
Melihat dari GPS yang terpasang di kalung milik Senja, Guntur gampang menemukannya, dalam hitungan beberapa menit saja ia sudah sampai di lokasi Senja, saat itu ia melihat Senja sedang bersama seorang pria. Ia langsung turun dari mobil dan menghampiri Senja.
"Baru saja kita berpisah, kau sudah mencari pria lain," ucap Guntur menatap tajam pria itu.
"Kau kenapa datang ke sini?" tanya Senja.
"Tentu saja karena seseorang yang menyuruhku untuk datang," jawab Zeiro yang terus menatap pria itu, Dedi merasa terintimidasi.
"Ja-jadi Tuan yang ada di ponsel tadi? Aku benar-benar minta maaf Tuan, karena tadi ada nama penguntit di ponselnya, jadi aku berpikir jika yang menelpon itu beneran penguntit, aku tidak tahu Tuan, aku benar-benar minta maaf," ucap Dedi membungkukkan badannya beberapa kali.
Guntur melihat ke arah Senja. "Sungguh nama yang unik," ucap Guntur tersenyum tapi senyuman itu sedikit menyeramkan.
"Aku sudah berpikir beberapa kali nama apa yang cocok dengan mu, setelah aku pikir siang dan malam, penguntit adalah nama yang cocok untuk mu," jawab Senja tanpa merasa bersalah.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan," ucap Dedi ketakutan, karena ia tak mau cari masalah dengan Guntur.
"Ada apa kau menelpon ku?" tanya Senja datar.
__ADS_1
"Aku sudah mendapat konfirmasi bahwa akan Adi adakan kompetisi internasional, besok kita akan berangkat," jawab Guntur merangkul pundak Senja dan mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa mendadak?"
"Mereka ingin mempercepat acaranya saja, jadi kau bersiap-siaplah malam ini, kita besok akan langsung berangkat," ucap Guntur melajukan mobilnya.
"Antarkan aku ke rumah ku," ucap Senja.
"Di mana?"
"Terus saja jalan, nanti aku beri tahu," jawab Senja.
"Kau tinggal di sini?"
"Iya." angguk Senja. Ia keluar dari mobil.
"Tinggal di rumah ku saja," ajak Guntur.
__ADS_1
"Tidak, aku akan tinggal di sini, pulanglah, aku mau istirahat," ucap Senja dengan wajah datarnya.
"Baiklah, tapi jangan sampai kamu menyimpan pria lagi ya. Selamat malam," ucap Guntur tersenyum dan perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan.
Senja masuk ke dalam rumahnya dan ia pun tidur.
...****************...
Ke esokkan paginya, mobil Guntur sudah terparkir di depan rumah Senja, karena hari ini keberangkatan mereka, Senja juga sudah bersiap-siap dan membawa kopernya.
Guntur mengambil koper Senja dan memasukkan ke dalam bagasi dan mereka pun menuju bandara.
Sesampainya di sana, karena pesawat akan lepas landas, mereka segera naik pesawat, dan tak lama, pesawatnya lepas landas menuju negara B.
Guntur duduk di samping Senja dan mereka memilih ruang VIP, tempat yang sangat nyaman, di ruang itu Senja memilih tidur untuk mengumpulkan seluruh energinya untuk bertarung esok.
Perjalanan beberapa jam, mereka pun sampai di negara B, Guntur membawa Senja turun, sedangkan barang-barang mereka di angkat oleh asisten Guntur. Mereka pun mencari hotel untuk istirahat.
__ADS_1
Guntur menggesek kartu di sebuah kamar dan pintunya terbuka. "Ini kamar kamu, di sebelah kamar ku," ucap Guntur memberikan kartunya kepada Senja. Ia pun pergi menuju kamar sebelah.
Senja masuk ke dalam kamar hotel super mewah itu, ia membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu sambil bermain ponsel.