
Tidak memperdulikan apapun, Justin mendekati Starla ,menautkan kedua tangannya di wajah Starla.
" Ini aku Star....., jangan hukum dirimu, aku tulus terhadap kamu, " ucap Justin menatap Starla dengan penuh kesungguhan.
Starla hanya diam, tidak tahu berbuat apapun.
" Orangtuaku, saudaraku menyukaimu, mereka welcome dan mereka tahu , sudah sangat lama aku menyukai dan mencintaimu.Bahkan sewaktu tahu kamu tiba tiba menikah. Aku juga hancur, dan mereka tahu apa yang aku lalui. Tidak mudah Star, tidak mudah bagiku."
Starla mengusap wajahnya.
" Aku tidak mau lebih melukai mu Justin, disini, dihatiku, dia tetap ada , tidak pernah hilang, berkurang. Walau dia mencampakkanku, biarlah aku mencintainya, asal aku melihatnya hidup, yang lain tidak lah penting, " ujar Starla berjongkok dan tangisnya pun pecah di guyuran hujan .
Justin mengangkat tubuh Starla ibarat sekarung beras, membawa nya keluar dari hujan begitu lebat.
Ku jalani hari hari, keingat dirimu disisi ,membuatku mengerti arti di cintai.Kini semuanya ada akhir dan berlalu, selalu ingat indah kisah kita, apakah aku harus rela melepasmu.Mengapa kamu bertahan ,tidaklah mudah menjalani ini semua tanpamu.Takkan hilang entah sampai kapan, ku harus berjuang untuk melupakanmu.
Sulit hatiku lupakanmu William, ku nanti kan hadirmu kembali lagi.Kita sama sama bertahan dalam kerumitan, namun kenapa menyerah?
Di dunia segala nya ada , menikmati suara dan warna.Namun kesunyianku sepi tapi penuh cinta ,penuh mimpi indah. Detakku hanya untukmu, mengapa begitu sulit.
__ADS_1
Inginku bersuara, adakah cela untuk bersamamu.
Ini tentang lukaku.Ingin keluar dari zona rapuhku.Mau berharap ,takut gak sesuai dengan harapan.Gak punya hak apa apa, sebenarnya kita apa sih? Terkadang aku sadar, yang dekatpun belum tentu terikat. Hubungan kita tanpa status, tapi kita ini ,saat ini apa?.
" HTS hanya teman saja.Apakah begitu kamu menganggapku Star ?, " tanya Justin memecahkan keheningan.
" HTS ?".
" Hanya teman saja ".
" Apakah kita memulai cerita, atau hanya buang buang waktu sajakah Star ?, aku terlalu berharap sama kamu, ku terlalu berharap sampai aku menaruh harapan sama kamu, aku menaruh harap padamu, tidak ada tanpa status.Terlalu berharap pada manusia .Kita apakah memulai cerita, atau hanya buang buang waktu saja.Semakin berharap justru semakin sakit. Aku butuh kejelasan, walau aku tahu harapanku memaksakan harapanku pada manusia adalah menaruh keinginan. Bingung mau cemburu atau marah. Apakah kita dekat, atau buang buang waktu saja?".
" Kamu tak pantas terluka Star, aku juga.....".
" Terlalu lama aku tutupi perasaanku yang ku tutupi sebagai teman.Kamu tlah bersamanya dulu.Kamu menangis karena dia, dia yang kamu banggakan, seandainya ku bisa Star. Harusnya kamu memilih ku, bukan dia yang membuatmu selalu berharap,ingin ku merebut kamu dari dia."
" Jika boleh Star, bahagiamu bersamaku."
" Berhenti menangis karena dia yang kamu bahagiakan."
__ADS_1
" Harusnya kamu memilihku, kau terluka aku yang menangis, ingin ku rebut kamu darinya,karena dia tak pantas mendapatkanmu,dan kau tak lantas buat terluka."
Starla berdiri dan keluar dari kamar Justin.Tubuh Justin sangat menggoda , menanggalkan kemejanya, karena basah, membuat Starla tidak nyaman.Sebagai wanita dewasa. Starla tahu, gejolak afalah hal lumrah, tetapi tubuhnya berharga, bukan sekedar Making love dengan siapapun.
Starla keingat, gimana William merengut kesucian nya, semua terjadi karena hujan, semua begitu saja. Padahal saat itu hatinya belum benar benar teguh mencintai William.Namun berlalu nya waktu, mengapa malah Starla semakin mencintainya.
Setiap waktu, William selalu mengunci dirinya, berada di atas tubuhnya. Rasa sakit sebanding dengan kenikmatan yang diraih.Wajah tampan William, selalu tenang mendekap Starla ketika tidur.Sosok pilot tampan,beribawa , juga seorang CEO handal.
Starla mendogak kan wajahnya ke arah shower, menarik narik rambutnya, memukuli dadanya yang sesak.Starla memejamkan matanya Berharap dapat menghapus semua kenangan pait, pertengkaran ,ketidak nyamanan di perlakukan acuh keluarga William, hanya menjadi penonton ,kerusakan pertemuan kedua orangtua nya dan orangtua William.Hubungan yang rapuh, tak punya pondasi kuat, ucap Starla menunduk dalam guyuran air.
😔😔😔😔😔😔😔😔😑
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1