
Di perjalanan mereka hanya terdiam, Senja pasang wajah manyun di sepanjang jalan.
"Sangat menyebalkan, kenapa aku tidak bisa mematahkan leher pria brengsek di sampingku ini? Apa penyebabnya? Kenapa aku sangat berbaik hati dengannya," ucap Senja dalam hati sambil melihat kedua tangannya.
"Senja, kau tahu tidak, di balik kerasnya sifat mu, kau punya hati yang lembut," ucap Guntur membuka pembicaraan.
"Apa yang kau katakan?" tanya Senja melihat ke arah Guntur yang tersenyum.
"Ya, asal hati mu di sentuh sedikit saja, kau pasti menjadi orang yang sangat lembut, apa bila sedikit saja orang itu mengganggumu, kau lebih buas dari 1000 harimau," ucap Guntur.
"Jika kau tau itu kenapa kau masih mengangguk," ucap Senja melipat tangannya.
"Mana ada aku menganggu mu, aku benar-benar suka dengan mu, jadi itu tidak termasuk menganggu," ucap Guntur berdalih.
"Bagiku kau itu penganggu. Kembalikan kalung itu," pinta Senja.
"Setelah sampai di rumah aku akan memberikannya," ucap Guntur.
"Kau mempermainkan ku!" ucap Senja mengangkat tangannya hendak menghajar Guntur. Guntur memegang tangan Senja dan menurunkan kebawah, ia memegangnya lembut dan menatap Senja dengan senyuman manis, plus wajah tampannya membuat Senja seketika terkesima.
__ADS_1
"Tenang dulu, aku pasti akan memberikannya," ucap Guntur lembut. Senja langsung menarik tangannya.
"Bisa-bisanya aku terkesima oleh pria menyebalkan ini, sungguh pria ini sulit di lawan dari pada melawan pria 100 pria tangguh," ucap Senja dalam hati.
"Senja, asal aku tau kelemahan mu, kau pasti akan jatuh cinta padaku, karena melawan mu dengan kekerasan itu sama saja membangun sifat buas mu yang sesungguhnya, aku yakin aku bisa menjinakkan sifat keras kepala mu itu," ucap Guntur dalam hati.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Momo. Guntur memasuki pekarangan rumah Momo dan memberhentikannya.
"Aku ingin berbicara padamu sebentar," ucap Guntur.
"Kembalikan kalungnya," pinta Senja.
"Astaga! Wanita ini sangat kuat," ucap Guntur senyum kagum. Senja pun keluar dari mobil dan sekilas melihat Guntur dan ia pun pergi.
"Dia bahkan tersenyum melihat aku merusak mobilnya, sungguh tak tau apa yang dia pikirkan," ucap Senja berjalan masuk ke dalam rumah Momo.
"Senja, tunggu dulu, hadiah mu," ucap Guntur. Senja tidak mempedulikannya dan ia pun masuk ke dalam rumah.
Saat itu Momo pun keluar. "Master?" ucap Momo menatap Senja tak berkedip, karena ia sangat berubah dengan penampilan aslinya, sangat cantik bak putri kayangan.
__ADS_1
"Aku mau istirahat dulu," ucap Senja berjalan melewati Momo yang masih terbengong.
"Senja!" panggil Guntur dari luar, Momo pun keluar dan melihat Guntur membawakan sebuah box kaca membawa ke atas teras rumah Momo.
"Tuan," ucap Momo mendekati Guntur.
"Tolong bawakan ini," ucap Guntur.
"Ini apa Tuan?" tanya Momo.
"Hadiah dari nenek ku untuk Senja, bilang padanya ia harus menerimanya, jika tidak, nenek pasti akan sedih," ucap Guntur.
"Baik Tuan, aku pasti akan mengatakannya," ucap Momo membawakan kotak kaca itu ke dalam rumah dan menyusunnya di atas meja ruang tamu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1