
Hidup ini perlu rileks, kalau lurus terus ya pegel.
Gila terus ya hancur.Makanya aku menikmati hidup,kadang ya bener,kadang ya kumatπππ.Kumat masih kumat yang tertib.
Begitulah jiwa Starla.
Kapal membawa mereka ke dermaga.
" Mau pulang bareng ?," tanya Starla pada Smith.
Smith mengangguk.
Starla berbicara pada pemandu, meng iyakan beberapa foto Starla buat di flayer biro destinasi mereka. Ketika akan diberi royalty, Starla menolaknya.Starla bilang, hitung hitung uang fotografer.
Hidup bukan hanya nilai hitung menghitung, lebih ke hidup itu bisa jadi berkat buat banyak orang.
Starla menuju parkiran ,memberi Smith helm, Starla pun memakai helm nya.Selama di sini, Starla meminjam kereta dari sahabatnya punya sahabat, ah sudahlah gak usah di jelaskan ya Cin, berbelit belit, yang penting motor sport Starla gratisan hehehehehe.
Starla memandang jalanan lumayan ramai. Dan seperti biasa, Starla bak pembalap profesional, selip menyelip sudah menjadi makanan nya sehari hari, yah, motor sportnya ada 3 di rumahnya , di jual maminya semua, dan Starla sampai nangis berminggu minggu. Ketika sudah bekerja, Starla membeli sepeda motor sportnya yang baru, dengan uang sendiri. Tentu saja sepeda motor itu menjadi sumber ketegangan perselisihannya kembali pada sang mami.
Menurut Starla ,menjadi anak tunggal tidaklah se enak anggapan orang, kehidupan di kekang banget. Apa apa gak boleh, apa apa di atur. Padahal starla sudsh berusia 25 tahun saat ini.
" Udara lumayan dingin, minum minuman yang hangat nanti ya Star, " ujar William.
" Aku mau mabokk...," ujar Starla tertawa terkikik sambil melajukan sepeda motornya.
" Besok kamu gak bisa terbang."
" Kamu tahu aku terbang dari mana ?".
" Aku pernah melihatmu."
" Ohhh...," hanya itu yang keluar dari mulut Starla.
William mengangkat tas Starla, mereka pun memasuki lift.
__ADS_1
Starla menekan lantai 15, sedangkan William menekan lantai 18.
" Makasih ," ujar Starla menjinjing tas ranselnya.
Wiliam hanya mengangguk.
Starla mandi dan kemudian meminum teh hangat. Starla memesanmakanan layanan kamar , malas buat keluar lagi,untuk mencari makan malam.
Ketika pagi tiba. Starla lebih bangun cepat, melajukan motor sport pinjamannya menuju ke beberapa tempat pusat kuliner.
Starla sangat menikmati satapan paginya.
Starla sedikit merengut melihat telepon dari sang papi.
π Hallo nak...
π Hallo pi....
π Lagi sarapan, besok baru terbang lagi Pi.
π Apa nyelam lagi nak.
πSttt.....
π Papi akan menemuimu nak.
π Starla kirim jadwal penerbangan yah Pi...
π Mamimu mau ikut
π Please Pi....,apa kembali nemui Direktur penerbangan ? Nyuruh Starla berhenti lagi?
π Mamimu ngotot ikut nak
__ADS_1
π Please Pi...
πStarla , mami sudah lama tidak menemuimu, tepatnya kamu tahun baru juga tidak pulang nak.Tahun baru ini pulanglah nak.
π Kalau Starla pulang, pasti ada saja perjodohan, please Pi...Dan juga pasti ada perselisihan.
π Dan papi mu akan menjadi pihak terjepit .Mamimu terlalu sayang kamu, jadi dia terkesan keras sama kamu nak.
π Sudahlah Pi, Starla udah gak tahu harus bagaimana.
πSudah dulu ya nak.
π Bye Pi, jaga kesehatan.
π Ya nak.
Starla hanya terdiam beberapa saat , kemudian membayar makanan nya dan melajukan motor sport nya menuju ke objek wisata.
Starla menyewa Jet ski, mengitari laut yang masih teduh, sangat beruntung ,cuaca mendung jadi tidak terlalu panas.
( Sebagai ilustrasi)
Menaiki Jet ski menjadi satu tantangan buat Starla. Dan so pasti video call dengan teman temannya mereka pun super heboh.
Mengajak Starla ketemuan begitu weekend tiba.Mereka pun sepakat ke club, karena pemilik kembali memanggil Starla nge DJ 2 x.Starla menyanggupi, maklum uang sakunya harus selalu terisi, karena Starla suka traveling.
π₯°ππ₯°ππ₯°πππ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment