SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 53


__ADS_3

Pria itu menjerit kesakitan, Senja menendangnya lagi dan pria itu pingsan.


Senja membuka pintu mobil dan mengeluarkan wanita itu dari dalam mobil. Kedua pria yang kepalanya puyeng tadi kembali bangun.


Kedua pria itu langsung menyerang Senja, Senja mengangkat wanita yang di selamatkannya tadi itu lalu mengarahkan ke arah kedua pria itu, wanita itu menjerit-menjerit saat Senja mengangkatnya.


“Tendang dia, ucap Senja.” Meskipun wanita itu sambil menjerit-jerit Ia melakukan apa yang di suruh Senja, kedua pria itu pun terbaring, Senja kembali meletakkan wanita itu kebawah dan Momo pun keluar dari mobil untuk membantu melepaskan penutup mulut dan penutup matanya.


Senja pun menghajar kedua pria itu, ia menarik kedua pria itu lalu mengangkat ke atas lalu menghempasnya ke tanah, ia juga menarik kepalanya meninjunya dengan kuat lalu mengadu kepala temannya dengan pria itu. Lalu gerakkan terakhir.


"Aaaaaaaa!" teriak Senja, ia memundurkan kakinya kebelakang lalu menendang kedua pria itu sekali gus.


Kedua pria itu tebang sangat jauh dan nyangkut di atas pohon yang sangat jauh.


Wanita itu langsung memegang tangan Senja.


"Terima kasih banyak kak, terima kasih banyak, jika tidak ada kakak aku sudah di jadikan budak oleh bosnya," ucap Wanita itu sambil menangis.


"Kamu senang kenapa menangis," ucap Senja.


Nenek dan Guntur pun mendekat. "Kamu tidak apa-apa Senja?" tanya Nenek khawatir.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Nek," ucap Senja.


"Syukurlah jika begitu," ucap Nenek senang memegang tangan Senja.


"Kamu cepatlah pergi," ujar Senja.


"Iya aku harus cepat-cepat pergi sebelum Bos itu menangkapku, sekali lagi terima kasih kak," ucap wanita itu membungkukkan badannya.


"Kamu bisa bawa mobil?" tanya Senja.


"Bisa." angguknya.


"Tapi aku takut jika ada GPS di sana," ucap wanita itu khawatir.


Guntur memeriksa mobil itu dan ternyata ada di bawah mobilnya.


"Aku sudah mencopotnya aku rasa mobil ini aman jika kamu membawanya," ucap Guntur.


"Baiklah terima kasih semuanya aku pergi dulu," ucap wanita itu masuk ke dalam mobil dan ia pun melajukan mobilnya.


"Kita masuk," ajak nenek. Mereka kembali masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Nenek tidak takut?" tanya Senja.


"Niat kamu kan baik membantu dia, Nenek senang jika cucu menantu adalah orang baik," ucap Nenek tersenyum.


"Tapi kan nenek lihat sendiri aku menghajar mereka seperti apa," ucap Senja berharap jika Nenek tidak menyukainya.


"Kamu seperti itu karena untuk membela diri kan, nenek justru senang kamu seperti ini bisa menjaga dirimu," ucap Nenek.


"Ya aku harap aku bisa menjaga diriku dari cucu mu Nek," ucap Senja dalam hati.


Senja hanya bisa senyum-senyum saja melihat nenek.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah nenek, beberapa mata yang tidak suka itu melihat ke arah Senja.


"Inilah yang tidak ku sukai, ada saja yang membenciku padahal aku tidak mengganggunya aku takut saja jika aku tidak bisa menahan diri untuk memukul mereka," ucap Senja dalam hati menatap mereka balik.


"Nyonya Ini bajunya," ucap asisten nenek.


"Terima kasih ya. Ini untuk Senja dan temanmu. Kalian pergi ganti baju sana," ucap nenek menyerahkan paper bag kepada Senja.


"Tapi nek, seharusnya aku hari ini kuliah," tutur Senja.

__ADS_1


__ADS_2