
Senja pergi dari rumah itu tanpa mempedulikan murka dari ayahnya.
"Siapa yang peduli dengan amarah orang tua itu," ujar Senja nyelonong pergi.
Sedangkan ibu tirinya dan Mona mereka tos dengan pelan di belakang ayahnya sambil tertawa pelan mereka mengacungkan jempolnya sambil tertawa bahagia.
"Akhirnya Ma, semua harta ini jadi milikku," bisik Mona.
"Mama juga tidak menyangka akan ada hari ini, mulai sekarang kita akan bersenang-senang," ucap ibunya tertawa bahagia.
Wajah dari ayah terlihat merah padam. "Mona jangan sampai seperti dia," ucap ayahnya dengan tatapan tajam dan ia pun langsung pergi ke kamarnya.
Setelah ayahnya masuk ke dalam kamar, Mona dan ibunya berjoget-joget saking senangnya.
"Ma, akhirnya kita bisa hidup dengan tenang tanpa anak durhaka itu, dunia ku penuh dengan warna, aku bisa melakukan apa yang aku mau," ucap Mona menari sambil berputar-putar.
"Mama juga merasa lega tidak ada lagi yang bikin Mama naik pitam, semoga saja anak durhaka itu tidak kembali lagi ke rumah ini," ucap mamanya duduk di sofa sambil menaikkan sebelah kakinya mereka merasa jika merekalah penguasa rumah itu.
Senja melajukan mobilnya menuju rumah Momo.
"Master tadi aku mendengar ayahmu teriak, kenapa?" tanya Momo penasaran.
"Dia bilang dia tidak menganggap aku sebagai anaknya lagi, tapi siapa peduli itu, aku tidak punya ikatan apa-apa dengannya jadi untuk apa aku pikirkan," ucap senja santai.
"Baguslah jika Master tidak sedih," ucap Momo.
__ADS_1
"Hah! Aku tidak punya waktu untuk bersedih sekarang berpikir bagaimana caranya untuk mencari uang," ucap Senja.
"Master benar, toh dia juga akan menyesal juga," ucap Momo.
Sesampainya di rumah mereka pun segera mandi dan berganti pakaian. Setelah berganti Mereka pun menuju ke tempat karaokean itu.
"Master kira-kira kita di sana kerja apa ya?" tanya Momo.
"Tidak tahu yang penting kerja saja dulu nggak cocok tinggal keluar," ucap Senja.
"Gampang sekali ya urusannya," ujar Momo tertawa.
Tak lama kemudian mobil Mereka pun sampai di depan karaokean itu, terlihat Yeti ada di depan teras karaoke.
"Hey!" teriak Yeti melambaikan tangan. Senja memarkirkan mobilnya.
"Ayo kita masuk," ajak Yeti.
"Yeti, jadi apa pekerjaan kami?" tanya Momo.
"Mungkin sama denganku, jadi pengantar makanan," ucap Yeti.
Mereka masuk ke dalam karaokean itu dan Yeti menuju ruang bosnya.
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
"Bos!" panggil Yeti dari luar pintu.
"Ada apa?" tanya Bos itu.
"Senja dan Momo sudah datang, mereka ingin menanyakan apa pekerjaan mereka," ucap Yeti.
"Oh iya, sebentar," ucap bos itu keluar dari ruangannya.
"Untuk kamu, kerja sama dia saja, untuk Senja, ikut denganku," ucap Bos itu.
"Kenapa kami di pisahkan?" tanya Senja.
"Hm… pekerjaan kamu sedikit spesial, jadi kamu ikut saja denganku, nanti aku beri tahu padamu pekerjaan apa yang harus kamu lakukan," ucap bos itu.
Senja melihat ke arah Momo. "Nggak apa-apa Master," ucap Momo dan ia mendekati Senja dan berbisik. "Jika dia berani macam-macam, tendangan saja anunya," bisik Momo.
Terlihat seulas senyuman Senja namun wajah itu kembali lagi ke datar.
"Ya udah, Senja kami pergi dulu ya," ucap Yeti.
"Iya," angguk Senja.
__ADS_1
"Ayo kamu masuk ke dalam dulu," ajak bos itu.