamu saja," ucap temannya mendorong temannya yang lain.
"Ah! Lambat, buang-buang waktu saja," ucap Senja berjalan mendekati ketiga pria itu, ia menarik kerah baju kedua pria itu lalu mengadu kepalanya lalu menghempasnya ke tanah dan menginjak tubuh mereka, yang satunya Senja menginjak kakinya hingga retak tulang kaki pria itu dan yang satunya, Senja menginjak tulang punggungnya hingga patah.
"Astaga! Dia benar-benar bukan manusia," ucap pria yang satu lagi sambil berlari menyelamatkan diri.
__ADS_1
"Oh mau kabur ya," ucap Senja menyeringai, ia meringankan tubuhnya dan berlari dengan cepat, pria itu berlari-lari masuk ke gang dan Senja mengejarnya, dan pria itu pun keluar dari gang sebelah dan masuk ke jalan raya dan terus berlari dari kejaran Senja.
"Dari pada aku lelah mengejarnya mendingan… Tolooooooong! Pencopet!" teriak Senja.
Para warga berdatangan mendekati Senja.
"Mana copetnya?" tanya mereka.
"Itu dia sudah mengambil uang saya," ucap Senja pura-pura panik.
Mereka pun berbondong-bondong mengejar pria itu dan akhirnya tertangkap.
"He-he-he, aku kan tidak berbohong, dia memang ingin mencopet meskipun belum sempat," ucap Senja menyeringai.
Pria itu pun habis di gebukin hingga babak belur. Senja mendekati para warga yang sedang main hakim sendiri itu dengan melipat tangannya sambil tersenyum melihat pria itu.
"Aku tidak mencurinya, dia berbohong," ucap pria itu berusaha membela diri.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih