SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 42


__ADS_3

"Ya, yang seperti kita tahu bahwa Senja akan pergi ke luar negeri untuk bertarung di ajang bergengsi, kita sangat bangga kepada Senja karena bisa membawa nama kampus kita ke luar negeri dan saya juga sangat berterima kasih kepada Tuan Ceo kita, Tuan Guntur karena sudah mendanai acara ini," ucap rektor.


"Sama-sama pak rektor, saya juga sangat senang, bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini," ucap Guntur menundukkan kepala.


Senja keluar dari kerumunan.


"Master, mau ke mana?" tanya Momo.


"Senja, harap maju ke depan!" panggil rektor.


Senja terhenti langkahnya dan dengan langkah yang berat dan wajah yang masam ia berbalik badan dan menuju ke depan.


Senja naik ke atas podium dan terlihat Guntur sangat senang, sedikit pun Senja tidak ingin melihat wajahnya Guntur dan ia melihat ke samping.


"Jadi bagaimana Senja, apa kamu senang?" tanya Rektor.


"Saya tidak ikut dalam ajang kompetisi bela diri ke luar negeri," ucap Senja tiba-tiba.


Semua orang yang ada di sana, termasuk rektor dan Guntur seketika melongo.


"Senja, Senja, kamu bercanda kan?" tanya rektor tak percaya.


"Saya tidak ikut, mohon rektor mencari penggantinya," ucap Senja membuat rektor itu bingung.

__ADS_1


"Hm… maaf para mahasiswa dan mahasiswi, kalian boleh bubar, tapi Senja tetap di sini," ucap Rektor itu.


Para mahasiswa dan mahasiswi berhamburan senang dan mereka pun bisa melakukan aktivitas lainnya.


Rektor mendekati Senja. "Senja, apa ini benar-benar serius?" tanya rektor.


"Iya, saya serius," jawab Senja mengangguk mantap.


"Senja, jika kamu tidak ikut itu sama saja dengan memendamkan bakat mu, aku tidak pernah bertemu dengan orang yang jagonya seperti mu, bapak yakin jika kamu pasti akan menang di ajak kompetisi di internasional, itu sangat membanggakan nama kampus kita di luar negeri, bapak akan berikan apa yang kamu mau, asalkan kamu mau ikut dalam kompetisi ini," ucap rektor itu.


Sekilas Senja melihat Guntur, namun ia melihatnya ke arah lain.


"Aku akan ikut, asalkan dia tidak ikut," ucap Senja menunjuk ke arah Guntur. Rektor itu melihat ke arah Guntur.


"Baiklah jika begitu," angguk rektor.


"Dan juga aku membawa temanku untuk pergi," ucap Senja.


"Tidak masalah, kamu bawa keluarga mu juga tidak apa-apa, akan bapak bayar semua biayanya," ucap rektor.


"Aku tidak punya keluarga," ucap Senja.


"Baiklah, baiklah jika begitu kamu juga mulai sekarang tetap harus latihan menjelang waktu keberangkatan kamu ke luar negeri," ucap rektor itu lega.

__ADS_1


Senja pun langsung meninggalkan tempat itu dan pergi.


"Apa Tuan Ceo tidak apa-apa?" tanya rektor.


"Aku punya caraku," ucap Guntur melihat arah perginya Senja.


"Baiklah jika begitu," ucap rektor mengangguk.


"Jadi bagaimana Master? Apa Master ikut?" tanya Momo.


"Iya," angguk Senja.


"Wah, senangnya jika Master bisa berlaga di internasional, aku ikut bangga," ucap Momo senang.


"Kamu juga ikut, aku sudah mengatakan pada rektor, jadi kamu juga harus bersiap-siap juga, anggap saja kau asisten ku," ucap Senja.


"Aaaaaaaa... senangnya bisa ikut Master, aku senang banget!" teriak Momo memeluk Senja.


"Bocah ini lagi, dia sungguh nggak sadar dengan jenis kelaminnya apa?" tanya Senja menaikkan sudut bibirnya namun ia kembali lagi dengan wajah datarnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2