
Ia mengemasi semua barang yang berantakan itu dan menyusunnya kembali dengan rapi.
"Aku akan membunuh kalian dengan tanganku, aku berharap jika kalian tidak datang ke tempat ini lagu, atau aku akan akan mencincang habis tubuh kalian," ucap Senja geram.
Saat ia membuka laci, tak sengaja ia melihat sebuah kertas, yang tulisan yang sangat rapi.
"Untuk Lora? Untukku?" tanya Lora mengernyitkan dahinya. "Ya sudah, aku simpan saja dulu surat ini, setelah sampai di rumah aku baru membacanya," sambungnya menyimpan surat itu ke kantongnya.
Sebelum ia pulang, Senja berpamitan lagi di makam sang guru.
"Guru, aku pamit pulang dulu, semoga guru tenang di sana, terima kasih untuk semua yang telah guru lakukan untuk ku, maafkan aku guru karena aku belum melakukan yang terbaik untuk guru, terima kasih guru," ucap Senja dan ia pun pergi meninggalkan tempat itu dengan pakaian kotor karena menggali kuburan untuk gurunya.
Senja pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya untuk kembali.
Sesampainya di rumah Momo, Senja melihat sebuah mobil mewah di depan rumah Momo.
"Orang kaya mana yang datang ke rumah Momo?" tanya Senja. Ia segera keluar dari mobil dan menuju pintu utama.
Senja sangat terkejut karena seorang pria berjas hitam duduk di sofa.
__ADS_1
"Master, Master sudah pulang? Astaga Master! Apa yang terjadi pada Master? Kenapa baju Master sangat kotor?" tanya Momo mendekati Senja dan ia sangat khawatir.
"Kenapa dia ada di sini?" tanya Senja menunjuk ke arah Guntur.
"Apa aku tidak boleh ada di sini?" tanya Guntur berdiri sambil tersenyum.
"Rasanya sangat aneh jika seorang CEO terkenal ada di sini, apa Anda sedang tidak sibuk?" tanya Senja.
"Tidak, hari ini khusus datang ke sini untuk mengajakmu makan malam, jadi lebih baik kamu bersih-bersih dulu, atau mungkin kamu ingin aku bantu untuk bersih-bersih," goda Guntur.
"Jika berani kau melakukannya, maka aku tidak akan segan mematahkan lehermu," ucap Senja dengan tatapan tajam.
"Wanita ini sangat sulit di taklukan, tapi aku suka," ucap Guntur tersenyum.
"Baiklah jika kamu tidak mau, aku akan menunggu di sini jadi bersiap-siaplah," ucap Guntur.
"Memangnya aku sudah bilang setuju untuk pergi bersama mu?" tanya Senja dengan tatapan yang tidak suka.
"Kau harus ikut dengan ku, karena kau berhutang padaku," ucap Guntur mencari alasan.
__ADS_1
"Hutang apa yang aku tinggalkan padamu?" tanya Senja tak bergeming.
"Tadi siang kau memukulku dan aku tidak memperhitungkan, jadi sebagai gantinya, kau harus makan malam dengan ku malam ini sebagai tanda permintaan maaf," ucap Guntur.
"Aku tidak punya uang untuk mentraktir mu makan sebagai permintaan maaf," jawab Senja melangkahkan kaki yang hendak pergi ke kamar mandi.
"Senja, aku akan mengembalikan kalung ini asal kau mau makan malam bersamaku," ucap Guntur membuat Senja menghentikan langkahnya.
"Tepati janjimu," ucap Senja yang langsung menuju kamar mandi.
Senja pun bersih-bersih dan dan mengantikan pakaiannya. Ia memakai jins biru dan jaket hitam. Ia pun langsung keluar.
"Astaga Master! Kenapa Master memakai baju seperti ini?" tanya Momo kaget.
"Memangnya apa yang salah dengan bajuku, aku kan tidak telan jang," ucap Senja.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
__ADS_1
Terima kasih