
Momo langsung menutup mulut Senja yang terang-terangan bicara yang tidak seharusnya ia bicarakan di depan pria.
"Maaf-maaf, Masterku ini salah bicara," ucap Momo tersenyum malu ke arah Guntur.
Guntur tersenyum.
"Master, apa Master tidak punya pakaian perempuan?" bisik Momo.
"Ayolah, pakaian yang ku pakai ini adalah pakaian wanita," jawab Senja.
"Bukan itu maksudku, gaun, rok atau semacamnya," ucap Momo.
"Tidak apa-apa, aku akan membawanya ke salon," ucap Guntur.
"Baiklah, tapi Tuan tolong jangan ganggu Master ku jika Anda tidak ingin Kena baku hantam," ucap Momo memperingati.
"Hey! Kau malah mengkhawatirkan dia," ucap Senja.
"Eh tidak-tidak Master, maksudnya tolong jaga dia baik-baik," ucap Momo berdelik ngeri.
"Tenang saja, aku pasti akan menjaganya dengan baik," ucap Guntur tersenyum ke arah Senja.
"Jangan tersenyum seperti itu kepadaku, itu sangat menjijikkan," ucap Senja membuang mukanya ke samping.
"Kau ini sangat kasar, ayo masuk ke dalam mobilku," ajak Guntur yang membukanya Pintu untuk Senja.
__ADS_1
Senja masuk ke dalam mobil dan Guntur pun masuk ke kursi pengemudi. Guntur pun melajukan mobilnya di jalanan. Di sepanjang jalan mereka hanya terdiam dan Senja sangat tidak ingin memulai percakapan dengan dia yang menyebalkan di sampingnya itu.
"Di mana orang tua mu?" tanya Guntur membuka pembicaraan.
"Jangan bertanya apa pun tentang diriku, kita tidak dekat, dan juga setelah ini, makan malam, kau kembalikan kalung itu dan kita pulang masing-masing," ucap Senja.
"Aku tidak yakin jika kita akan melewati makan malam dengan mudah yang seperti kamu ucapkan," ujar Guntur tersenyum sambil mengangkat alisnya.
"Aku tidak peduli," ucap Senja ketus.
Guntur pun memarkirkan mobilnya di halaman sebuah salon kecantikan salah satu ternama di kota itu.
"Ayo turun," ajak Guntur.
"Tentu saja untuk mendandani mu, kau yang seperti ini terlihat seperti seorang pria, bahkan orang-orang akan menganggap ku makan bersama pria," ledek Guntur.
"Sial!" umpat Senja kesal.
Guntur membuka pintu mobil untuk Senja. "Ayo keluar," ucap Guntur lembut sambil mengulurkan tangannya.
Senja menatap Guntur sekilas dan ia pun keluar dan tidak mempedulikan sambutan dari Guntur.
Senja langsung menyelonong masuk ke dalam salon itu dan ia pun langsung duduk tanpa basa basi.
"Oh Nona, mau perawatan seperti apa?" tanya Seorang pria namun lemah gemulai alias banci.
__ADS_1
"Tolong dandan dia secantik mungkin karena kami akan makan malam," ucap Guntur yang tiba-tiba masuk.
"Wah , Tuan Guntur, selamat datang, hm… jadi ini pacar Anda ya," ucap Banci itu memukul lengan Guntur dengan lembut.
"Hm… bisa iya, bisa tidak," jawab Guntur enteng.
"Tapi masa cari cewek yang wajahnya jutek kayak gitu, yang nggak ada manis-manisnya," bisik Banci itu di telinga Guntur.
"Aku mau ganti selera," jawab Guntur tersenyum melihat punggung Senja.
"Lakukan sekarang atau aku akan pergi," ucap Senja.
"Eh baiklah, baiklah," angguk banci itu berlari ke ruangan untuk mengambil make up-nya.
"Ih garangnya, macam kak Ros," ucap Banci itu dengan suara pelan dan sambil bersungut-sungut.
Tak lama kemudian, ia pun keluar dengan peralatan make up yang sangat banyak.
"Tolong poles tipis saja, aku tak terlalu suka yang menonjol," ucap Senja.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1