
"Baiklah," angguk banci itu yang segera mendandani Senja.
Banci itu mencari warna yang cocok untuk kulit Senja yang putih itu. Ia juga mengkeritingkan ujung rambut Senja.
"Sudah selesai, wah dia sangat cantik sekali, meskipun wajahnya terlihat jutek, untung saja dia cantik, lihatlah Tuan, dia sangat cantik kan? Apa Anda puas?" tanya banci itu memutar kursi Senja menghadap ke arah Guntur.
Guntur melihat ke arah Senja sambil tersenyum. "Sangat puas," angguk Guntur.
"Puas? Apanya yang puas," ucap Senja dalam hati menatap Guntur dengan manyun.
"Apa Tuan ingin sekali dengan bajunya? Di salon kami sudah menyediakan gaun yang impor dari luar negeri dan pastinya ini lain dari yang lain, sangat bagus dan lembut," ucap banci itu menawarkan produknya.
"Oh silakan," ucap Guntur mengangguk.
"Mari," ucap banci itu memegang bahu Senja dan membawanya ke ruang ganti.
"Hm… kulitmu sangat putih, jadi warna apa pun pasti sangat cocok untukmu, jadi aku menyarankan kamu sebaiknya mengunakan gaun berwarna ungu violet yang di hiasi blink-blink yang cantik ini saja, ayo coba di tes dulu," ucap banci itu.
Senja mengambil gaun tersebut dan masuk ruang ganti.
__ADS_1
"Mau makan malam saja seribet ini, makan ya makan aja, kenapa harus repot-repot berdandan dan memakai gaun, memangnya baju yang ku pakai ini terlihat jelek dan Kumal," omel Senja.
"Astaga! Dia bahkan mengomel di sana," ucap banci itu.
Setelah selesai, Senja pun keluar dari ruang ganti itu.
"Oh my God, ini benar-benar sangat cantik bak putri raja," ucap banci itu menjerit terkagum-kagum. Ia mendekati Senja dan melihat ke kiri ke kanan, ke depan dan ke belakang.
Ia juga memutar tubuh Senja. "Aaaaaa…" ini sangat cantik, oh my God, oh my God, oh my Goooood, ini sangat luar biasa!" teriak Banci itu tak habis berkata-kata.
"Rambut yang tergerai ikal Mayang, gaun ungu violet panjang menutupi mata kaki dengan belahan hingga ke paha sebelah kanan, lengan pendek, sepatu kaca, buku mata yang lentik, kulit yang putih bersih, mata bulat, hidung mancung, meski hanya di poles dengan sedikit make up tetap terlihat cantik, kamu lebih cocok jadi model. Tubuh tinggi dan sangat modelis," ucap banci itu mengangguk-angguk.
"Eh sudah, sudah," angguk banci itu membawa Senja.
"Tadaaaa, bagaimana menurut Tuan?" tanya Banci itu.
Guntur terdiam sejenak menatap Senja yang sangat berbeda itu. Sangat jauh berbeda, dan ia hingga tak bisa mengenalinya.
"Apa ini benar-benar Senja?" tanya Guntur.
__ADS_1
"Berhenti berbicara dan ayo pergi," ucap Senja yang melewati Guntur dan langsung menuju mobil Guntur.
"Gadis itu... penampilannya saja yang berubah, tapi sifatnya tetap saja sama," ucap Guntur melihat Senja tersenyum.
"Berapa semuanya?" tanya Guntur.
"Semuanya menjadi 75 juta saja, karena Tuan Guntur sendiri yang datang, aku kasih diskon," ucap banci itu centil.
"Berikan nomor rekeningnya, aku akan transfer uangnya," ucap Guntur.
"Siap Tuan Guntur yang tampan," ucap banci itu. Setelah pembayaran berhasil, Guntur kembali ke mobilnya dan melihat Senja sangat tidak nyaman dengan bajunya, ia terlihat risih.
"Hm… apa perlu bajunya di ganti lagi?" tanya Guntur.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1