
"Jadi kamu harus bersiap-siap," ucap Guntur.
"Akan aku lakukan itu," ucap Senja.
Tak lama kemudian, asisten Jeff membawa uang di dalam sebuah map coklat yang di bungkus rapi. "Ini uangnya Tuan," ucap Jeff menyerahkan kepada Guntur.
Guntur menerimanya dan ia juga mengeluarkan salah satu kartu Atm-nya dari dompetnya, ternyata di dalam dompet banyak sekali kartu ATM-nya.
"Senja, ini adalah uang tunai dan ini uang kartu ATM-nya yang berisi sejumlah uang, kata sandinya angka 10 3x," ucap Guntur memberi tahunya.
Hari pun semakin gelap, terlihat Momo dan pegawai yang lain keluar dari ruangannya sambil bercanda ria, terlihat mereka sangat akrab.
"Sepertinya Momo sudah punya teman baru, dan bisa bergaul dengan cepat," ucap Senja dalam hati.
"Senja, ayo makan malam dengan ku," ajak Guntur.
"Eh, tidak, aku pulang bersama Momo saja," tolak Senja. Saat melihat Senja, Momo langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Master!" panggil Momo. Senja dan Guntur melihat ke arah Momo yang mendekat.
"Tuan Guntur." Momo membungkukkan badan memberi hormat. Guntur mengangguk.
"Hm … maaf, kenapa aku merasa suasana yang berbeda ya?" tanya Momo merasa aneh.
"Bukan apa-apa. Jika begitu kami permisi dulu," ucap Senja memegang kedua bahu Momo lalu membalikkan badan secepatnya pergi meninggal Guntur.
"Senja, kamu harus mengawal ku hingga aku sampai ke rumah, kau harus memastikan perjalananku baik-baik saja," ucap Guntur menyengir.
"Baik Tuan, aku akan memastikan Anda pulang dengan selamat," angguk Senja pasrah, dengan terpaksa ia menyetujuinya karena ia sudah menerima uangnya.
Guntur tersenyum lebar ia berjalan mendekati Senja lalu menarik tangan Senja, Senja menarik tangan Momo, rasanya jadi aneh mereka bergandeng 3 dan Guntur sama sekali tidak menyadarinya, ia hanya tersenyum karena ia berpikir hanya menggandeng tangan Senja. Rasanya ia sangat bahagia.
"Master, lepaskan tanganku, ini rasanya sangat aneh, lihatlah para pegawai melihat kita," bisik Momo. Senja melihat sekeliling jika mereka di perhatikan oleh orang-orang. Senja melepaskan tangan Momo.
"Bisakah Anda melepaskan tanganku, mereka yang melihat akan salah paham," ucap Senja kepada Guntur.
__ADS_1
"Hm … tidak apa-apa, ini kan di perusahaan ku, mereka tidak akan berani berkata apapun," jawab Guntur enteng.
"Ayo masuk," ajak Guntur. Mereka pun masuk ke dalam mobil, Momo duduk di berdampingan dengan Asisten Guntur, sedangkan Senja duduk di samping Guntur. akan tetapi mobil itu melewati rumah Guntur dan terus melaju.
"Bukankah memintaku untuk mengawal Anda hingga ke rumah, ini sudah lewat," ucap Senja.
"Kalian berdua tidak membawa kendaraan, jadi aku dengan baik hati mengantar kalian," ucap Guntur.
"Tentu saja tidak membawa kendaraan, bukannya tadi pagi kamu buru-buru menjemput kami bersiap saja aku tidak sempat," ucap Senja dalam hati sambil memanyunkan mulutnya.
Perjalanan menghabiskan beberapa menit itu, mereka pun sampai di rumah Momo. Terlihat di depan rumah Momo 4 orang pria yang sedang bersantai.
Mereka pun memberhentikan mobilnya di depan 4 pria itu. Terlihat dari sinar lampu jika mereka dari kampus yang sama.
"Siapa mereka?" tanya Guntur dengan air muka yang berubah.
"Oh, mereka sepertinya teman kampusku," jawab Senja.
__ADS_1