
Starla menjauhkan wajahnya dari wajah Smith, Starla terngat penghianatan sang mantan. Dan kembali hatinya beku, menolak tubuh Smith menjauh.
" Jangan pernah lakukan lagi, " ujar Starla dengan suara nya yang lugas.
" Aku.....aku.....menyukaimu Starla."
" Jiwaku sudah mati, ujar Starla meringuk dan menangis."
" Maafkan kelancangan aku, aku terbawa suasana hati. Ingat Star, kamu berbahaya dengan kehidupan malam.Malam ini kamu di jebak, malam selanjutnya juga bisa jadi.Kadar alkohol minuman kamu tinggi.Minum ini pencahar mabuk, biar bisa bertugas besok."
Starla dengan patuh meminum pemberian William.
" Tukarla pakaianmu Star, susah bau dengan alkohol."
" Antar aku ke rumahku ."
" Tidak, kamu wajib merubah pergaulanmu Star "
" Kamu gak berhak menggurui aku."
" Aku berhak, karena kamu itu seorang gadis. Apa yang kamu cari?, menghancurkan hidupmu?".
" Terserah aku."
" Tidak, tidak boleh terserahmu lagi."
Starla bengong, baru kali ini ada seorang pria yang tidak turuti kemauan nya.
Jujur , sosok William begitu membuatnya bergairah. Membuatnya merasa harus patuh. Sosok yang ngebimbing banget. Namun pemberontakan selalu ada dalam jiwanya, keterkekangan membuat nya tidak mau di atur. Dengan hadirnya sosok William, membuat Syltarla merasa memang dia sungguh terlalu bebas, bahkan kalau pria lain yang memboyongnya malam ini, dia gak akan bisa melawan, karena tingkat kesadarannya sangat minim.
" Mandilah....", ujar William menyerahkan kemejanya.
" Berendam di air hangat , jangan terlalu lama, nanti kena flu."
__ADS_1
Starla patuh ,di sanggah William memasuki kamar mandi apartemen mewah William.
Starla membuka semua pakaiannya yang berbau alkohol, dan mulai membersihkan diri.
William keingat anak tante nya menjual pakaian wanita, dan dia pun menelepon ke sang sepupu.
" Bella.....,kirimkan aku pakaian dalam komplit, handuk lebar, se ujuran kamu sekarang ke alamat yang aku share.Kurir mu ada kan ?".
" Wuihhhh....,udah move on bro ?, kencan yah ?".
" Kepo....,kirimkan segera, dan kirim no rekeningmu, aku akan transfer."
" Baiklah, untung aku pedagang profesional, mau kapan aja ada ,hehehehe, harga larut malam menjelang pagi beda harga ya bro, 2 kali lipat."
" Kirim saja beberapa."
" Waw buat stok ya bro?, mainnya slowly ,jangan main tarik, mahal lohhh onderdil dalaman."
" Bisa apa enggak?".
" Ya...," ujar William singkat.
Starla susah keluar dari kamar mandi , masih memakai kimononya. Starla sangat mengantuk dan mendaratkan tubuhnya ke kursi malas di pojok dekat teras.
William menutup pintu teras.Mengambil hairdryer dan mengeringkan rambut panjang Starla.
William memandang Starla gadis kuat namun ada sisi hidupnya yang rapuh. Serumit apakah hidupnya sampai harus begitu banyak pekerjaan yang di lakukannya.
Starla dan William saling menatap. Jujur bagi Starla , dia tidak mempercayai, seorang Kapten beribawa banget, karismatik, bisa mengeringkan rambut seorang wanita seperti saat ini. Ciuman nya sampai detik ini masih begitu begairah dan menyengat ibarat lebah, meninggalkakn aroma khas.
Kemeja yang tipis sedikit menerawang. Membangkitkan gairah William, Namun William tidak mau mengambil keuntungan dari kejsdian malam ini.Jika dia mengambilnkeuntungan, maka dia sama asaja seperti pria lain yang membangu karena ada imbalan yang di harapkan.
Starla sadar dan menutupi bagian dadanya dan merapikan duduknya.
__ADS_1
Sebuah bel membuat Starla dan William saling menoleh.
" Isterimu ?, pacarmu......," mampus waduhh, hanya itu yang Starla bisa ungkapkan.
" Aku belum menikah Star. "
William ke pintu mengambil bungkusan dari sang sepupi.
" Sepupuku menjual barang keperluan pria dan wanita. Dia pedagang profesional, sama seperti kamu, gak kenal lelah berbisnis. Aku membeli pakaian dalam, pakailah, kebetulan badannya sama dengan kamu ."
" Nih..., " William menyerahkan bungkusan .
" Ganti di kamar itu saja Star."
Starla mengangguk.
Starla memakai pakaian dalaman dan melihat begitu banyak stok disana.
" Sudah siap Star ?".
" Sudah."
" Aku masuk ya."
" Ya ...," ujar Starla.
Kembali mereka saling bertatapan.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment