
William berlutut di hadapan Starla. Memandang wajah cantik Starla.
" Sebenarnya Star, aku sudah punya cukup banyak problema. Seharusnya aku sudah berhenti menjadi pilot, dan di paksa melanjutkan perusahaan papi ku."
" Pertama kali aku melihatmu di Spanyol, kita berbeda penerbangan, tepatnya 2 tahun lalu. Kamu sangat ceria, energik, lucu, dan aku tertarik sama kamu."
" Aku hanya melihatmu dari jarak beberapa meter, tanpa berani mendekatimu, aku kembali menjadi pengecut."
" Kemudian beberapa kali melihatmu di bandara, makan bersama kru, walau beda maskapai, aku selalu menyempatkan diri untuk duduk melihatmu ."
" Dari beberapa kapten teman baikku ,aku mengetahui namamu, kamu tinggal di daerah mana."
" Aku tahu usia kita sangat berbeda. Aku tahu hubunganmu dengan mamimu juga tidak baik. Kamu tidak begitu memperhatikan keberadaanku selalu di sekitarmu "
" Aku bahagia begitu kamu tiba tiba memutuskan masuk maskapai dimana aku juga bertugas."
" Kamu gak tahu Star, sebahagia apa aku, dan menolak mengundurkan diri dan menolak jabatan dari orangtuaku."
Starla terkejut dan bengong dengan penuturan William.
William mengusap rambut Starla dan wajahnya ,menyusuri bibir sexy Starla. Mengulum bibir Starla dan ciuman itu semakin dalam.
Sebuah ciuman panjang, yang merontokkan tubuh Starla.Starla terkejut dengan reaski dirinya, entah megic apa yang di buat sang kapten.
William melepaskan ciumannya ,membuat nafas Starla terang engah.
William tersenyum memeluk Starla.
" Kamu kekasihku Star, bukan obsesi, bukan.....".
Starla berusaha sadar dari pesona William.
" Jika kamu masih trauma dengan seorang pilot, trauma dengan hubungan mu, ada aku Star ."
" Aku gak mau menikah dengan orang kaya, aku gak mau aku punya banyak konflik dengan orangtuamu Will, ku gak mau."
" Kamu seorang tuan muda, aku pendekor bunga di kediamanmu, sungguh miris bukan ?, seperti pelayan yang bermimpi mencintai tuannya."
" Bagiku, kekayaan orangtuaku ,bukan menjadi milikku, aku juga selama ini hidup dari kerjaku sendiri, berusaha bisa hidup, bisa belajar, aku tahu apa artinya kelaparan, apa artinya hidup dengan berhemat, hidup tanpa siapa siapa."
" Kamu butuh pelukanku Star, butuh penyangga , karena kamu sebebarnya sangat lelah, di luar kamu baik baik saja, namun kamu hancur ,tanpa cinta Star, seperti manusia robot."
__ADS_1
Starla menunduk. Apa yang dikatakan William benar adanya.
" Temani aku malam ini Star ".
" Aku gak bisa kapten ."
" Kamu takut ?".
Starla mengangguk.
" Kan ada aku....".
" Bukan saat ini...,bukan....".
" Baiklah sayang..., aku akan sabar , kapan kamu mau menemaniku."
" Sayaaang, emang aku siapa kamu ?".
" Pacar kamu."
" Kekasih kamu, " ujar William.
" Emang aku nerima kamu ?".
" Gak...gak...," ujar Starla.
" Aku gak bisa kapten, kamu tuh apa gak di jodohin orangtua mu ?".
William menggeleng.
" Malahan aku yang suruh mamiku buat mesan dekor dari Clara.Dan mamiku sudah sering memperhatikanmu, juga memesan berbagai buket bunga. "
" Becanda kan kamu kapten...".
" Gak....".
Starla membeku.
" Mamiku tahu, aku menyukaimu sudah lama, ledekin aku, gak berani dekati kamu, dan mamiku suka kamu. Kamu pikir saat mamiku melintas dari hadapan kamu, dia gak kenal kamu, dia sangat mengenalmu, apa yang kamu lakukan. Malahan dia salut sama kamu Clar, kamu bekerja gigih, menggapai apa yang kamu mau ."
Clara rasanya sprikles.
__ADS_1
" Mamiku orangnya usil Star, pengen tahu, aku yang gak pernah dekat sama siapapun . "
" Maaf...".
" A..aku...., Starla hanya menutup wajahnya, Sungguh dia punya rasa malu . "
" Dunia kita berbeda , aku gak bisa kapten , gak bisa."
" Bisa ..., kita pasti bisa....".
" Gak mauuuuu...".
" Mau......mau sama aku ya Star....".
" Gak......".
William menarik nafasnya.
" Kamu malu ......?".
" Malu lah, aku kan bekerja serabutan."
" Kamu salah Star, belum tentu anak para pengusaha , segiat kamu, kamu mau di campakin ke Afrika bisa hidup, mereka belum tentu bisa."
" Hanya , jangan bekerja over, kamu punya batasan, kesehatan juga penting."
" Aku akan memaksamu bekerja denganku aja, nemani aku , dimanapun."
" Emangnya aku herder, guk guk," ujar Starla .
" Kamu bekerja di ranjangku Star."
" Dah gila anda kapten, aku bukan kayak wanita yang dengan mudah kamu seret ke ranjangmu."
Starla berdiri dan tentu saja William kembali membelenggu dengan kedua tangannya.
🥰😍🤩🥰😍🤩🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment