
Starla tidak menjawab apa yang ditanyakan William.
" Saya turun disini aja Kapten ".
" Gak...., kita sama turunnya."
" Kapten...., jangan , beneran dehhhh".
William tidak memperdulikan perkataan Starla, sampai wajah Starla mengkerut. Dan William turun tepat di depan pintu masuk rumahnya, memberi kunci pada pekerjanya.
Starla membuka pintu, dan berusaha tebalin muka, buat memasuki pintu masuk.
Dan benar saja, beberapa orang langsung mendekati William, William dan beberapa orang itu pun terlibat pembicaraan . Starla pun lega bisa menyusup mencari Melvin dan Clara.
Starla membeku saat melihat mami dan papinya di pesta keluarga William. Namun mereka tidak melihat kehadirsn starla disana ,terlalu sibuk dengan relasi bisnis nya.
Starla sempat bengong, namun Starla melirik ke kiri dan ke kanan, dan Starla lega melihat Melvin dan Clara. Dia harus secepat mungkin pergi dari pesta ini, bisa bisa gawat ini, dalam hati Starla.
Starla menyesal memakai heels.
" Mel, kamu ada lihat mami papiku disini ?".
Melvin dan Clara menggeleng.
" Tuhhh....," tunjuk Starla.
" OMG ...," ujar Melvin dan clara bersamaan.
" Kalian kenapa datang ke pesta ini?".
" Kami akan membantumu Star, sumpah ,begitu melihat rumah kaptenmu, aku syok, membeku, dan kelar deh aku rasa kamu Star."
" Tepat...".
" Kami spesial melihat lokasi pesta ini semalam, lihat semua ini Star, kami paham kamu pasti kalau datangpun syok. Kami datang buat bantu kamu.... Star , buat nolongin kamu. Mending kan kami disini Clar. Semua lengkap kami bawa. Dari sendal jepit, baju ganti, semua lengkap."
Starla tertawa.
" Jalan keluar sudah tahu dari mana ?".
__ADS_1
" Sudah, dari sana Star, pelayan hilir mudik dari sana."
" Yuk kita cabut."
Melvin dan Clara mengangguk.
" Gila bener, mamaku disini, bayangkan deh..., kacau kan."
" Ya Clar, udah mending menghindar dari masalah."
" Kamu penghianat juga Clar, kamu kan pemasok tanaman di kantor papinya William."
" Kerja profesional Star. Kan kita mau dapatkan cuan banyak, kita kan butuh makan Star, lain bayar karyawan ."
" Udah ayukkk cabuttt, " ujar Melvin.
Mereka bertiga mengangguk.
Mereka pun menyelinap di beberapa dekor dan tanaman disana .Starla sangat hapal dekor yang bisa menutupi mereka.
Starla bergegas bersama Melvin dan Clara. Sesampai di pintu luar, Starla tertawa.
" Tancap gas babyyyy...," teriak Starla.
" Mood aku masih rusak sejak ketemu mamiku, sakit banget, aku ngumpulin receh di jalanan, ngatai apartemen ku lapangan sepak bola, curang banget, kesal dahhhh".
" Aku cerita ke mamiku, mamiku mewek, dengar cerita aku Star".
" Yah ,capek banget, kacau banget."
" Semangat Star, mau gimana lagi, tuntutan orangtua beda banget sama setiap anak, ada yang gak merhatiin psikis anak gimana ".
" Sabarku udah jauh banget....., luas banget."
" Yuk ke club yukkkk".
" Serius ?".
" Yup."
__ADS_1
" Nih undangan nge DJ, cuan hehehehehe."
Melvin dan Clara ngakak.
" Hidup gak akan menyenangkan, kalau kita gak pernah belajar, benar kan, start for your self ?".
" Tul betulll.....betullll."
" Dari air mata , aku belajar tersenyum, dari rasa sedih aku belajar tertawa, dari rasa sakit aku belajar kuat, dari cobaan aku belajar buat tabah, kini....., apapun itu......, aku rasakan aku iklas menerimanya. Karena aku percaya apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya."
" Tersenyumlah, meski harimu tak se indah mimpi, selama kesabaranmu, masih tetanam di dalam hati," sahut Clara.
" Berhenti khawatir dalam hidupmu Star, berhenti khawatir dengan apa yang belum terjadi, di hidupmu, mulailah untuk belajar, menyerahkan semuannya pada Tuhan, karena disitulah Tuhan bekerja buat hidupmu", ujar Clara.
" Kamu selalu melarikan diri, jika ada kesempatan, trauma dengan laki laki ?".
" Yup..., apalagi melihat rumahnya gedek, kaya, rasanya aku hanya butiran debu."
" Trus kamu gimana mau menghindar ?".
" Aku mikir sih, ngajakin Melvin jadi cowok aku, istilahnya cowok ecek ecek."
" Jangan Star, adikku mencintaimu, sakit loh ..... dia rasakan, kalau kamu hanya gak benar benar pacaran dengannya."
Starla menunduk.
" Sumpah, dia itu lawan handal, tak terkalahkan Clar."
" Kamu takut kalah dan menyukainya? "
" Aku berusaha mengabaikan nya, namun gagal.Dan kalian lihat sendiri, gimana sebenarnya ekonominya, aku gak nyaman, beneran gak nyaman, jadi bagus aku menghindar, mematikan apapun rasaku, aku gak bisa."
😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment