
"Baik Master," ucap mereka kembali pergi ke ke tempat di mana Guntur berada.
"Maaf Tuan Ceo, bolehkah kami memukulmu sekali aja," ucap mereka memohon.
"Tentu saja boleh," ucap Guntur tersenyum.
"Terima kasih Tuan," ucap mereka membungkukkan badan.
"Tapi tentu saja ada syaratnya," ucap Guntur.
"Apa Syaratnya!" tanya mereka.
"Buat dia jatuh cinta padaku," ucap Guntur menyengir.
Mereka melihat satu sama lain, dan sambil menundukkan lemas, berasa mereka malah di manfaatin.
"Aku akan memberikan memukulku dengan puas jika kalian bisa membuat Senja datang ke hadapan ku meski hanya tersenyum," ucap Guntur.
Ucapan Guntur kembali membuat mereka semangat dan mereka pun kembali berlari ke dalam ruangan dan berlutut di hadapan Senja.
"Master, kami mohon Master, tolong datang ke hadapan Tuan Ceo dan tersenyum, setelah itu Master boleh pergi," ucap mereka memohon.
"Sudah aku katakan, aku tidak punya persyaratan lain selain kalian bisa memukulnya sekali, dan itu adalah persyaratan yang paling mudah, kalian ini ada 4 orang, masa salah satu dari kalian tidak punya kesempatan untuk mengambil gerakan tipuan untuk memukulnya sekali," ucap Senja mendengus kesal.
__ADS_1
"Kami mohon Master, tolonglah kami," ucap mereka memohon sambil bersujud.
"Jika begitu tidak ada yang perlu kita bicarakan," ucap Senja datar.
"Kami mohon Master, kami mohon," ucap mereka bersujud.
"Setelah kalian bisa memukulnya baru datang kepadaku, jika tidak, jangan datang padaku," ucap Senja.
"Hu-hu-hu, baik Master," ucap mereka pasrah dan pergi dari ruangan Senja.
"Kenapa Master tidak menerimanya? Kan lumayan bisa di suruh-suruh," ucap Momo.
"Aku tidak menerima orang lemah, itu akan merepotkan ku jika mereka bertemu masalah dan harus aku yang menyelesaikannya," ucap Senja.
"Kau itu penyelamatku," jawab Senja.
"Para mahasiswa dan mahasiswi, harap berkumpul di aula. Sekali lagi, para mahasiswa dan mahasiswi harap berkumpul di aula, terima kasih." terdengar pengeras suara dari kantor dekan.
Seluruh mahasiswa dan mahasiswi pun berkumpul, termasuk Senja dan Momo.
"Apa pria itu sudah pergi?" tanya Senja melihat sekeliling. "Aku harap dia benar-benar sudah pergi," ucap Senja berharap.
Setelah seluruh para mahasiswa dan mahasiswi berkumpul, rektor dan Guntur pun berdiri di depan para mahasiswa dan mahasiswi.
__ADS_1
Para mahasiswi menjerit heboh saat melihat Guntur naik ke podium.
"Pfffff! Ternyata dia masih ada di sini, menyebalkan," ucap Senja melipat tangannya dengan kesal.
Guntur melihat ke semua mahasiswa dan akhirnya ia melihat Senja dengan wajah betenya.
Guntur tersenyum, ia segera meraih mikrofon di depannya.
"Tes… tes…, Selamat pagi semuanya," ucap Guntur.
"Pagi!" jawab mereka semuanya.
"Baiklah, karena kita sudah mendapatkan pemenangnya, maka sang pemenang akan di bawa ke jenjang internasional dan akan bertanding di sana, kalian sudah pasti tahu siapa pemenangnya kan? Dan dia akan pergi bersamaku," ucap Guntur.
"Huh! Dia sungguh menyebalkan, aku akan beri dia pelajaran," ucap Senja menatap Guntur tajam, sedangkan Guntur tersenyum dan ia mengidipkan matanya sebelah ke arah Senja, tapi yang senang malah para mahasiswi yang menjerit-jerit histeris.
"Bah, senyumnya sungguh menjijikan," ucap Senja membuang wajahnya ke samping.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1