Sang Pilot Cinta Beda Usia

Sang Pilot Cinta Beda Usia
Pak Richard Limbardo ,dan Nyonya Hasanah Riezel


__ADS_3

Disini, dengan gaun elegan , semata kaki, William membawa Starla ke tempat pertemuan yang maminya rancang buat kencan buta.


Sebenarnya Starla sangat enggan melangkahkan kakinya, namun jiwanya ingin melihat, seberapa seriuskah sang kapten, dan mau melihat bagaimana sang kapten berada di dua pilihan.


Yang Starla ketahui, wanita itu seorang anak pengusaha sukses.


Hanya beberapa jarak dari tempat itu , Starla ingin melarikan diri, melihat wanita itu begitu cantik, bertabur diamon di badannya, dan berkelas.Kelihatan lembut, cantik, komplit. Minder ,sudah pasti . Ketika akan berbalik, William kekeh menahan langkah Starla ,bahkan jurus mau ke toilet tidak mempan.Jurus saling menahan dan memberotak pun tidak kuasa menggoyahkan ketahanan seorang William.


" Kamu gak kasih aku ke toilet, nanti aku pipis celana gimana ?".


" Gak apa apa Star."


" Kamu aneh dehhhh".


" Terlalu banyak trikmu terbaca Star. "


Starla hanya menggaruk rambutnya. Namun William merapikan rambut Starla.


Starla cukup tersentuh, William memilih pakaian Starla sesuai dengan karakter dirinya, juga berpenampilan elegan. Bagi William , kecantikan Starla natural, alami, dan sikap mandiri Starla ,tidak manja, membuat William yakin, Starla orang yang dia cari buat melalui kehidupan yang penuh dengan riak dan alur misteri.


William menggenggam tangan Starla dengan erat.


" Takut.... ?".


" Gak...," ujar Starla menutupi ketakutan dan groginya.


William tersenyum.

__ADS_1


Dan benar saja , ketika beberapa sosok menoleh, Starla ingin menutup matanya,namun apa daya tidak bisa, hanya bisa sedikit bersembunyi di balik bahu William.


William tersenyum, menarik kursi, dan mempersilahkan Starla buat duduk. Kemudian William pun duduk dengan tenang tepat di depan sang wanita , disana terdapat kedua orangtua si wanita dan kedua orang tua William.


" Dia pacar bayaran kamu Will ?, " tanya sang mami.


Mata Starla sedikit mengerut, namun berusaha tenang dan diam. Biarkan kapten membereskan semua, dalam hati Starla. Diamau lihat, lelaki seperti apa memperjuangkan nya.


" Namanya Starla mi, Kopilot, kami sama bertugas ,dia patner William, bukan sekedar teman , kami pacaran. Dan dia sangat susah William tahlukkan."


Mami William dan papinya memandang Starla. Mereka cukup terkejut, melihat seorang wanita berprofesi pilot.


" Dia seorang pilot handal, bisa menerbangkan pesawat tempur dan bisa atraksi, lihatlah, " ujar William memberi kode pada pegawai restoran.


Disana terlihat Starla sangat cantik, berpakaian ala militer, di antara para pria, Starla dengan lugas melakukan atraksi, membawa pesawat tempur sangat lihai.


Tentu saja kaki Starla yang usil menendang di bawa kursi, karena cubitan kecil Starla tidak di gubris sang kapten.


Bahkan Starla jadi bahan perhatian beberapa tamu di restoran mewah tersebut.


Bak pahlawan, tepuk tangan berkumandang melihat apa saja yang Starla lakukan ,dari pendekor pesta perkawinan, pendekor acara ultah dan pertemuan penting kenegaraan.Lain lagi Starla supir pengganti, Starla jadi bartender, weiter, dan terakhir nge Dj.


Starla gak tahu sampai sedetail ini William merekam apa saja pekerjaan nya. Gak tahu lagi, orang menganggap nya apa.Bahkan Starla menutup wajahnya dengan daftar menu di restoran.


Setelah Slide di monitor berhenti, Starla menjadi pusat perhatian tamu yang lainnya.Decak kagum sudah pasti dan tepuk tangan. Bahkan ketika William mengambil daftar menu dari tangan Starla. Di depan Starla semua wajah bengong menatapnya.Rasanya jantung Starla mau copot dan keluar dari tempatnya.


Starla menginjak kaki William, memandang sengit ke arah William.

__ADS_1


" Aku butuh wanita tangguh, yang bisa menemaniku mi, pi, butuh wanita siap hidup dalam kondisi apapun.Sejak sekolah penerbangan Starla sudah mandiri, dan Starla bukan anak orang sembarang, orang tuanya rekan bisnis papi dan mami."


" Rekan bisnis ?, siapa nak ?".


" Pak Richard Limbardo ,dan nyonya Hasanah Riezel ".


Mami dan papi William sontak terkejut.


" Kamu gak salah Will ?".


" Tidak.Orangtua Starla pernah menemui William, ingin anaknya berhenti dari penerbangan, dan William baru melihat di majalah bisnis, dan mengetahui kedua orangtua Starla juga datang ke rumah sewaktu acara di rumah mama."


Starla sangat syok dengan penuturan William. Dia pria pertama yang mengulitinya detail. Starla berdiri, namun William menahan langkah Starla.


" Maaf kelancanganku menelusuri data dirimu Star, dan itu baru aku ketahui semalam."


Starla bingung harus bagaimana. Yang Starla bisa hanya diam.Dalam genggaman tangan William membuat Starla nyaman. Jurus apalagi di gunakan sang kapten, entahlah.


" Forgive me, "satu kata bisikan membuat Starla terdiam.


🙄😔🙄😔🙄😔🙄😔


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2