SANG DEWI VS BOS CEO

SANG DEWI VS BOS CEO
BAB 43


__ADS_3

Saatnya mereka pulang kuliah, namun mereka tidak langsung pulang, melainkan langsung ke cafe tempat mereka akan bekerja.


"Ikuti mereka," ucap Guntur kepada Doni.


"Baik Tuan," jawab Doni yang segera mengikuti mobil Momo.


Sesampainya di sana, Candra sudah menunggunya di sana.


"Senja, kamu sudah datang," ucap Candra tersenyum.


"Iya," jawab Senja datar.


"Ini seragam mu, silakan berganti pakaian," ucap Candra menyerahkan 2 lembar baju yang masih di dalam lipatan plastik, yang satunya untuk Momo.


"Terima kasih," ucap Senja melewati Candra dan mereka berganti pakaian di toilet.


Candra tersenyum.


"Candra? Apa yang di lakukan Senja di sini?" tanya Guntur penasaran dan Ia pun keluar dari mobil dan menuju ke arah Candra yang masih menunggu Senja keluar.


"Hey!" teriak Guntur membuat Candra melihat ke arah Guntur yang datang, ia sangat terkejut karena kedatangan seorang musuh di tempatnya.


"Kenapa kau ke sini, kau tidak punya urusan denganku kan?" tanya Candra menekuk alisnya.

__ADS_1


Guntur melihat ke dalam ruangan dan saat itu Senja tidak ada.


"Untuk apa Senja datang ke sini?" tanya Guntur.


"Senja? Untuk apa kau mencarinya?" tanya Candra.


"Aku tanya pada mu sekali lagi, untuk apa Senja datang ke sini?" Guntur mengulangi pertanyaannya.


"Heh! Bukan urusanmu! Lebih baik aku pergi saja dari sini, kita tak punya pembicaraan yang perlu di bicarakan," ucap Candra.


"Tentu saja aku ada urusan dengan Senja," ucap Guntur.


"Memangnya Senja siapa mu?" tanya Candra menyengir.


"Ke kasihmu? Oh ya? Kalau dia beneran kekasihmu kenapa datang ke cafe ku untuk melamar pekerjaan menjadi pelayan, itu sangat lucu, seharusnya dia sudah menikmati uang yang banyak darimu," ucap Candra tertawa.


Senja pun datang dan sangat heran saat melihat Guntur ada di sana.


"Kamu? Untuk apa kamu ke sini?" tanya Senja.


Guntur melihat baju yang di pakai Senja dan pegawai yang ada di cafe itu sama dan ia baru tahu jika Senja sedang bekerja di sana.


"Senja, jika kau ingin pekerjaan, datanglah padaku, aku akan menepatkan posisimu yang lebih layak," ucap Guntur.

__ADS_1


"Apa menurutmu aku tidak layak bekerja di sini?" tanya Senja.


"Tidak! Kamu tidak layak bekerja di sini, datanglah ke perusahaan ku, aku akan memberikan posisi yang layak dan gaji yang besar," tawar Guntur.


"Tuan Ceo yang terhormat, kau seharusnya tidak mengikuti ku, di mana pun aku bekerja itu bukan urusanmu, lebih baik Anda pulang," ucap Senja.


"Kamu dengarkan? Jadi silakan pergi," ucap Candra.


"Senja, aku mohon datanglah ke perusahaan ku untuk bekerja denganku, aku akan memberi posisi yang kamu inginkan," ucap Guntur.


"Tidak Tuan Ceo, Aku sudah di terima di sini, jadi mohon jangan ganggu aku, silakan Anda pulang," ucap Senja membalikkan badannya dan ia pun pergi.


"Senja," lirih Guntur.


"Jadi lebih baik kamu pergi, dan jangan ganggu Senja lagi," ucap Candra.


Dengan berat hati, Guntur pun pergi dari cafe itu dan menuju mobilnya.


Saat Senja keluar lagi, ia sudah berganti pakaian. "Maaf Tuan, ini adalah kesalahan saya, jadi dari pada seperti ini lebih baik saja tidak jadi bekerja saja, terima kasih sudah menerima saya, jika begitu saya permisi," ucap Senja mengembalikan bajunya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2