
Seketika Senja terdiam, pikirannya kosong entah kemana, Senja memejamkan matanya, merasakan kehangatan yang sudah tak pernah ia rasakan.
Tiba-tiba saja ia tersadarkan, Senja langsung menolak tubuh Guntur hingga terjatuh.
"Kau mencari kesempatan dalam kesempitan ya," ucap Senja tanpa marah.
"Bukan, aku melakukan itu karena tidak sengaja saja, serius, aku nggak sengaja," ucap Guntur.
"Kau jangan bohong, entah sudah berapa banyak wanita yang kau buat seperti ini hingga mereka jatuh cinta dan saat itu kau campakkan mereka," tuduh Senja dengan pandangan tajam.
"Aku tidak pernah melakukannya pada wanita mana pun, kau adalah yang pertama, berani sumpah aku tidak pernah menyukai wanita manapun sampai aku bertemu denganmu Kau adalah wanita pertama yang aku sukai dan aku harap kau juga wanita yang terakhir aku sukai ucapkan terus
"Kau punya banyak wanita, kenapa kau harus mengejarku kau menyukaiku aku tidak mengizinkannya sedikitpun, jadi jangan pernah menyukaiku," ucap Senja dengan nada sedikit tinggi.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja, aku hanya menyukai mu dan selamanya akan terus begitu, kau adalah wanita pertama yang menyentuh hati ku, aku tidak akan melepaskan mu," ucap Guntur.
"Aku wanita ke berapa kau katakan seperti itu? Kau ingin membohongiku berapa kali lagi," ucap Senja dengan tatapan membunuh, ia mendekati Guntur dan menarik kerah bajunya.
__ADS_1
"Kau mau pukul aku, pukul lah, pukul sesuka hatimu, aku akan menerimanya sebagai tanda bukti jika aku benar-benar mencintaimu," ucap Guntur.
Senja melepaskan kembali baju Guntur dan membalikkan badan. "Kenapa kau payah sekali, kenapa kau tetap menyukai ku meskipun kau tau aku wanita kasar, jangan bilang ini hanya candaan mu?"tanya Senja dengan nada rendah.
"Aku mengatakan sejujurnya, aku tidak meminta kau untuk mempercayainya, namun suatu saat nanti kau pasti akan tau ketulusan ku," ucap Guntur.
"Hentikan omong kosong mu, aku eneg mendengarnya," ucap Senja masuk ke dalam ruangan dan beristirahat di sana.
"Menyukai aku katanya dia benar-benar payah ucap senja kesal
Senja memejamkan matanya berusaha untuk melupakan kejadian tadi, kejadian yang sangat menyakiti hati.
xxx
"Kita sudah sampai di pelabuhan. Ayo turun dan ikut aku ke perusahaan," ucap Guntur mengetuk pintu.
Namun tidak ada sahutannya.
__ADS_1
"Senja! Senja!" panggil Guntur lagi. Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, Guntur pun mendobrak pintu itu. Guntur melihat Senja duduk di samping ranjang memegang dadanya dengan kuat, sebenarnya ia sedang merasakan kesakitan.
Guntur langsung menghampirinya Senja. "Kamu kenapa Senja." Guntur memegang bahu Senja, melihat wajah Senja pucat, Guntur pun langsung menggendongnya membawa keluar dari kapal itu dan membawanya masuk ke dalam mobilnya secepatnya ia menuju rumah sakit.
"Senja bertahanlah," ucap Guntur panik.
Mobil pun terus melaju di jalanan, Guntur melihat Senja mengeluarkan keringat dingin dari tubuh Senja.
"Senja Ada apa denganmu Senja." Guntur benar-benar panik dan khawatir di buatnya.
Tak lama kemudian mobil Mereka pun sampai di rumah sakit milik Ari. Guntur langsung membopong dan membawanya ke dalam rumah sakit.
"Ari! Ari! Tolong! Tolong!" teriak Guntur. Ia sangat kebingungan saat itu.
Karena terdengar suar teriakan Guntur yang sangat keras, Ari buru-buru keluar.
"Ada apa?" tanya Ari mendekat.
__ADS_1
"Tolong! Periksa Senja aku tidak tahu kenapa itu tidak seperti ini," ucap Guntur dengan wajah berkeringat dan memerah.