
"Master," ucap Momo yang tidak rela bila ia di tinggalkan oleh Senja.
"Aku pergi dulu," ucap Senja pergi meninggalkan Momo dengan membawa kopernya menyusuri jalan.
Ia tidak tahu harus kemana malam itu, akan tetapi ia harus mencari rumah sewa untuk tempat tinggalnya.
Saat sedang di perjalanan, lewatlah sebuah mobil di dalamnya ada Alira dan teman-temannya.
"Hey gelandangan! Mau kemana?" tanya Alira tertawa bersama teman-temannya.
Senja memberhetikan langkah kakinya dan melihat ke arah Alira yang kepalanya ia keluarkan lewat jendela mobil.
"Kau … ingin ku pukul dengan cara apa?" tanya Senja mendekati Alira.
"Kamu! Jangan mendekat!" teriak Alira.
__ADS_1
Namun Senja terus mendekatinya lalu …
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Alir membuat Alira terdiam kesakitan. Ia memegang pipinya yang memerah dengan mulut terbuka.
"Kau! Kau Beraninya menamparku!" teriak Alira memegang pipinya yang pedar.
"Kenapa aku tidak berani! Kau bahkan lemah dari ku dasar payah! Aku tidak menyangka anak tiri sepertimu malah jadi anak kandung? Aku rasa Ayah tiri mu itu adalah orang bodoh, tidak tahu kenapa dia bisa berbisnis, sungguh di luar dugaan," ucap Senja membuat semua teman-temannya terbelalak karena berani memaki ayahnya sendiri.
Senja kembali berdiri di kopernya dan melihat ke arah Mira.
"Jika aku durhaka kenapa? Mana yang paling durhaka, aku mengatakan dia bodoh atau dia yang sudah mengusirku dan tidak menganggap ku anak lagi? Karena dia sudah tidak menganggap aku sebagai anaknya lagi berarti aku bukan keluarga mereka lagi, jadi kalian tidak bisa mengatakan aku anak durhaka lagi," ucap Senja bercekak pinggang.
Mereka semua melongo dan melihat ke arah Alira.
__ADS_1
"Wajar saja jika dia di usir, dia itu benar-benar kurang ajar!" ucap Alira membela dirinya karena teman-temannya tidak tahu jika Senja tidak di anggap anak lagi.
"Aku tidak tau sejak kapan ada peraturan menjadikan anak tiri sebagai anak kandung dan anak kandung bisa menjadi orang asing entah peraturan dari mana itu," ucap Senja enteng sambil bercekak pinggang.
"Bukan seperti itu, Ayah benar-benar kesal kepadamu karena kau terus mengusik ku, seharusnya kita saling menyayangi sesama saudara!" teriak Alira rada-rada takut.
"Ha-ha-ha sangat lucu, sejak kapan kita bersaudara, meskipun aku menjadi orang asing setidaknya aku pernah jadi anak kandung dari pada kamu, entah siapa ayahmu dan datanglah seorang pria bodoh yang memungut dua orang yang nggak jelas asal usulnya dan sekarang mereka menjadi tuan rumah sekarang, selamat ya buat kamu dan ibumu, jadi jangan pernah menganggu ku atau aku bisa melakukan hal yang lebih dari sekedar hanya menampar, aku bisa mematahkan leher mu lalu membuang tubuh mu di kandang harimau," ancam Senja dengan membelalakkan matanya.
Alira berdelik ngeri dan menyuruh temannya untuk segera melakukan mobilnya.
"Huh dasar payah," umpat Senja.
Senja terus berjalan hingga beberapa kilo jauhnya, sampailah ia di suatu tempat, ia berdiri di depan sebuah rumah yang ada tulisan di sewakan. Ia mendekati rumah itu dan mencari pemilik rumah itu.
Ada seseorang yang datang ke rumah itu melihat Senja berdiri di depan rumah itu.
__ADS_1
"Ada apa dek?" tanya seorang ibu-ibu datang mendekat.