
" Skor kita imbang Star ," ujar Justin.
" Yup...,berarti kemampuan saya setara kapten donggg, hati hati posiis bapak, " ujar Starla sambil berlalu.
" Tatapan matamu sangat tajam Star. Sedari dulu, hanya kamu yang mampu menyaingi skor ku, dari panahan , lari dan renang," ujar Justin.
" Artinya, generasi muda, sebentar lagi menggeser generasi tua Kapten, hehehehe, " ledek Starla.
" Aku sudah lama menyukaimu Star, serius."
" Oh....".
Hanya ada 2 huruf dalam ujaran Starla.
" Mau jadi pacar aku Star ?".
" Kapten nembak saya ?".
" Bener...".
" Gak kapten, makasih rasa sukanya ,sya gak bisa terima ,karena saya sudah ada pemiliknya ."
" Kamu sudah punya pacar Star ?, sejak kapan ?".
" Kenapa dia gak antar kamu ke bandara?".
" Bahkan telepon kamu , gak ada satu pesanpun bunyi sedari tadi, "ujar Justin.
" Sejak tahun lalu, dan no comment untuk hal lainnya kapten, " ujar Starla bergegas pergi.
__ADS_1
Dalam langkah gontainya, Starla menunduk, benar kata Kapten Justin, tidak ada yang mengantarnya bertugas, sama saja seperti semasa dia belum menikah. Banyak hal yang dia lakukan sendiri.Apa salah kemandirian seseorang? Namun seringan kemandirian itu menciptakan pasangan menjadi tidak peduli, menganggap pasangannya mampu sendiri dalam segala hal apapun.
" Kok pergi gitu aja sih Star,...".
Tepukan di pundak Starla membuat Starla menoleh. Disana Laura mensejajari langkahnya.
" Kapten bilang apa sama kamu sih Star, keliatan kapten lama bengong gitu ?".
" Dia nembak aku, ungkapin perasaan nya, dia suka sama aku sejak lama, hanya jaim."
" Terus ..., kamu jawab apa ?".
" Aku jawab, aku sudah punya seseorang."
" Beneran Star ?".
Starla mengangguk.
" Hubungan aku rumit Laura, jujur aku juga gak tahu, kemana akhirnya hubungan ini. Apakah aku implusif , sebentar saja pacaran, langsung ke kantor pencatatan sipil, karena prangtua kami menentang hubungan kami. "
" A...apa..?, kamu udah meikah Star ?".
" Ya...., aku menikah di Korea, tanpa resepsi, tanpa ada pengumuman dan di hadiri orangtua masing masing."
" Kamu gila yah Star ?".
" Yah...,aku menyadari ,aku gila, beneran gila. Dan kalau ditanya kenapa aku melakukan itu, aku juga gak tahu, dalam otakku saat itu apa, cinta kah, tergila gila kah, atau aku bodoh."
" Dan jangan bilang dia mencampakkan kamu Star."
__ADS_1
" Entahlah Laura ,yang pastinya aku tidak baik baik saja. Hatiku sakit banget. Aku sampai menukar nomor ,menyepi, dan disini, aku berusaha kuat, aku pikir dia sandaranku dari segala hal tersulit hidupku, namun apa daya, semua ujian ini, mungkin aku dipilih ,aku punya bahu kuat," ujar Star.
" Kamu beneran bodoh Star, kamu masih mudah, cantik, pintar, daya kemampuan kamu hebat, masa depan kamu ,cemerlang. Tetapi kamu bisa bodoh dalam hal percintaaan, "ujar Laura.
Air mata Starla pun jatuh.
Laura memeluk Starla.
" Pantasan tatapan matamu sendu, dan sakit yang kali ini kamu alami,jauh lebih sakit dari petengkaranmu sama mamimu Star."
" Yah Laura. Aku merasa hanya aku sendiri ,tanpa siapapun, sandaran yang aku pikir sandaran, nyatanya hanya kerapuhan. "
" Sudahlah Star, pikirkan aja mana baiknya, bersama atau berpisah. Ngapain kamu paksakan orang yang gak memperjuangkan kamu, adanya sakit sendiri."
Starla menghapus air matanya.
" Mamdi hujan yukk, nih makin lebat, biar kamu gak kelihatan nangis, menangislah Star sekuat mungkin, lepasin kesedihan kamu, " ujar laura berlari di rintikan hujan yang semakin deras.
Benar saja ,Starla berlari mengelilingi lapangan Ditemani Laura. Di susul teman mereka ,Devan, Leon, dan lainnya.
Hati juga butuh penyegaran, bukan tenggorokan saja.
🥰😍🤩🥰😍🤩🥲😛
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment