
Para pramugari sibuk bergosip tentang kepindahan Starla.Dan mereka memuja Steven ,sang pilot rupawan, ramah, baik hati dan lembut.
Starla menjadi sumber lirikan para pramugari, apalagi Steven sangat perhatian pada Starla.Gosip pun menyebar, soal Steven yang ngedekati Starla.
Siang itu, tentu saja Starla nyantai, walau ada ketakutan akan di tarik ijin terbangnya , jika kelulusan nya rendah pada pengujian simulator, mau bagaimana lagi, Starla wajib mengikuti simulator yang di wajibkan perusahaannya.
Starla cres dengan 3 orang pilot senior. Tentu saja Starla memberi salam hormat dan bergabung dengan beberapa kopilot lainnya.
Starla berusaha tenang, seperti biasa. Mereka dilakukan pengujian beberapa trip, bahkan pengujian kali ini lebih extrim di lakukan , apalagi Starla mendapatkan William sebagai tim penilainya.
Berbagai kondisi cuaca di otak atik William. Starla hanya berusaha melakukan apa yang dia mampu.
Bahkan pengujian itu sampai sore, menguras tenaga dan pikiran. Mau gimana lagi, Starla memancing macan yang lagi tidur.
" Seram amat pengujianmu Star, pesawatmu dari awal sampai akhir seperti roller coster."
Starla mengangguk.
" Gak pusing Star ?".
" Gak...,hanya sekali bergelombol , ampun juga."
Beberapa temannya tertawa.
" Kamu lihat wajah kapten ke kamu, super sadis.Semua cintanya kamu tolak kan Star ?".
" Gosip deh....,gak ..gak benar.".
__ADS_1
" Gimana pengujian kalian ?".
" Lebih santai, jadi meyakinkan," ujar Herry dan Daniel.
Starla hanya memandang sepatunya. Habislah dia , dalam hatinya.
Sebuah suara membuat Starla perlahan menoleh, dan disana direktur penerbangan berada. Starla mengenalnya karena pernah beberapa kali terpampang fotonya di Flayer penerbangan.
Pandangan direktur melihat Starla dari atas sampai ke bawah.
Tentu saja Starla kembali bengong.
" Memang berurusan dengan tuan William gak akan ada kemulusan, bakalan akan terlempar, angkat koper. Terbayang gak ada kerjaan , Statla menghembuskan nafasnya dengan berat."
Starla sangat kelelahan seperti mendapat tekanan.
" Starla Hanzie, pimpinan menyuruh anda besok datang ke kantor."
" Semua bubar, pengumuman kelulusan besok akan kalian terima di email."
Starla menyeret langkahnya.Tidak memperdulikan apapun. Kepercayaan dirinya runtuh. Begitu susahnya mencari pekerjaan tetap sebagai kopilot, hatinya sangat sedih.Tapi mau gimana lagi.
Starla mendapat Wa dari Clara, Clara mengirim notifikasi, Starla wajib pergi dekor sebuah gedung. Statla pun bergegas, setidaknya kalaupun dia akan di keluarkan, pekerjaan sampingannya masih bisa memberinya makan.
Starla tersenyum melihat sosok Malvin .
" Pakai Star ".
__ADS_1
Starla mengangguk.
Starla memakai helm dan Melvin pun melajukan motornya menuju ke gedung sesuai yang Clara perintahkan.
" Makanlah dulu, kamu kusut banget Star."
Statla mengangguk. Buru buru menyuap makanan nya dan bergegas melakukan dekor sesuai permintaan klien.
Sesekali Starla mengucak air mata yang berkaca kaca.
" Kamu kenapa Star ?".
Starla hanya tersenyum.
"Jika berbicara tentang cara hidup yang biasa biasa aja, ada yang berada di atas, ada yang berada di puncak kejayaan, dan ada yang berada di bawah. Namun hidup sejatinya bekerja keras ,membangun karir, berusaha berjaya, namun kembali ke fase biasa biasa saja, lalu pergi. Meski kita sudah berusaha keras, namun hasilnya hidup biasa biasa saja. Seakan sejak SMA terlantar, separuh hidup tak berarah, aku tidak punya rumah untuk kembali,entah aku adalah manusia terpilih, atau justru terabaikan. Aku sudah memahami sifat manusia, bahwa kesulitan dan kemudahan adalah hal yang wajar, aku pernah kehilangan jati diri di jalan berliku, terkadang frustasi, dalam hidup ini , aku tidak pernah hidup untuk diriku."
" Hanya aku lelah, jatuh cinta lagi, terlalu muluk muluk mendapatkan seseorang yang baik, sehidup se mati, ingin bersama nya, tidak ingin terpisahkan selamanya,"
" Kamu terlalu trauma Star. Waktu akan menyembuhkan lukamu."
Starla hanya menggeleng.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
like
__ADS_1
vote
Koment