Sang Pilot Cinta Beda Usia

Sang Pilot Cinta Beda Usia
Suaramu Begitu Berharga


__ADS_3

" Belum mau pulang, aku jalan jalan yukkkkk," ujar Starla.


Lilian dan Zifkah mengangguk.


Starla melajukan mobil sepupunya, dan memutar lagu Fabio Asher, bertahan terluka.


Starla mengikuti setiap lirik lagu.


" Lakukanlah semaumu


Sampai kau lelah menyakitiku


Sebisa ku tak kan mengusikmu


Ku akan mencoba mengerti dirimu....".


" Andaikan kau tahu rasa sayang ku melebihi rasa sakitku ini


Mungkin kau takkan pernah menyangka


Mengapa ku tetap disini oh...".


Starla benar benar menghayati setiap kata yang tertuang, dan kedua temannya mengusap pundaknya.


" Star....., lukamu sangat dalam....," ujar Lilian.


" Udah ,jangan stel lagu sedih mulu, nih ku putar lagu Enisa aja yahhh, Mockingbird", ujar Zifkah.


Starla kembali melajukan mobilnya, sesekali memandang sekeliling jalan, begitu banyak kenangan indah dan bahagia . William sangat peduli padanya, dan selalu memperjuangkan nya. Namun yah...mereka sesekali bisa salah paham.Ingin rasanya Starla mengatakan, please jangan kecewakan aku....


Rasanya sesak banget.

__ADS_1


Starla dan temannya duduk di sebuah tempat pedagang kaki 5, Starla dan lainnya menikmati cemilan khas Korea.


" Makanan disini khas dan enak ya Star."


" Iya bestie ,kalian ber dua ,di bawa ke sini, biar tahu juga , tempat kaki 5,rasa bintang 5, benar kan....".


Lilian dan Zifkah mengangguk.


" Dulu, di meja ini, aku dan William sering makan, dia suka makanan disini .Rasanya semua baru di alami, namun keadaan sangat tidak mudah bisa di tebak."


" Perasaanmu sangat dalam pada William, " ujar Lilian.


" Setelah terpisah, perasaan itu baru aku sadari sepenuhnya, rasanya sedih banget."


" Kisahmu rumit Star ", uhar zifkah.


Starla mengangguk.


Starla hanya mengangguk, tatapan matanya sangat sedih. Zifkah dan Lilian mengusap punggung Starla.


" Kita balik aja yuk Star, " ujar Zifkah.


Starla pun mengangguk.


Ke esokan harinya, cuaca sangat mendung ,bahkan langit gelap tanda akan turun hujan, Starla menyusuri sebuah rumah besar ,dimana dia menekan tombol namun tidak seorang pun membuka pintu.


Kembali Starla merasa jalannya , jalan buntu.Starla tidak tahu lagi harus bagaimana , alamat pelacakan , berdasarkan nomor plat mobil, pemiliknya rumah besar ini. Starla hanya bisa berjongkok di depan pagar, menunggu bahkan ber jam jam , sampai perlahan rintik hujan turun.


Zifkah dan Lilian memayungi Starla.


" Star...sudahlah, cukup ini hari terakhir kamu memikirkan nya. Di rumah ini, bukan tidak berpenghuni, aktifitas terdengar dari dalam, apa yang kamu tunggu Star....".

__ADS_1


Starla menengadahkan wajahnya. Wajahnya penuh dengan genangan air mata, sekuat apa Starla menghapus dengan siku tangannya, sederas itulah air matanya mengalir.


Zifkah berjongkok memeluk Starla.


" Lupakan Star, karena dia juga melupakanmu. "


Lilian memapah Starla berdiri kemudian memeluk Starla dengan erat.


" Star......, tidak mengapa kamu sampai se hancur ini, kelak kamu akan menjadi lebih kuat lagi."


" Percayalah Star, waktu akan mengurai lukamu.Apa kamu membencinya ?, dia pasti punya alasan."


" Mungkin saja dia sudah mengenal wanita lain, dan aku benar benar hancur akan hal itu Li, aku benar benar dia tinggalkan."


" Jangan selemah itu, pria bukan dia saja kan ?, Melvin ada kan, muda , baik , lain Justin yang dewasa ,baik dan menerima kamu apa ada nya, jika dia memutuskan bersama yang lain, sudahi, kamu pilih aja yang lain ,mau bentuk pelarian atau apapun, cinta akan tumbuh dengan sendirinya," ujar Lilian.


Starla hanya diam sesekali menggeleng meredakan air matamya.


Sampai Starla meninggalkan tempat itu, air matanya terus mengalir, dia merasa kecewa, air matanya dan langkahnya sangat lemah.


Sampai satu titik langkahnya, sebuah suara berteriak memanggil namanya.Yahhh suara sangat dia kenali.


Starla menoleh dan berlari.


🥰😍🤩🥲😍🤩🥲😛


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2