
Nenek terus memegang tangan Senja. Saat itu Senja melihat ada sebuah mobil yang menyalib mobil Guntur, Senja melihat dari kaca jendela itu jika di dalam mobil itu ada seorang perempuan yang sedang meronta-ronta, mulutnya di tutup dan matanya juga di tutup, tangannya di belakang dan ada 2 orang pria di samping wanita itu.
"Apa ku harus menolong wanita itu?" tanya Senja. "Benar juga, setidaknya aku bisa berpisah dari suasana canggung ini jadi lebih baik aku membantu wanita itu," ucap Senja menyengir.
"Lajukan mobilnya kejar mobil di depan itu," pinta Senja.
"Ada apa?" tanya Guntur.
"Kejar saja cepat, dan sejajarkan mobil dengan mobilnya," pinta Senja.
Guntur pun melakukannya, ia tidak ingat sedang membawa neneknya. Setelah mobil itu beriringan, Senja membuka pintu mobil.
"Apa yang kamu lakukan Senja?" tanya Nenek.
"Nenek, setelah aku keluar, nenek segera tutup pintu mobilnya ya," ucap Senja. Guntur mempertahankan mobilnya agar tetap beriringan dengan mobil di sampingnya meskipun mobil itu berusaha untuk menambah kecepatan laju mobilnya.
__ADS_1
Senja berdiri dan langsung melompat ke atas mobil sebelah.
"Ya ampun Senja, apa yang kamu lakukan!" teriak nenek ketakutan.
"Master benar-benar berani menantang maut," ucap Momo.
"Gadis itu dia sungguh pemberani," ucap Guntur menggeleng kepala.
Setalah Senja mendarat di atas mobil itu di atas, pengemudi menyadari jika Senja di atas, ia pun membelok-belokkan mobilnya agar Senja di atas jatuh.
Kedua pria yang bertugas sebagai pengawal itu berusaha untuk menarik tangan Senja, Senja memukulnya lagi hingga pecahnya menjadi dua, setidaknya tangan Senja bisa masuk. Kedua pria itu memegang tangan Senja, dan Senja juga memegang tangan kedua pria itu dengan kuat, lalu menarik ke atas dan membentur kepala mereka dengan kuat, dan itu Senja menarik tangan kedua pria itu beberapa kali dan membuat kedua pria itu puyeng.
Sang supir pun memberhentikan mobilnya dan membawa balok kayu keluar untuk memukul Senja.
"Kurang ajar! Jika penculikkan ini gagal, bos pasti akan marah," ucap supir itu geram. Senja melompat ke bawah. Sang supir mendekati Senja.
__ADS_1
"Kurang ajar kau! Beraninya kau ikut campur masalah yang bukan urusanmu, kau benar-benar ingin mencari mati," ucap supir itu geram.
"Kau yang menculiknya apa tidak punya pekerjaan yang lebih bermanfaat lagi, kau seharusnya tau penculikkan itu adalah perbuatan yang melanggar hukum, berani-beraninya kau melakukan itu, jika begitu mari ke sini, tangan ku sudah gatal ingin menguliti kulitmu," ucap Senja.
Pria itu pun melayangkan balok kayunya ke arah Senja, Senja menghindarinya, lalu menarik balok kayu itu dengan kuat sehingga membuat supir itu terbawa karena tarikkan itu, Senja menyiapkan lututnya lalu menghantam keras perut supir itu, meninju wajah supir itu dengan keras hingga tulang pipinya bergeser, Senja juga menarik kepala supir itu lalu memukul kepala bagian belakang lalu menarik kakinya lalu…
Krak!
Suara patahan terdengar membuat nenek itu ngeri.
"Ya ampun, inikah Senja yang sesungguhnya?" tanya Nenek.
"Aku sudah biasa dengannya nek, cuma aku tidak tahu jika dia sesadis ini," ucap Momo.
"Dia benar-benar wanita tangguh," ucap Guntur menyengir.
__ADS_1