
Soal hati, siapa yang tahu, entahlah.Mereka bergerak kembali mencari beberapa apartemen dan sampai pada sebuah apartemen, lumayan mewah, harga bersahabat. Starla sangat suka, apalagi interior di dalamnya sudah ada, tinggal poles sedikit, sudah jadi.
Starla tersenyum , balkonnya lumayan luas, harga masuk di akal, dan termasuk murah. Menurut sang marketing, apartemen ini, baru di jual kemarin oleh pemiliknya, sang pemilik hendak menjual nya tiba tiba tanpa alasan . Sang pemilik mempunyai beberapa rumah dan apartemen. Sedikit klise alasan menjualnya, agak mengherankan.
" Apa pernah ada mati dan kasus pembunuhan disini pak ?", tanya Starla.
" Tidak non, semua clear. Bahkan pemilik apartemen semua pekerja ,pembisnis. "
Starla lega.
" Tempat tidur ini bonus anda membeli apartemen , Ac juga. Pemilik berikan tanpa ada hitungan."
Starla tahu, tempat tidur itu kwalitasnya super, puluhan juta juga . Sayang banget di kasi ke orang secara cuma cuma .
Starla menego harga secara alot pada sang marketing , setelah di okeykan para sahabatnya. Mereka juga sangat menyukai apartemen ini.Bahkan Melvin dan Clara menanyakan apa ada unit yang sama kosong, walau harganya lebih mahal, Clara dan Melvin sangat tertarik, fasilitas banyak, dari swimming pool, lapangan tenis, pusat perbelanjaan di seberangnya ada swalayan Asia dan swalayan produk Canada dan luar negeri. Ada tempat nge gym, taman nya ada beberapa titik, ada sweeming pool di outdor juga, dan ada sweeming pool di indor.Area parkir rapi dan teratur.Tidak sesemberaut apartemen Clara dan Melvin.
" Aku pengen juga beli disini, istilahnya mandiri, gak tinggal sama orang tua membuatku manja," ujar Mitha dan Lusi bersamaan.
__ADS_1
Mereka pun tertawa bareng.
" Sisa 3 unit lagi, dan berdekatan apartemen kita, hanya di batasi jembatan ini, ke tower satunya lagi, kan keren, seperti dua benua akan bersatu," ujar Mitha membuat mereka kembali ngakak.
Orangtua Mitha yang kebetulan di luar, berdekatan dengan apartemen, mampir, melihat apartemen dan harganya terus berkembang, apalagi ada teman anaknya disana , dia pun memberi ACC anaknya mandiri, sudah bekerja, sudah mampu tidak bermanja dengan mereka.Mereka juga memutuskan tinggal di rumah mereka yang lain, yang berdekatan dengan apartemen anaknya. Lebih ke kota, lebih gampang pulang, " ujar sang mami.
Lusi hanya video call, memperlihatkan pada orangtuanya apartemennya seperti apa, orangtuanya belum memberi ACC.
Lusi terlihat sedih, namun mau gimana lagi.
Hanya apartemen Starla yang sudah lengkap, apartemen Mitha, Clara masih kosong dan butuh desain interior.
Starla langsung di hari yang sama dipertemukan dengan lembaga hukum, pengurusan surat menyurat, di bantu sama orang tua Mitha ,yang sekaligus membeli apartemen anaknya. Starla lega karena orangtua Mitha juga punya lembaga hukum, setidaknya aman dari tipu menipu.
" Kami akan bantu bersihkan Star, bantu mindahin tanaman kesayangan kamu, trus bantu bawa guk guk mu. "
Starla mengangguk bahagia.
__ADS_1
" Aku gak nyangka,kita akan jadi tetanggaan."
" Dari dulu kita kan mimpinya gitu, sampai nyari kerja pun di kota ini."
Semua saling berpelukan.
" Uang mu apa masih ada Star ?".
Starla mengangguk.
" Setidaknya tempat berteduh sudah ada, gak pusing bayar uang sewa, " ujar Starla dengan mata berkaca kaca.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment