
" Boleh minta nomor Wa kamu ?, buat konfirmasi menyelam ?".
Starla memberi tahukan nomor handphone nya.
" Tanpa handuk, tanpa peralatan seperti biasa ,kita bagaikan dua orang mahluk purba , nyelam di kali," ujar Starla membuat William ngakak.
Satrla memakai kemejanya, kemudian mengancingnya.
" Saya balik duluan ya, bye...sampai ketemu besok."
William pun mengangguk.
Langkah Starla begitu tegas namun penuh kelembutan, gaya nya biasa saja ,tanpa berlebihan, mengibas ngibaskan rambutnya.
Starla memasuki lift dan kemudian memasuki kamar hotel.
Menjadi seorang pilot, punya kebahagiaan tersendiri, bisa nginap di hotel, walau dengan kamar sederhana melihat jenjang karir, namun fasilitas hotel full. Sebelum terbang ke Quatar, Starla sudah membooking pemandu wisata buat menyelam. Menyelam kesukaan Starla dari sejak dia kecil.
Starla menghidupkan shower, mandi bersih dan kemudian memakai baju tank top dan hot pants , begitulah gaya pakaian nya jika sedang tidur.
Starla kembali teringat adegan dimana seorang pria yang baru mengenalnya mengangkatnya dari dasar air, tenaga yang begitu kuat, kokoh orangnya ,gagah dan tampan.
" Kebetulan yang sangat langkah," ujar Starla tersenyum.
Andai sang kekasih masih ada , dia juga sosok yang tampan, penyayang, keras dan berprinsip.
Cinta monyet, namun sungguh berbekas dalam hidup Starla.
__ADS_1
Cuaca dingin karena Air conditioner, Starla belum bisa memejamkan matanya. Membuka pintu balkon, memandang ke arah kejauhan, begitu luas laut di sana, terpandang begitu tenang. Sesekali angin menghembus rambut Starla.
Kembali Starla membaca Wa dari sang mami, memaksa nya buat berhenti dari pekerjaan nya. Menjadi seorang pilot, membuat Starla menjadi jauh dari sang mami, selalu berkonflik, lain lagi dengan sang nenek.
Starla meneguk air putih, melangkah masuk ke dalam kamar nya.Cukup lelah, dan Starla mendengar beberapa musik kesukaannya, bersenandung serasa karokean, walau dengan volume yang masih wajar .
Musik membuat Starla rileks dan mulai tertidur, hingga nafasnya begitu lembut membelai kesunyian malam.
Sosok William berada jauh dari kamar Starla , tepatnya 1 lantai di sebelah timur. William bisa melihat sosok Starla yang tinggi, dan begitu sexy, seakan menggoda nya.
William memegang bagian dadanya, pacu laju jantungnya tidak seperti biasa.
Entahlah, sosok ini begitu memikatnya. Ibarat mumi, dia terbangun dan terkesima dengan kehadiran sang wanita. Apakah kebekuannya mencair, entahlah, namun jujur sosok wanita muda ,dan bedanya 10 tahunan dari usianya , bisa membius nya dan baru saat ini, terjadi. Sejak kehilangan kekasihnya.
William tertidur , sampai terbawa mimpi berdua dengan Starla.
Alaram membangunkan Starla ,demikian juga William.
Starla menggerak gerakkan badannya , kemudian memasuki kamar mandi dengan gaya masih mengantuk.
" Malam susah tidur , begitu pagi susah bangun," oceh Starla.
Sedangkan di kamar yang berbeda, William sudah rapi, dan bergegas mempersiapkan pakaian renangnya, juga bergegas keluar dari kamar , menuju restoran.
William memakan beberapa potong roti dan omelet.
Sosok wanita bertubuh ramping, tinggi, layaknya seorang pramugari, begitu rapi, memasuki restoran. Sambutan para pelayan pun hangat. Starla memandang spagetty dan omelet, mencari kursi dekat bagian balkon, memakan sarapannya sambil video call dengan teman temannya.Tepukan di pundaknya membuat Starla menoleh.
__ADS_1
" Kapten...," ujar Starla .
" Pagi benar Star. "
" Biasa mau jadi nelayan Kapten....,ujar Starla tersenyum dengan sederet gigi putihnya ."
" Beralih profesikah Star ?".
" Bisa jadi kapten, hehehehe."
" Gimana Star, kamu bersedia di alihkan ke kelas pesawat airbus A380 ?".
" Ya kapten, wajib kan , gak boleh nolak."
" Pesawat Airbus A380 yang diproduksi oleh Airbus S.A.S. adalah sebuah pesawat berbadan lebar dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas, dan trake record perjalanan lebih lama Star."
Starla tersenyum dan mengangguk.
🥰😍🥰🤩🤩🥰😍🤩
Jangan Luoa
Like
Vote
Koment
__ADS_1