
Tanpa kehadiran Starla , membuat dunia William seakan kosong.Bahkan semakin William sadari, kepercayaan Starla padanya walau tidak se full waktu dulu.
Namun William akan menunjukkan pada Starla, kesungguhan nya.
Dan benar saja , William melihat sosok Starla keluar dari pintu kedatangan luar negeri.Wajah Starla begitu cantik, bersinar , dan William sangat merindukan nya.
Tatapan Starla dan tatapan William saling beradu.Dan senyuman itu begitu meneduhkan hati Starla.
" Cie...cie.... di jemput nih ceritanya, " ledek Lilian.
" Ihhh ...ngeledek aja, tuh si pemberi buket juga nungguin kamu, tuhhh," ujar Starla. Starla menggerakkan kepalanya ke arah seorang pria yang wajahnya biasa saja , namun kelihatan baik."
Lilian dan Starla tertawa terkikik berdua.
" Nasib Jomblo, " ujar zifkah.
"Di samping ada jomblo ,kok gak jadian aja, " ujar Lilian.
" Smith rumit dehhh, dia kan gagal move on dari mantannya, nanti aku jadi bahan lelucon penghibur masa sepinya, gak la yauuuu."
" Aku cabut dulu yahhh, tuh udah gak sabaran ".
" Cuitt...cuit....., awas di hajar kapten...".
Semua pun tertawa, sedangkan wajah Starla memerah.
William mengambil alih koper Starla.Menautkan Starla dalam pelukannya.
William membisiki Starla.
" Sepanjang hari berlalu, sepanjang malam aku terjaga.
Pikiranmu menggangguku siang dan malam,
kerinduan ini mengatakan bahwa jarak yang harus ditempuh
antara kau dan aku.Ketika aku mencintaimu, aku mendapatkan dunia,
__ADS_1
tetapi tidak pernah berpikir (bahkan) bayanganmu akan bermil-mil jauhnya,
ya Tuhan mengapa kamu memberiku mimpi seperti itu,
ketika kamu harus melakukannya pecahkan dalam kenyataan."
" Puitis amat baaaang...".
William tersenyum, memencet hidung mancung sang isteri.
" Apa lapar yaaaang ?".
" Ya babang tamfannn, laper bangetttt".
" Babangmu udah masak dek. Tenang, kita tinggal panasi bentar, udah bisa makan dehhh".
" Good.....," ujar Starla mengacungkan jempolnya.
William langsung memeluk Starla dengan erat, mencuri mencium pipi sang isteri sesekali.
Starla menikmati kerinduan sang suami.Jujur dia juga merindukan sosok William.
Starla pun mengangguk.
William melajukan mobilnya perlahan. Titik hujan mulai membasahi setiap jalan yang mereka lalui.William memberhentikan mobil di pinggir jalan, mengambil jaket nya dan mengambil selimut buat sang isteri.
William memakaikan jaket pada Starla.Dan menyelimuti sang isteri.
" Suhu minus yaaaang, lihat saja , salju begitu deras. Kemungkinan penerbangan akan di tutup, berbahaya buat terbang. Tadi aku mencemaskanmu sayaaaang."
" After this night honeyyy, " ujar Starla.
" Ya honeyyyy..., " .
William mendekap Starla ,kemudian meraih tengkuk Starla ,kemudian menyusuri bibir ranum sang isteri, ciuman yang begitu mendamba, semakin dalam dan benar saja ,mereka saling bertautan.Hingga perlahan memiliki kesadaran kembali.
" Apa tadi gak terbang ?".
__ADS_1
" Terbang yaaang, ada 5 penerbangan jarak pendek."
Starla mengangguk.
" Jadwal ku , udah aku beri padamu yaaaang."
Starla mengangguk.
" Gak hapal ,soalnya ngapal skedul jadwal ku juga yaaaang."
William mengangguk.
William kembali melajukan mobil, beberapa menit kemudian , memasuki area parkiran bawah tanah, memarkirkan mobil, mengeluarkan koper dan mereka pun berjalan menuju lift.
William mengusap kepala Starla, dan dengan erat mendekap pinggang sang isteri .
" Apa mamimu ada menanyakan soal anak bang?."
William menggeleng.
" Jangan terbebani yaaaang."
Starla mencoba tersenyum.
Begitu pintu lift terbuka, William langsung menaruh jempol Starla, kemudian pintu apartemen pun terbuka.
William memberi sendal rumah buat Starla.
Starka langsung menjatuhkan badannya ke sofa kesukaan nya.
Dan Starla tersenyum melihat sang suami memanaskan beraneka masakan.Starla menghampiri sang suami, memeluk sang suami dari belakang.Detak jantung mereka saling bertautan.
🥰😍🤩🥰😍😛
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vite
Komwnt