
Starla cukup lelah, berjalan seharian dan mereka harus balik menggunakan kereta api, dan mereka sampai ke bandara tepat pada waktunya.
Starla dan William terkikik karena berada di jadwal yang mepet.Berganti pakaian, dan kembali bertugas.
Starla dan William pun memasuki pesawat ,setelah breving dengan para kru.
" Pengalaman indah, bisik Lilian."
Starla mengedipkan matanya.
" Cuaca bagus Star."
" Mudah mudahan perjalanan lancar, doa dulu dong Kap."
William mengangguk.
Starla tahu, William selalu berdoa ketika akan melakukan penerbangan.
Starla dan William cukup fokus dalam bertugas, ketika penerbangan malam, apapun tidak dapat dilihat, langit sudah hitam.Starla lebih suka ketika penerbangan pagi, siang ataupun senja.Namun bagi seorang Pilot, wajib tidak bisa milih jadwal.
William dengan kharismanya, melakukan beberapa komunikasi dengan ATC.Bergantian dengan Starla.
Ketika pesawat landing, Starla pun lega, tugasnya selesai buat hari ini.
" Apakah mau duduk di cafe sebentar Star ?," tanya William.
" Tidak Kap, makasih, " tolak Starla secara halus.
Starla bergegas melihat layar handphone nya dan disana terlihat papi dan maminya bersama dengan Edward.
" Kamu sampai larut malam Star ".
" Namanya tugas Mi."
" Mami gak pernah ijinkan kamu jadi pilot. Sampai detik ini."
__ADS_1
" Susah lah mi, please , anak baru sampai, di repeti ,kasihan ,kan capek, " ujar sang papi.
" Mami dan papi nginap di hotel, kami mau lihat apartemenmu, apakah ada perubahan kamu jadi kopilot, apakah masih di perumahan kumuh."
Stafla hanya menarik nafasnya panjang.
" Uangmu terkuras karena membayar study mu, lain sewa apartemen,uang makan, hidup seperti apa yang kamu jalani Star ?".
" Setidaknya Starla mandiri mi, gak pernah minta apaoun dari mami dan papi. "
" Udah...udah...., " ujar sang papi.
Starla pun melangkah duluan bersama Edward.
" Kamu cukup sabar Star. Tidak jangging janggingan sama mamimu."
" Pengen, tapi takut dikutuk jadi anak si malingkundang, hehehehe".
" Kamu akan terkejut ,perang dunia akan di mulai ,begitu sampai di apartemen."
Edward hanya tersenyum.
" Di samping ini ,apartemen Clara dan Malvin adiknya mi, di seberang sana apartemen Mitha ".
" Bagusla nak ,kamu punya banyak teman yang dikenal disini tinggal sama kamu, sekitarnya juga bagus."
" Luarnya memang bagus, tapi jangan lihat dalamnya, lapangan sepak bola, " bisik Starla membuat Edward ngakak.
" Papi jangan terkejut, " ujar Starla membuka pintu apartemen nya dengan memasukkan kode.
Kerapian..., aman. Hanya kosong ,plong banget, hanya ada tempat tidur dan Ac, itu juga pemberian si penjual apartemen.
Menjemur pakaian masih pakai tali plastikπ€.
" Orang mau duduk dimana ,jika bertamu di apartemen mu ?, " tanya sang mami berdehem.
__ADS_1
" Disegala sudut bisa mi, aman kecoak, aman binatang kecil, ala ala lesehan tanpa tikar , tanpa alas, maklum masih nyicil, " ujar Starla gak mau pamer karena kebolehan nya.
" Kulkas kosong, yang ada mie instan dan roti," ujar sang mami.
Starla hanya diam.Begitulah adanya sang mami,hanya menuntut ini dan itu.Membuat dirinya penuh dengan tekanan dan serba salah.
" Tinggalkan pekerjaanmu, dan kembali ke rumah."
" Banyak pekerjaan yang bisa kamu lakukan."
Starl hanya diam.
Lelah, yah , sangat lelah.
Starla melirik sang mami.
Sang papi menepuk pundak Starla.
" Papi pulang dulu nak, alamat hotel sudah papi kirim sama kamu."
" Starla tidak bisa cuti Pi, gitu selesai bekerja ,baru bisa ke hotel papi ."
" Ya nak."
Starla hanya bisa melihat kedua orangtuanya keluar dari apartemen nya.
Tatapan Starla sangat sedih, belum mampu mengisi prabot apartemen nya.
Starla menghapus matanya yang berkaca kaca.
πππππππ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment