
William duduk memandang pemandangan Dubai, melihat begitu banyak pasangan menikmati malam berdua.Dulu oemandangn itu tidak pernah terpikirkan William lagi, namun saat ini, William berhayal melakukan keseharian bersama Starla.
Starla duduk di sofa sambil membalas Wa teman temannya.
Tatapan Starla menyapu ke sekitar balkon. Sosok tegap, berkarisma , tegas dan tampan, menikati angin di balkon.
" Huhhhhh...., sungguh melihat pahatan wajah dan posturnya menggoda banget, namun dia lah sosok gigih gak mau mundur dari sosok penahluknya."
Starla lumayan gelisah, dan Starla meraih tas sandangnya , dan mengambil kartu kamarnya ,Starla lebih baik di jalanan dari lada di kamar ini. Begitulah fikir Starla. Starla bersyukur ,pintu lift langsung terbuka dan Starla pun masuk . Starla kembali mengitari jalan, menghirup angin dan udara segar, kakinya melangkah ke berbagai temoat , melihat hiruk pikuk kegiatan para sultan.
Starla hanya nyari angin, uang saku yang dia dapatkan dari tunjangan penerbangannya selalu utuh.Sepulang dari Dubai, Melvin akan membawanya keliling mencari apartemen.
Starla merasa uangnya sudah cukup, uangnya bertahun tahun bekerja membanting tulang, demi mendapatkan apartemen buat dirinya. Berpikir setidaknya di hari tua sudah aman, ada tempat tinggal.
Namun baru beberapa langkah nya telepon sang papi mengingatkan nya, mereka akan menemui Starla.
Starla hanya diam, tanpa banyak bicara.
Starla duduk menatap orang orang disana, begitu indahnya mereka ber pacaran, atau memiliki suami, tidak buat Starla , hatinya masih sangat sakit dan perih. Dia tidak sanggup lagi patah di kemudian hari.
__ADS_1
Jika orang mengatakannya pengecut, yah memang dirinya pengecut.
Tidak mau berbasa basi . Setiap orang pingin disayang,dimanja,di lindungi dan di mengertiz namun apakah masih ada pria seperti itu, di depan saja sewaktu pacaran dan sewaktu oisah, malahan menyakiti sedalam dalamnya. Malahan seperti memutar balik fakta, korban jadi tersangka.
Starla lumayan ngantuk, tapi buat pulang ke kamarnya dia enggan. Sosok William bukan sosok simpel yang mempan di tatapi tajam, langsung mundur, bukan.Sosok William adalah sosok yang gigih dan tidak mudah menyerah, sosok ribet pakai banget.
Starla menggoyang goyangkan kakinya, menatap kedua kakinya yang dia luruskan kemudian dia tekukkan, begitulah yang dia lakukan.
Menatap jam sudah jam 12 malam, Starla dengan wajah bantal kembali ke hotel, membuka pintu kakarnya dan lega ,semua clear.
Starla pun langsung tidur dengan sepatu masih terpasang di kakinya.
Ketika alaramnya berbunyi tepat pukul 10 pagi, Starla masih ogah buat bangun, gak mau keliling lagi, dengan modal dengkul, walau di negara sultan, kalau kitanya kere ,yang ada sakit hati, soalnya gak bermodal 🤭😅😆🤣.
Apa apa yang bermodal itu ,menjanjikan
Starla terkejut membaca nomor baru, dan enggan menerima , namun ketika sang mami nelepon mengatakan itu nomor seorang pria anak kenalan maminya, jiwa Starla pun sagat memberontak, malas buat bertengkar, Starla mematikan teleponnya.
Starla berendam di bedup, menikmati kesendiriannya. Memutar lagu kesukaannya, duduk di balkon dengan hot pants dan baju tanktopnya .
__ADS_1
Menyisir rambut panjangnya. Mood Starla ambyar ,perjodohan kesekian kalinya ,wajib tidak boleh tidak dia wajib ketemu pria itu, kalau gak akan terjadi perang dunia ke 3.
Starla kembali membaca job pekerjaan dari sahabatnya Clara.Lumayan, job nya ada setiap weekend. Dekor tempat resepsi pernikahan, Starla selalu menanya permintaan calon mempelai seperti apa, membuat ilustrasi, mereka sebelum hariH hadir menyaksikan 80persenan dekor, dan finishing Starla juga biat kejutan sebagai hadiah buat mempelai.
Starla bercanda dengan beberapanpramugari, sambil menunggu mobil kru pesawat.
" Kumisnya cakep kopit Star," ujar Lilian seorang pramugari.
Starla cekikan tertawa.
🤣😅😆😁😂
Jagan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment