
"Ya udah ayo ke kamar," ajak Senja membawa Momo masuk ke dalam kamar.
"Aku mandi dulu ya," ucap Senja mengambil handuk dan masuk dalam kamar mandi.
Air menguyur tubuhnya, ia membiarkan air itu membasahi wajahnya.
"Apa aku harus pindah rumah, aku tidak ingin membebankan Momo, aku harus cari rumah sewa," ucap Senja.
Tok!
Tok!
Tok!
Terdengar suara ketukan dari luar pintu.
"Siapa ya malam-malam begini datang ke rumah?" tanya Momo duduk akan tetapi kepalanya masih pusing.
__ADS_1
Senja keluar dari kamar mandi. "Biar aku yang buka," ucap Senja mengambil pakaiannya lalu memakainya, kepalanya ia balut dengan handuk dan kemudian menuju pintu rumah lalu membukanya.
Ada sepasang suami istri yang berada di luar pintu sangat terkejut melihat Senja.
"Kamu siapa? Di mana Momo?" tanya wanita paruh baya itu menekuk alisnya dengan wajah tidak suka.
"Sebentar, aku panggilkan," ucap Senja.
"Tidak perlu! Aku sendiri yang masuk!" ucap wanita itu ketus. Mereka melewati Senja dan masuk ke dalam kamar dan mendapati Momo sedang berbaring.
"Momo! Kamu sekarang berani-beraninya bawa wanita ke dalam rumah selama Ayah dan Ibu jarang ke rumahmu!" omel Ibunya.
"Rugi besar, kamu tau kan, wanita yang datang mendekatimu itu karena mereka suka dengan uangmu, tidak ada yang benar-benar suka denganmu, Ibu sudah punya calon sendiri untukmu, jadi kamu tidak perlu mencari wanita liar yang datangnya entah dari mana!" omel Ibunya panjang lebar.
Senja berdiri di samping tembok mendengar percakapan mereka.
"Apa maksud ibu bicara begitu, kan sudah Momo bilang, dia itu hanya teman, nggak ada hubungan apa-apa, lagian itu karena dia Momo dapat pekerjaan bagus di perusahaan Tuan Guntur, dia itu pacarnya Tuan Guntur," ucap Momo.
__ADS_1
"Tuan Guntur, maksud kamu Tuan Guntur perusahaan GT terbesar itu kan?" tanya ibunya memastikan.
"Iya," jawab Momo manyun.
"Wah wah tidak menyangka ya, kamu bisa kenal dengan Tuan Guntur, jika kamu bertemu lagi dengan Tuan Guntur sampaikan salam ibu padanya, bilang padanya jika ibu adalah fans berat dia," ucap Ibunya tersenyum genit.
"Makanya, biarkan teman Momo tinggal di sini," ucap Momo.
"Tidak Momo, aku tidak bisa tinggal di sini lebih lama, aku sudah mendapatkan gaji ku dan berniat untuk cari kost-an," ucap Senja masuk ke dalam kamar itu dan mengemasi barang-barangnya.
"Jangan master, tolonglah Master tetap tinggal di sini," rengek Momo.
"Kamu tidak perlu khawatir, kita akan selamanya menjadi teman," ucap Senja memegang kepala Momo dan mengacak-acak rambutnya.
"Hu-hu-hu, aku tak rela Master pergi. Lihat tuh ini semua gara-gara Ibu! Master aku ikut denganmu," ucap Momo mengikuti Senja.
"Momo, aku sudah banyak merepotkan mu, aku juga butuh sendiri, tolong terima keputusanku ya, kita akan selamanya menjadi teman, kau boleh kapan pun main ke kost-an ku," ucap Senja tersenyum.
__ADS_1
"Lalu kemana Master pergi, biar aku bantu carikan," ucap Momo menyeka air matanya.
"Tidak perlu, aku sudah mendapatkan rumahnya, nanti setelah sampai aku beri tahu lokasinya," ucap Senja tersenyum memegang bahu Momo.